Pesantren Jadi Agen Perubahan Perilaku 3M
Logo BeritaSatu

Pesantren Jadi Agen Perubahan Perilaku 3M

Jumat, 16 Oktober 2020 | 19:54 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Pondok pesantren diharapkan menjadi agen perubahan di dalam pondoknya maupun terhadap masyarakat di sekitarnya dalam penerapan protokol kesehatan 3M di masa pandemi Covid-19.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito mengatakan, jika 3M dilakukan dengan baik maka pesantren akan terproteksi dari penularan Covid-19.

Protokol kesehatan 3M itu meliputi mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

"Lingkungan pondok pesantren sangat penting dalam penerapan 3M karena jumlah pesantren di Indonesia banyak. Kemudian, santri, pengelola, dan gurunya juga cukup banyak," katanya dalam dialog virtual dari Graha BNPB Jakarta, Jumat (16/10/2020).

Senada dengan itu, Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19, Sonny B Harmadi mengungkapkan, 3M adalah perubahan perilaku untuk memutus rantai Covid-19. Dengan mematuhi protokol kesehatan, diharapkan orang tidak lagi tertular.

"Kepatuhan memakai masker dan mencuci tangan sudah meningkat, tetapi yang masih rendah kemampuan menjaga jarak dan menghindari kerumunan," ucapnya.

Sonny menyebut, salah satu komponen masyarakat yang penting adalah pendidikan termasuk pesantren. Sebab, pesantren diharapkan menjadi garda terdepan untuk mendorong perubahan perilaku di masyarakat melalui keteladanan dan edukasinya.

Apalagi jika di seluruh pesantren dibentuk Satgas Penanganan Covid. Secara internal, pesantren menjaga agar tidak ada penularan lalu menjadi teladan masyarakat sekitarnya dalam perilaku disiplin terhadap 3M.

"Kalau santri dan kiai menjadi teladan masyarakat sekelilingnya luar biasa, jumlahnya sangat banyak yang terpengaruh," imbuhnya.

Kemudian, Sonny menyarankan agar area pondok pesantren menyediakan ruang isolasi untuk tempat karantina jika entitas ponpes mengalami gejala kesehatan suspek terinfeksi Covid-19.

"Ruang isolasi yang dapat digunakan oleh guru, santri, dan pengurus pesantren jika mengalami flu, batuk, demam, gangguan pernapasan, sakit tenggorokan, dan badan terasa letih," katanya.

Dia mengatakan pesantren merupakan lembaga pendidikan yang memiliki kekhasan komunal. Sistem pendidikan dalam ponpes bersifat kekeluargaan sehingga entitasnya kerap berada dalam kerumunan jumlah besar.

Budaya yang khas di pesantren itu, kata dia, harus diimbangi dengan fasilitas karantina agar jika ada satu individu yang suspek Covid-19 tidak mudah menularkannya kepada entitas lainnya.

Menurut dia, penting juga bagi pesantren untuk menerapkan sistem pengamatan terpadu dengan absensi dan monitor kesehatan santri secara rutin baik di kelas, asrama maupun aktivitas lainnya.

Ia mengatakan sistem monitoring yang baik akan merekam berbagai riwayat kesehatan entitas ponpes. Dengan begitu, apabila ada salah satu individu terinfeksi Covid-19 maka dapat dilokalisir dan tidak menyebar kepada cakupan yang lebih luas.

Untuk itu, Satgas Covid-19 mengingatkan pesantren perlu memiliki jaringan dengan fasilitas kesehatan terdekat misalnya puskesmas, rumah sakit dan tim medis untuk terus memantau kondisi kesehatan santri, ustaz serta pengurus pesantren.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Menlu Temui Dirjen WHO Pastikan Koordinasi Vaksin Covid-19

RI dan WHO sepakat berkoordinasi dalam persiapan hingga pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

KESEHATAN | 16 Oktober 2020

Wapres : Fatwa MUI Jadi Rujukan Umat Islam Saat Covid-19

Keberadaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) selama masa pandemi Covid-19 sangat dibutuhkan umat Islam Indonesia.

KESEHATAN | 16 Oktober 2020

Kemkes Sudah Bayarkan Rp 7,1 Triliun untuk Klaim Covid-19

Kemkes telah membayarkan dana sebesar Rp 7,1 triliun kepada rumah sakit untuk klaim layanan Covid-19.

KESEHATAN | 16 Oktober 2020

Duta Intidaya Targetkan Penambahan Gerai Baru

Merayakan hari jadinya yang ke-14 tahun, Watsons Indonesia untuk pertama kalinya menyelenggarakan Health Wellness and Beauty (HWB) Awards 2020.

KESEHATAN | 16 Oktober 2020

Pentingnya Merawat Kesehatan Mental di Masa Pandemi

Selama pandemi, banyak orang yang mengalami masalah kesehatan mental.

KESEHATAN | 16 Oktober 2020

Kopmas Minta BPOM Serius Sosialisasi Aturan Kental Manis

Mindset masyarakat tentang kental manis adalah susu telah mengakar selama bertahun-tahun.

KESEHATAN | 16 Oktober 2020

Update Covid-19: Tambah 4.301, Kasus Positif di Indonesia Jadi 353.461

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 4.301 selama 24 jam terakhir sampai Jumat (16/10/2020) siang WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 353.461.

KESEHATAN | 16 Oktober 2020

Badan POM Inspeksi ke Tiga Produsen Vaksin Covid-19

Bersama Tim Kementerian Kesehatan, LP POM MUI, dan PT Bio Farma.

KESEHATAN | 16 Oktober 2020

Ke Tiongkok, Badan POM Kawal Mutu Vaksin Covid-19

Badan POM mengawal keamanan dan mutu vaksin Covid-19 mulai dari uji klinik, proses produksi, hingga peredarannya.

KESEHATAN | 16 Oktober 2020

Satgas Covid-19: Jangan Sampai Muncul Klaster Baru di Musim Hujan

Prof Wiku Adisasmito mengingatkan agar tidak ada penambahan klaster baru di tengah potensi bencana.

KESEHATAN | 16 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS