Kemkes Sudah Bayarkan Rp 7,1 Triliun untuk Klaim Covid-19
Logo BeritaSatu

Kemkes Sudah Bayarkan Rp 7,1 Triliun untuk Klaim Covid-19

Jumat, 16 Oktober 2020 | 21:54 WIB
Oleh : Dina Manafe / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Kesehatan (Kemkes) telah membayarkan dana sebesar Rp 7,1 triliun kepada rumah sakit untuk klaim layanan Covid-19. Realisasi anggaran ini terbilang belum optimal. Baru sekitar 34 persen dari total dana yang disiapkan oleh pemerintah untuk pembiayaan klaim layanan Covid-19 di tahun ini sebesar Rp21 triliun.

Plt Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemkes, Abdul Kadir, mengatakan, hingga 15 Oktober 2020, Kemkes sudah membayarkan Rp 7,1 triliun dengan rincian Rp 6,2 triliun berasal dari anggaran DIPA Kemkes, dan sekitar Rp 950 miliar bersumber dari anggaran BNPB. Total tagihan yang sudah diterima Kemkes sebesar Rp12 triliun. Berarti masih ada Rp 4 triliun lebih dalam proses verifikasi.

“Sampai saat ini jumlah pembayaran per hari Rp 150 miliar sampai Rp180 miliar, dan kita memastikan dalam satu bulan bisa membayar Rp 3 triliun,” kata Kadir dalam temu media secara virtual, Jumat (16/10/2020).

Menurut Kadir, hingga saat ini masih ada rumah sakit yang kesulitan dalam mengajukan klaim. Salah satu dikarenakan sejak awal kebijakan pembiayaan Covid-19 mulai dilaksanakan, Kemkes menerapkan kriteria atau syarat yang cukup ketat melalui Permenkes 318 tahun 2020. Permenkes itu kemudian direvisi menjadi Permenkes 446 tahun 2020. Dengan Permenkes yang baru ini, 10 persyaratan berkurang menjadi hanya empat.

“Kami melihat ternyata ada kesulitan dalam pembayaran dengan banyaknya dispute (klaim yang tidak sesuai dengan hasil verifikasi BPJS Kesehatan),” kata Kadir.

Permasalahan lainnya, menurut Kadir, dari 1.900 RS yang mengajukan klaim layanan Covid-19, sebagiannya tidak bekerja sama BPJS Kesehatan. Mereka tidak familiar dengan sistem verifikasi yang diselenggarakan BPJS Kesehatan. Terhadap fasilitas kesehatan ini menurut Kadir, pihaknya terus melakukan pendampingan dan edukasi.

Kadir kembali mengingatkan RS untuk mengajukan klaim sesuai ketentuan. RS mengajukan klaim secara kolektif kepada Dirjen Yankes cq.Direktur PKR ditembuskan ke BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan Kabupaten/kota. Pengajuan klaim RS lapangan atau RS darurat dilakukan oleh RS yang melakukan supervisi, pembinaan dan pengawasan.

Pengajuan klaim dilakukan 14 hari kerja. Jika terdapat kekurangan berkas, BPJS mengembalikan klaim dan rumah sakit dapat mengajukan kembali setiap hari kerja. Berkas klaim dalam bentuk sofcopy. BPJS akan melakukan verifikasi dan mengeluarkan berita acara verifikasi paling lambat 7 hari.

Setelah berkas lengkap, setelah Kemkes melakukan pembayaran ke RS dalam waktu 3 hari kerja setelah diterimanya berita acara hasil verifikasi dari BPJS. Biaya klaim ditransfer ke rekening RS pemohon setelah memperhitungkan uang muka yang diberikan. Uang muka maksimal 50 persen dari setiap jumlah klaim yang diajukan.

Ketua Umum PERSSI, Kuntjoro Adi Purjanto, mengusulkan agar dibentuk tim penyelesaian untuk membantu Kemkes mempercepat proses pendampingan terhadap RS kesulitan dalam mengajukan klaim layani Covid-19. Kemudian meningkatkan peran Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS) untuk melakukan pendampingan, edukasi, dan lainnya.

“Memang ada RS yang belum terbiasa dengan model klaim yang bekerja sama dengan BPJS. Ini memang perlu dikawal dan didampingi agar ke depan lebih baik,” kata Kuntjoro.



Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Duta Intidaya Targetkan Penambahan Gerai Baru

Merayakan hari jadinya yang ke-14 tahun, Watsons Indonesia untuk pertama kalinya menyelenggarakan Health Wellness and Beauty (HWB) Awards 2020.

KESEHATAN | 16 Oktober 2020

Pentingnya Merawat Kesehatan Mental di Masa Pandemi

Selama pandemi, banyak orang yang mengalami masalah kesehatan mental.

KESEHATAN | 16 Oktober 2020

Kopmas Minta BPOM Serius Sosialisasi Aturan Kental Manis

Mindset masyarakat tentang kental manis adalah susu telah mengakar selama bertahun-tahun.

KESEHATAN | 16 Oktober 2020

Update Covid-19: Tambah 4.301, Kasus Positif di Indonesia Jadi 353.461

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 4.301 selama 24 jam terakhir sampai Jumat (16/10/2020) siang WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 353.461.

KESEHATAN | 16 Oktober 2020

Badan POM Inspeksi ke Tiga Produsen Vaksin Covid-19

Bersama Tim Kementerian Kesehatan, LP POM MUI, dan PT Bio Farma.

KESEHATAN | 16 Oktober 2020

Ke Tiongkok, Badan POM Kawal Mutu Vaksin Covid-19

Badan POM mengawal keamanan dan mutu vaksin Covid-19 mulai dari uji klinik, proses produksi, hingga peredarannya.

KESEHATAN | 16 Oktober 2020

Satgas Covid-19: Jangan Sampai Muncul Klaster Baru di Musim Hujan

Prof Wiku Adisasmito mengingatkan agar tidak ada penambahan klaster baru di tengah potensi bencana.

KESEHATAN | 16 Oktober 2020

Banyak Dokter Gugur Akibat Covid-19, Epidemiolog: Protokol Kesehatan di RS Harus Dibenahi

Pasalnya, risiko tenaga kesehatan di RS baik RS Covid-19 maupun RS non-Covid-19 sangat tinggi, melebihi penyebaran Covid-19 di pasar maupun tempat lain.

KESEHATAN | 15 Oktober 2020

IDI: Kematian Dokter Berhubungan dengan Tingginya Kasus Covid-19 di Suatu Wilayah

Banyak dokter yang terpapar Covid-19 justru tidak menangani Covid-19 secara langsung. Mereka menangani pasien non-Covid-19 yang ternyata OTG.

KESEHATAN | 15 Oktober 2020

Pakar: Keamanan Vaksin Tak Bisa Ditawar

Dalam keadaan normal, pembuatan vaksin bisa mencapai 10-15 tahun melalui serangkaian uji praklinis pada hewan dan uji klinis pada manusia.

KESEHATAN | 15 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS