Prof Chairul Nidom: Jangan Membenci Covid-19
Logo BeritaSatu

Prof Chairul Nidom: Jangan Membenci Covid-19

Sabtu, 17 Oktober 2020 | 08:41 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Angka kasus positif Covid-19 di Indonesia sudah melebihi angka 350.000, dan sudah memakan korban jiwa lebih dari 12.300 orang. Meski demikian, Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin dari Profesor Nidom Foundation (PNF), Prof dr Chairul Anwar Nidom, mengatakan bahwa masyarakat diharap tetap waspada tanpa harus membenci situasi yang ada.

Menurutnya virus SARS-CoV-2 atau yang tenar dengan nama Covid-19 ini juga merupakan makhluk hidup yang juga memiliki naluri untuk bertahan hidup. Sehingga, agar dapat melakukan replikasi atau memperbanyak diri biasanya virus membutuhkan inang.

“Sebenarnya virus itu tidak membinasakan manusia, tetapi tubuh manusia yang lemah sehingga saat dihinggapi virus akhirnya sakit dan menjadi korban. Seandainya manusia kuat, dia akan bertahan menghadapi apapun seiring dengan semua hal yang ada di dunia ini. Jadi itu adalah keseimbangan antara virus, manusia, dan lingkungan,” terangnya dalam diskusi daring di kanal Jaya Suprana Show, Jumat (16/10/2020).

Sudah meneliti virus bertahun-tahun lamanya, ia menganggap Covid-19 ini merupakan virus yang cerdik dan unik. Menurutnya, Covid-19 bukanlah virus yang dapat membunuh langsung, tetapi memiliki keterampilan menular ke manusia dengan cepat.

Salah satu penyebab manusia meninggal, lanjutnya, karena faktor imunitas dari manusia itu sendiri. Biasanya manusia memiliki penyakit bawaan seperti kadar gula tinggi, kolesterol, hingga penyakit lain. Sehingga ketika Covid-19 menempel, membuat manusia itu semakin lemah.

“Ada tatanan konsep dalam alam ini. Saling memberi, dan meminta. Sama dengan virus Covid ini hanya ingin menempel dan melakukan ini (replikasi), ya yang harus kita lakukan adalah menutup lubang-lubang yang akan dimasuki virus kita tutup. Untuk itu kunci menghadapi Covid adalah masker, bukan vaksin,” ungkapnya.

Menurutnya, klau masker yang bersertifikasi itu terbukti dapat menutup virus masuk. Sehingga, virus itu akan mengudara dan menjadi tidak aktif lagi. Jadi penggunaan vaksin, orang-orang digunakan bukan untuk menghilangkan virus, tetapi menekan agar orang tidak sakit saat dihinggapi Covid-19 dalam tubuhnya. Virus akan tetap ada disekitar masyarakat, sehingga vaksinasi harus terus menerus dilakukan.

“Virus ini menular dari percikan droplet yang terlontar di udara. Ini kan mekanik, jadi ditutup saja dengan masker yang berstandar. Jadi orang yang memiliki virus tidak melontarkan virusnya karena tertahan masker, dan orang yang menggunakan masker kalau ada di udara juga tidak akan terhirup. Sudah selesai di situ saja penularan virus ini,” tukasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ponpes Darunnajah Terapkan Protokol Kesehatan dengan Ketat

Jika tidak pakai masker, guru dan pengelola di-charge Rp 250.000, sedangkan santri dikenakan sanksi.

KESEHATAN | 16 Oktober 2020

Pesantren Jadi Agen Perubahan Perilaku 3M

Pesantren diharapkan menjadi garda terdepan untuk mendorong perubahan perilaku di masyarakat melalui keteladanan dan edukasinya.

KESEHATAN | 16 Oktober 2020

Menlu Temui Dirjen WHO Pastikan Koordinasi Vaksin Covid-19

RI dan WHO sepakat berkoordinasi dalam persiapan hingga pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

KESEHATAN | 16 Oktober 2020

Wapres : Fatwa MUI Jadi Rujukan Umat Islam Saat Covid-19

Keberadaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) selama masa pandemi Covid-19 sangat dibutuhkan umat Islam Indonesia.

KESEHATAN | 16 Oktober 2020

Kemkes Sudah Bayarkan Rp 7,1 Triliun untuk Klaim Covid-19

Kemkes telah membayarkan dana sebesar Rp 7,1 triliun kepada rumah sakit untuk klaim layanan Covid-19.

KESEHATAN | 16 Oktober 2020

Duta Intidaya Targetkan Penambahan Gerai Baru

Merayakan hari jadinya yang ke-14 tahun, Watsons Indonesia untuk pertama kalinya menyelenggarakan Health Wellness and Beauty (HWB) Awards 2020.

KESEHATAN | 16 Oktober 2020

Pentingnya Merawat Kesehatan Mental di Masa Pandemi

Selama pandemi, banyak orang yang mengalami masalah kesehatan mental.

KESEHATAN | 16 Oktober 2020

Kopmas Minta BPOM Serius Sosialisasi Aturan Kental Manis

Mindset masyarakat tentang kental manis adalah susu telah mengakar selama bertahun-tahun.

KESEHATAN | 16 Oktober 2020

Update Covid-19: Tambah 4.301, Kasus Positif di Indonesia Jadi 353.461

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 4.301 selama 24 jam terakhir sampai Jumat (16/10/2020) siang WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 353.461.

KESEHATAN | 16 Oktober 2020

Badan POM Inspeksi ke Tiga Produsen Vaksin Covid-19

Bersama Tim Kementerian Kesehatan, LP POM MUI, dan PT Bio Farma.

KESEHATAN | 16 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS