Adaptasi Kebiasaan 3M Terkendala Rendahnya Kedisplinan
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

Adaptasi Kebiasaan 3M Terkendala Rendahnya Kedisplinan

Rabu, 25 November 2020 | 16:19 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / JAI

Jakarta, Beritasatu.com - Adaptasi kebiasaan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak atau 3M masih terkendala akibat rendahnya kedisplinan. Padahal, pengetahun masyarakat terhadap 3M sudah cukup tinggi.

Ketua Bidang Komunikasi Publik Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Hery Trianto, mengatakan survei terbaru Indobarometer menyebut pengetahuan orang terhadap 3M sangat tinggi. Namun sayangnya, meski pengetahuan 3M membaik, tingkat kedisiplinan perilaku prokes masih rendah.

Survei terbaru Indobarometer menunjukan pengetahuan memakai masker di atas 90 %, sedangkan mencuci tangan dan menjaga jarak masing-masing 80 %. Namun kedisplinan perilaku memakai masker hanya 54 %, menjaga jarak dan menghindari kerumunan justru lebih rendah lagi.

Terkait dengan itu, Hery mengingatkan bahwa masyarakat harus menjadi garda terdepan pencegahan penularan Covid-19. Mengubah laku dan disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes) adalah bagian dari adaptasi kebiasaan baru.

"Penanganan kesehatan itu benteng terakhir. Sebagus apapun sistem kesehatan tidak akan mampu mengatasi ledakan besar. Sebab garda terdepannya adalah perubahan perilaku masyarakat dengan 3M," kata Hery, dalam talkshow webinar dari Graha BNPB, Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Menurut Hery, protokol kesehatan (prokes) 3M di tengah pandemi Covid-19 ini terdiri dari memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan. Ketiganya harus dilakukan bersamaan dan melibatkan semua pihak.

Untuk mengatasi Covid-19, lanjutnya, mencegah adalah cara yang paling efektif. Caranya dengan mengubah perilaku atau adaptasi kebiasaan baru. Namun praktiknya masih menemui tantangan, karena masih ada 17 % manusia yang merasa kebal terhadap Covid-19.

Berpijak pada pengalaman tiga liburan yang lalu di masa pandemi membuat kenaikan kasus signifikan, Hery pun mengingatkan masyarakat untuk melakukan 3M secara total, sehingga meringankan tugas tenaga kesehatan.

"Pengorbanan tenaga kesehatan harus kita bayar dengan disiplin dan patuh terhadap 3M agar meringankan tugas mereka," ujar Hery.

Dia mengungkapkan, lebih dari 200 negara di dunia terdampak Covid-19 dan dari sisi penanganan, dan Indonesia masuk peringkat 19. "Artinya ini tidak buruk-buruk amat, tapi harus dijadikan indikator kita untuk lebih baik lagi," kata Hery.

Selandia Baru adalah negara pertama di dunia yang penanganan Covid-19 berada di peringkat pertama. Sedangkan di lingkup negara-negara Asia Tenggara, Indonesia masih di bawah Thailand, Singapura dan Vietnam.

Sementara itu, tim pakar kesehatan masyarakat Satgas Penanganan Covid-19, Ede Surya Darmawan, mengatakan pandemi belum berakhir. Untuk itu jangan jemu terus menyampaikan kepada masyarakat pentingnya perubahan perilaku dengan 3M.

Menurut dia, evaluasi mengenai sosialisasi harus dilakukan untuk bisa mengetahui apakah cara penyampaiannya kreatif dan tepat. Selain itu, perlu dlibatkan 79.000 lebih kepala desa dalam sosialisasi prokes 3M agar dapat memberikan pemahaman yang tepat. Sosok panutan seperti tokoh agama juga harus berperan mendorong adaptasi kebiasaan baru di masyarakat.

"Selain prokes 3M individu, tempat umum juga harus menerapkan prokes serupa. Selain itu, testing, tracing, dan treatment harus dilakukan secara paripurna," ucap Ede.

Komite Pengendalian Covid-19 Unicef, Arie Rukmantara, mengatakan saat terjadi krisis kesehatan anak menjadi kelompok yang paling dirugikan. Oleh sebab itu, anak juga perlu mendapat sosialisasi yang baik dalam penerapan 3M.

"Sosialisasikan adaptasi kebiasan baru ke anak, misalnya masker digunakan untuk menurunkan risiko penularan, begitu pula dengan mencuci tangan dan menjaga jarak," kata Arie.

Adaptasi kebiasaan baru ini harus dijadikan _rule model_ atau teladan bagi anak. Sebab jika suatu saat terjadi lagi pandemi, anak-anak ini menjadi generasi pertama yang bisa memutus pandemi lebih cepat.

Begitu pula dengan rencana dibukanya kembali pembelajaran tatap muka di sekolah. Harus dipastikan sekolah aman dan menerapkan 3M. Sebab salah satu hak anak adalah mendapatkan pendidikan dengan kualitas terbaik.

Sekolah yang berada di zona bebas atau rendah risiko penularan harus membuat panduan saat sekolah kembali dibuka. Prokes 3M ketat harus dijalankan.

"Memikirkan kembali bersekolah penting, karena di sana tidak hanya belajar tapi ada intervensi kesehatan dan pendidikan jasmani," ungkap Arie.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tambah 5.534, Kasus Baru Covid-19 Hari Ini Pecahkan Rekor

Jumlah kasus harian hari ini memecahkan rekor sebelumnya yakni sebanyak 5.444 pada 13 November lalu.

KESEHATAN | 25 November 2020

Pemerintah Daerah Harus Jadikan Pencegahan Stunting Prioritas Pembangunan

Permasalahan stunting di Indonesia terjadi hampir di seluruh wilayah dan kelompok sosial ekonomi.

KESEHATAN | 25 November 2020

Teknologi Digital Mudahkan Pasien Konsultasi Kesehatan dari Rumah

Aplikasi teknologi layanan kesehatan adalah cara terbaik mengatasi masalah aksesibilitas masyarakat.

KESEHATAN | 25 November 2020

Mayoritas Masyarakat Siap Divaksin COVID-19

Hasil survei Kementerian Kesehatan dan ITAGI menunjukan dua pertiga responden menyatakan bersedia menerima vaksin COVID-19.

KESEHATAN | 25 November 2020

Rela Dites, Cermin Kepahlawanan Pemutus Covid-19

Masyarakat yang melakukan pemeriksaan atau dites adalah pahlawan bagi upaya memutus rantai penularan Covid-19.

KESEHATAN | 24 November 2020

Pemerintah Dukung Inisiatif Swasta Produksi Vaksin

Pemerintah terus berupaya mewujudkan kemandirian dalam bidang farmasi, khususnya di tengah pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 24 November 2020

Jangan Percaya Hoax, Vaksin Covid-19 yang Sudah Beredar Dijamin Aman

Vaksin Covid-19 yang sudah beredar di masyarakat dijamin aman.

KESEHATAN | 24 November 2020

70% Kapasitas ICU di Jabar, Jateng, dan Banten Penuh

Sedangkan pemakaian tempat tidur isolasi di atas 70% ada di Provinsi DKI Jakarta.

KESEHATAN | 24 November 2020

Alamiah, Usai Vaksin Tubuh Memberikan Reaksi Ringan

Demi mengendalikan Covid-19 salah satu cara yang tengah diupayakan pemerintah adalah dengan menyediakan vaksin, melaksanakan vaksinasi, dan imunisasi.

KESEHATAN | 24 November 2020

Pemerintah Siapkan Sistem Satu Data Vaksinasi Covid-19

Pemerintah akan melakukan vaksinasi sesuai standar WHO, dan semua data terbuka.

KESEHATAN | 24 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS