Rela Dites, Cermin Kepahlawanan Pemutus Covid-19
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

Rela Dites, Cermin Kepahlawanan Pemutus Covid-19

Selasa, 24 November 2020 | 22:45 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Masyarakat yang melakukan pemeriksaan atau dites adalah pahlawan bagi upaya memutus rantai penularan Covid-19. Jika memiliki gejala Covid-19 atau terlibat dalam kerumunan tanpa ada protokol kesehatan ketat, maka dianjurkan untuk memeriksakan diri ke puskesmas karena testing sudah digratiskan.

Kepala Sub Bidang Tracing Satgas Covid-19, Kusmedi Priharto mengatakan, Covid-19 adalah virus baru yang cara penularannya melalui droplet. Bahkan droplet yang jatuh bisa menjadi airborne. Apalagi di ruangan dengan sistem pendingin sentral tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak, maka penularan masif akan terjadi.

"Kalau sehabis bertemu atau berkumpul di tempat banyak orang dan tidak ada protokol kesehatan benar, saatnya datang ke puskesmas untuk tanyakan tertular atau tidak. Biar orang puskesmas yang ambil keputusan untuk itu," katanya dalam dialog virtual dari Graha BNPB, di Jakarta, Selasa (24/11/2020).

Untuk memastikan terinfeksi virus ini maka testing adalah langkah tepat. Jika bergejala ringan maka disarankan untuk isolasi mandiri di rumah atau di tempat yang sudah disiapkan pemerintah. Namun jika bergejala sedang hingga berat maka akan dirawat di rumah sakit.

Pelaksanaan testing ini, lanjutnya, tidak memberatkan masyarakat karena pemerintah sudah menyediakannya secara gratis.

Terkait testing, diagnostik mutlak dilakukan dengan polymerase chain reaction (PCR) yang memiliki tingkat akurasi tinggi. Namun untuk penelusuran kontak (tracing) guna mengetahui kondisi seseorang terpapar Covid-19 atau tidak akan dilakukan dengan metode swab antigen. Hasil pemeriksaan ini dapat diketahui dalam 10-15 menit dengan tingkat akurasi hingga 82%.

"Jika dengan metode antigen diketahui hasilnya positif maka akan diteruskan dengan pemeriksaan PCR sebagai konfirmasi," imbuhnya.

Kusmedi menambahkan, saat ini kasus sedang tinggi dan tingkat hunian rumah sakit juga tinggi. Jika masyarakat ditemukan dalam kondisi awal tidak berat, penyembuhan akan jauh lebih mudah dan efisien. Itulah mengapa testing sangat penting.
Hal ini diawali dengan tracking atau mencari orang-orang yang positif atau yang kontak dengan orang positif sehingga bisa didapatkan hasil positif atau negatif.

"Kami berusaha menemukan orang-orang dalam posisi kondisi ringan. Bisa disembuhkan dengan sempurna dan penyembuhan tidak gunakan obat tetapi dengan istirahat bagus, tingkatkan daya tahan tubuh olah raga, minum obat meningkatkan daya tahan tubuh," paparnya.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemerintah Dukung Inisiatif Swasta Produksi Vaksin

Pemerintah terus berupaya mewujudkan kemandirian dalam bidang farmasi, khususnya di tengah pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 24 November 2020

Jangan Percaya Hoax, Vaksin Covid-19 yang Sudah Beredar Dijamin Aman

Vaksin Covid-19 yang sudah beredar di masyarakat dijamin aman.

KESEHATAN | 24 November 2020

70% Kapasitas ICU di Jabar, Jateng, dan Banten Penuh

Sedangkan pemakaian tempat tidur isolasi di atas 70% ada di Provinsi DKI Jakarta.

KESEHATAN | 24 November 2020

Alamiah, Usai Vaksin Tubuh Memberikan Reaksi Ringan

Demi mengendalikan Covid-19 salah satu cara yang tengah diupayakan pemerintah adalah dengan menyediakan vaksin, melaksanakan vaksinasi, dan imunisasi.

KESEHATAN | 24 November 2020

Pemerintah Siapkan Sistem Satu Data Vaksinasi Covid-19

Pemerintah akan melakukan vaksinasi sesuai standar WHO, dan semua data terbuka.

KESEHATAN | 24 November 2020

Kasus Positif pada Libur Panjang Agustus ke Oktober 2020 Alami Penurunan

Untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan kasus di masa libur panjang, Satgas Covid-19 selalu menekankan pentingnya disiplin terhadap protokol kesehatan.

KESEHATAN | 24 November 2020

Sebelum Sekolah Tatap Muka, Satgas Minta Dilakukan Simulasi Lebih Dulu

Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pembelajaran tatap muka di sekolah harus diawali dengan simulasi terlebih dahulu.

KESEHATAN | 24 November 2020

5 Provinsi Penyumbang Kenaikan Kasus Covid-19 dalam Sepekan

Satgas Covid-19 melihat tren 5 kasus penambahan kumulatif tertinggi masih konsisten pada 5 provinsi pada pekan ini dan pekan sebelumnya.

KESEHATAN | 24 November 2020

Jabar Terima Bantuan APD dan Soffell Lotion Anti Nyamuk dari Enesis

Yayasan Enesis Indonesia menyerahkan 6.200 APD serta 17.496 buah Soffell Lotion Anti Nyamuk kepada masyarakat Jabar.

KESEHATAN | 24 November 2020

Satgas Covid-19 Imbau Warga Bijak Pilih Kegiatan Isi Libur Panjang

Satgas Covid-19 mengimbau masyarakat bijak memilih kegiatan untuk mengisi libur panjang di akhir tahun ini.

KESEHATAN | 24 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS