YLKI Dukung Rencana Kenaikan Cukai Rokok di 2021
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 526.524 (-11.32)   |   COMPOSITE 6376.76 (-85.96)   |   DBX 1366.47 (-4.13)   |   I-GRADE 184.394 (-4.05)   |   IDX30 516.608 (-10.51)   |   IDX80 138.726 (-2.53)   |   IDXBUMN20 405.249 (-8.22)   |   IDXESGL 142.142 (-2.59)   |   IDXG30 145.757 (-3.33)   |   IDXHIDIV20 455.745 (-7.55)   |   IDXQ30 148.268 (-2.8)   |   IDXSMC-COM 300.72 (-2.17)   |   IDXSMC-LIQ 363.064 (-5.5)   |   IDXV30 136.038 (-1.55)   |   INFOBANK15 1074.63 (-26.5)   |   Investor33 444.938 (-9.47)   |   ISSI 184.203 (-2.63)   |   JII 631.94 (-13.58)   |   JII70 222.617 (-4.41)   |   KOMPAS100 1239.85 (-24.1)   |   LQ45 968.215 (-19.75)   |   MBX 1728.57 (-26.45)   |   MNC36 329.564 (-6.33)   |   PEFINDO25 328.624 (-5.07)   |   SMInfra18 313.805 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 378.364 (-8.61)   |  

YLKI Dukung Rencana Kenaikan Cukai Rokok di 2021

Jumat, 23 Oktober 2020 | 15:46 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengapresiasi dan memberikan dukungan kepada pemerintah khususnya Kementerian Keuangan (Kemkeu) atas rencana kenaikan cukai rokok sebesar 17 persen hingga 18 persen pada 2021.

"Kenaikan harga rokok sangat penting untuk memberikan perlindungan pada konsumen, sebab cukai memang sebagai instrumen untuk melindungi masyarakat sebagai perokok aktif dan atau perokok pasif,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, di Jakarta, Jumat (23/10/2020).

Menurut Tulus, kenaikan cukai rokok juga sangat penting untuk melindungi perokok anak dan remaja. Mengingat prevalensi merokok anak di Indonesia sudah sangat tinggi, mencapai 8,5 persen. Padahal, target dari RPJMN 2020 hanya 5,8 persen.

"Artinya target menurunkan prevalensi merokok pada anak menjadi sangat penting, dan kenaikan cukai rokok menjadi instrumen efektif untuk itu," ungkapnya.

Selama ini, lanjut Tulus, prevalensi merokok pada anak terus naik, karena harga rokok terlalu murah, dan apalagi rokok bisa dijual secara ketengan atau per batang. Apalagi, peringatan pada bungkus rokok masih sangat kecil (40 persen), dan atau iklan dan promosi rokok yang masih dominan di semua lini.

Asumsi kenaikan cukai rokok akan melambatkan pertumbuhan ekonomi dan pemutusan hubungan kerja (PHK) buruh, adalah tidak benar dan tidak beralasan. Sebab faktanya, kenaikan cukai rokok justru menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi, karena masyarakat akan mengalokasikan belanja untuk kebutuhan yang lebih urgent di masa pandemi ini.

Menurut Tulus, faktor pengurangan buruh bukan karena kenaikan cukai tapi faktor mekanisasi. Selain itu, faktor rendahnya penyerapan tembakau lokal karena tingginya impor tembakau. Lagi pula di masa pandemi Covid-19 seperti ini, aktivitas merokok menjadi sangat rawan dan high risk, karena bisa menjadi trigger untuk konsumen terinfeksi Covid-19.

"Oleh karena itu, pemerintah tak perlu ragu untuk menaikkan cukai rokok pada 2021, sebab justru sangat positif dari aspek pertumbuhan ekonomi dan atau aspek kesehatan masyarakat, demi melindungi masyarakat secara kuat dan komprehensif,” tutupnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Daewoong Raih Izin Edar Alat Uji Covid-19 di Indonesia

Alat uji ini telah memperoleh sertifikasi CE-IVD di Eropa pada Maret lalu.

KESEHATAN | 23 Oktober 2020

Satgas : Ini Tahapan Pengembangan Vaksin Covid-19

Masyarakat diharapkan mendukung pemerintah secara penuh pengadaan vaksin dan vaksinasi.

KESEHATAN | 23 Oktober 2020

Media Sosial Jadi Rujukan Utama Informasi Nutrisi

Sebanyak 68 persen konsumen di Asia Pasifik menggunakan media sosialuntuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan nutrisi dan kesehatan.

KESEHATAN | 22 Oktober 2020

Angka Covid-19 Anak di Indonesia Naik 100 Persen

Kasus Covid-19 pada anak di Indonesia naik 100 persen pada Oktober 2020.

KESEHATAN | 22 Oktober 2020

Pemerintah Tidak Terburu-buru Berikan Vaksin

Yang dilakukan pemerintah saat ini adalah bertemu terlebih dahulu dengan para produsen tentang kesediaan mereka seandainya Indonesia jadi membeli vaksinnya.

KESEHATAN | 22 Oktober 2020

Antisipasi Klaster Liburan, Epidemiolog Minta RT dan RW Data Warga yang Berpergian

Itu akan sangat efektif untuk pengendalian kasus serta melakukan tracing apabila ada kasus baru.

KESEHATAN | 22 Oktober 2020

Pemanfaatan JKN-KIS Menurun Selama Pandemi Covid-19

Penurunan ini diduga bukan hanya karena orang takut berobat ke faskes, tetapi bisa jadi pemanfaatan layanan JKN sebelum pandemi tidak sesuai kebutuhan pasien.

KESEHATAN | 22 Oktober 2020

14 Provinsi Termasuk Jakarta Laporkan Kasus Sembuh Lebih Banyak dari Kasus Baru

Jumlah kasus sembuh di ibukota sebanyak 1.159 sedangkan penambahan kasus baru Covid-19 sebanyak 989.

KESEHATAN | 22 Oktober 2020

Update Covid-19: Tambah 4.432, Kasus Positif di Indonesia Jadi 377.541

Penambahan 4.432 kasus baru Covid-19 berdasarkan pemeriksaan spesimen sebanyak 43.928.

KESEHATAN | 22 Oktober 2020

Inilah Rekomendasi Pemberian Vaksinasi Covid-19 Menurut PB IDI

PB IDI minta pemerintah agar jangan tergesa-gesa dalam pemberian vaksin Covid-19 kepada masyarakat dan tenaga medis.

KESEHATAN | 22 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS