Kematian Pasien Covid-19 yang Komorbid Diabetes Sangat Tinggi
INDEX

BISNIS-27 537.873 (-3.11)   |   COMPOSITE 6307.13 (-72.46)   |   DBX 1215.21 (-18.05)   |   I-GRADE 185.638 (-1.12)   |   IDX30 533.814 (-4.06)   |   IDX80 142.76 (-1.33)   |   IDXBUMN20 425.411 (-5.45)   |   IDXESGL 147.067 (-1.22)   |   IDXG30 144.927 (-0.53)   |   IDXHIDIV20 469.552 (-3.56)   |   IDXQ30 151.508 (-0.47)   |   IDXSMC-COM 286.952 (-4.57)   |   IDXSMC-LIQ 357.858 (-3.82)   |   IDXV30 144.532 (-2.61)   |   INFOBANK15 1076.36 (-3.28)   |   Investor33 457.615 (-3.24)   |   ISSI 184.91 (-2.39)   |   JII 650.972 (-7.22)   |   JII70 227.363 (-2.73)   |   KOMPAS100 1270.4 (-12.23)   |   LQ45 991.58 (-7.56)   |   MBX 1739.82 (-19.18)   |   MNC36 337.819 (-2.42)   |   PEFINDO25 325.262 (-0.85)   |   SMInfra18 322.474 (-4.51)   |   SRI-KEHATI 391.563 (-2.93)   |  

Kematian Pasien Covid-19 yang Komorbid Diabetes Sangat Tinggi

Rabu, 25 November 2020 | 21:35 WIB
Oleh : Indah Handayani / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Salah satu penyakit penyerta atau komorbid pasien Covid-19 yang cukup berbahaya adalah diabetes. Diabetes menempati urutan kedua setelah hipertensi sebagai penyebab keparahan dan kematian pasien Covid-19. Pasien diabetes harus lebih waspada dan disiplin dalam menjaga kadar gula darah selama pandemi agar kondisinya sehat dan mencegah terjadinya komplikasi.

Namun, di saat yang bersamaan terdapat kekhawatiran untuk melakukan kontrol gula darah ke fasilitas kesehatan karena selalu dibayangi oleh penularan virus Covid-19.

Ketakutan pasien untuk mendatangi fasilitas kesehatan terlihat dari survey MarkPlus Industry Roundtable edisi ke 20 yang menunjukkan bahwa masyarakat semakin takut untuk mengunjungi rumah sakit sejak pandemi. Sebanyak 71,8% responden mengaku tidak pernah mengunjungi rumah sakit ataupun klinik sejak adanya Covid-19.

Ketut Suastika, selaku Ketua Perkeni menjelaskan, pengelolaan diabetes sebelum maupun selama pandemi seharusnya tidak dibedakan. Sebagian masyarakat memang takut datang ke pelayanan kesehatan sehingga berimbas pada gula darah yang tidak terkontrol dan rawan komplikasi. Sebenarnya pemerintah sudah memberikan kelonggaran bagi penyandang penyakit tertentu untuk tidak mendatangi fasilitas kesehatan.

“Pasien yang terlalu berisiko bisa diwakili keluarga, asalkan bukan pasien baru. Pemerintah juga memberikan pengobatan untuk dua bulan sehingga kunjungan menjadi lebih jarang,” ungkapnya dalam keterangan pers diterima Rabu (25/11/2020).

Rapat Komisi IX DPR dengan Kemkes dan jajarannya tanggal 17 November 2020, menyoroti persoalan ini. Tingginya kematian pada pasien Covid-19 yang disertai penyakit penyerta seperti diabetes, salah satunya disebabkan pelayanan dasar di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP/Puskesmas) belum maksimal. Tanpa intervensi yang agresif, dikhawatirkan pengelolaan diabetes semakin menurun, dan membuat pasien semakin rentan selama pandemi. Baik rentan komplikasi maupun rentan mengalami keparahan dan kematian saat tertular Covid-19

Anggota Komisi IX, Netty Prasetiyani mengatakan berbagai upaya memang mesti dilakukan, salah satunya melakukan inovasi pelayanan publik untuk pasien diabetes di Puskesmas. Puskesmas adalah fasilitas kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat, oleh karena itu harus lebih diberdayakan. Di awal pandemi pemerintah cukup kedodoran, namun hal itu dimaklumkan karena semua masih belajar bagaimana menyiapkan protokol Covid-19 dan memperkuat SDM untuk penanganan korban.

“Namun sekarang sudah lebih dari 8 bulan pandemi, seharusnya sudah tidak ada alasan lagi bagi pemerintah untuk tidak membenahi pelayanan di Puskesmas,” lanjut Netty.

Menurut Netty, Komisi IX DPR mendesak Kementerian Kesehatan untuk mengoptimalkan penanganan penyakit penyerta Covid-19, termasuk diabetes, dengan cara memperkuat berbagai layanan dasar di FKTP. Pelayanan minimal yang harus adalah adalah deteksi dini diabetes, cek gula darah, dan memastikan ketersediaan obat-obatan antidiabetes, termasuk insulin. Selain itu melakukan langkah mitigasi, yakni bagaimana mencegah agar pasien dengan komorbid yang berisiko mengalami gejala sedang hingga berat saat terinfeksi Covid-19, bisa diminimalisir.

“Edukasi juga harus terus dikedepankan sebagai salah satu upaya promotif dan preventif. SDM di Puskesmas bisa menggandeng komunitas-komunitas di masyarakat untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan diabetes selama pandemi. Komunitas ini biasanya lebih didengar oleh masyarakat,” tutup Netty.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Untuk Kebutuhan Vaksinasi, Anggaran Kesehatan Ditambah Jadi Rp 97,26 T

Saat ini penyerapan anggaran di sektor kesehatan sudah mencapai Rp 36,69 triliun atau 40,81 persen dari pagu anggaran.

KESEHATAN | 25 November 2020

Kasus Covid-19 Pecah Rekor, DKI Jakarta dan Jateng Penyumbang Terbanyak

Adapun penambahan kasus baru di DKI Jakarta tercatat sebanyak 1.273. Lalu diikuti Jawa Tengah sebanyak 1.008.

KESEHATAN | 25 November 2020

Adaptasi Kebiasaan 3M Terkendala Rendahnya Kedisplinan

Adaptasi kebiasaan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak atau 3M masih terkendala akibat rendahnya kedisplinan.

KESEHATAN | 25 November 2020

Tambah 5.534, Kasus Baru Covid-19 Hari Ini Pecahkan Rekor

Jumlah kasus harian hari ini memecahkan rekor sebelumnya yakni sebanyak 5.444 pada 13 November lalu.

KESEHATAN | 25 November 2020

Pemerintah Daerah Harus Jadikan Pencegahan Stunting Prioritas Pembangunan

Permasalahan stunting di Indonesia terjadi hampir di seluruh wilayah dan kelompok sosial ekonomi.

KESEHATAN | 25 November 2020

Teknologi Digital Mudahkan Pasien Konsultasi Kesehatan dari Rumah

Aplikasi teknologi layanan kesehatan adalah cara terbaik mengatasi masalah aksesibilitas masyarakat.

KESEHATAN | 25 November 2020

Mayoritas Masyarakat Siap Divaksin COVID-19

Hasil survei Kementerian Kesehatan dan ITAGI menunjukan dua pertiga responden menyatakan bersedia menerima vaksin COVID-19.

KESEHATAN | 25 November 2020

Rela Dites, Cermin Kepahlawanan Pemutus Covid-19

Masyarakat yang melakukan pemeriksaan atau dites adalah pahlawan bagi upaya memutus rantai penularan Covid-19.

KESEHATAN | 24 November 2020

Pemerintah Dukung Inisiatif Swasta Produksi Vaksin

Pemerintah terus berupaya mewujudkan kemandirian dalam bidang farmasi, khususnya di tengah pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 24 November 2020

Jangan Percaya Hoax, Vaksin Covid-19 yang Sudah Beredar Dijamin Aman

Vaksin Covid-19 yang sudah beredar di masyarakat dijamin aman.

KESEHATAN | 24 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS