Logo BeritaSatu

Kebiasaan Merokok Malah Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Selasa, 15 September 2020 | 19:05 WIB
Oleh : Dina Manafe / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Meskipun kampanye tentang perilaku hidup sehat makin digaungkan selama pandemi Covid-19, kesadaran untuk berhenti atau minimal mengurangi kebiasaan merokok pada sebagian orang Indonesia masih kurang.

Ini terlihat dari hasil survei mengenai perilaku merokok selama pandemi oleh Komnas Pengendalian Tembakau. Survei ini menunjukkan bahwa orang tetap merokok meski berada di dalam rumah, tempat yang seharusnya bebas dari asap rokok. Bahkan ada kecenderungan jumlah batang rokok yang dihisap meningkat.

Ketua Umum Komnas Pengendalian Tembakau, Prof Hasbullah Thabrany mengatakan, hasil survei ini sekaligus merekomendasikan kepada pemerintah agar pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang kembali diketatkan di beberapa daerah di Indonesia, utamanya DKI Jakarta, perlu melihat juga hasil survei ini dalam membuat aturan untuk menekan perilaku merokok karena merokok juga merupakan salah satu faktor risiko peningkatan infeksi dan memperparah komorbid atau penyakit penyerta pada pasien Covid-19.

“Survei ini menemukan beberapa hal yang bisa menjadi landasan peraturan oleh pemerintah dalam penerapan PSBB,” kata Hasbullah pada peluncuran hasil survei perilaku merokok tersebut, Selasa (15/9/2020).

Survei ini dilakukan terhadap 612 responden dari berbagai daerah di Indonesia selama 15 Mei sampai 15 Juni 2020 atau tiga bulan setelah pemerintah Indonesia menyatakan status darurat corona pada 29 Februari 2020. Kecenderungan perilaku merokok tetap dilakukan bahkan cenderung meningkat adalah salah satu temuan yang perlu ditindaklanjuti.

Diketahui, jumlah perokok di Indonesia saat ini sekitar 75 juta orang atau 33% dari jumlah penduduk Indonesia menurut data Riskesdas 2018. Angka ini adalah yang ketiga tertinggi di dunia. Sementara itu, ada lebih dari 75% penduduk Indonesia menjadi perokok pasif dalam kegiatan sehari-harinya di ruangan tertutup, di antaranya rumah.

Dalam survei Komnnas Pengendalian Tembakau ditemukan bahwa kelompok masyarakat berpendidikan lebih tinggi dan bekerja di sektor formal cenderung lebih perhatian dalam menerapkan rumah bebas asap rokok. Meskipun sebagian besar atau 61,4% responden percaya bahwa perokok lebih rentan terkena Covid-19, namun masih ada yang tidak percaya, yaitu mereka yang masih menjadi perokok aktif.

Dari sisi belanja rokok, dengan melihat jumlah biaya beli rokok mayoritas atau 49,8% responden yang merokok mengaku memiliki pengeluaran tetap untuk membeli rokok selama masa pandemi, bahkan meningkat 13,1%. Jumlah tersebut mayoritas (77,14%) berasal dari responden dengan penghasilan kurang dari Rp 5 juta, 9,8% berpenghasilan di bawah Rp 2 juta, dan 17,8% berpenghasilan Rp 2 sampai Rp5 juta.

Sementara dari jumlah batang yang dikonsumsi, mayoritas responden yang merokok atau 50,2% mengaku tetap. Bahkan sebanyak 15,2% dari mereka konsumsinya meningkat selama pandemi. Mayoritas dari mereka berpenghasilan di bawah Rp 5 juta.

Untuk melengkapi survei ini, responden juga menjawab pertanyaan mengenai peringatan kesehatan bergambar atau pictoral health warning (PHW). Ditemukan hasil bahwa 9,5% responden mengakui PHW membuat mereka berhenti merokok selama pandemi berlangsung dan mayoritas responden atau 56,7% setuju jika ukuran PHW diperbesar.

Peneliti utama survei ini, Krisna Puji Rahmayanti mengatakan, temuan dari survei ini menunjukkan perlu ada intervensi terhadap perilaku merokok, terutama selama pandemi.

“Adanya pandemi ini tidak menurunkan perilaku merokok. Pemerintah perlu lebih kuat menerapkan kebijakan fiskal maupun nonfiskal agar masyarakat dapat berhenti merokok. Rumah seharusnya menjadi tempat teraman, salah satunya dari bahaya asap rokok, terutama di masa pandemi ini,” kata Krisna.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, dr. Agus Dwi Susanto, mengatakan, telah banyak kajian ilmiah yang membuktikan bahwa perilaku merokok membuat perokok lebih mudah terinfeksi Covid-19, dan memperparah komorbid pada pasien.

“Karena itu, penanganan Covid-19 seharusnya memperhitungkan hal ini agar penanganan lebih efektif, apalagi di negara yang jumlah perokoknya begitu besar seperti Indonesia,” kata Agus.

Dari hasil survei ini, Komnas Pengendalian Tembakau menyampaikan beberapa rekomendasi kebijakan kepada pemerintah. Kepada Kementerian Dalam Negeri untuk penerapan kawasan tanpa rekok (KTR) dan lisensi penjualan. Kepada Kementerian Kesehatan terkait PHW dan upaya berhenti merokok. Satgas Covid-19 mengenai penanganan Covid-19, serta Kementerian Keuangan sehubungan dengan belanja rokok.

Sejumlah rekomendasi tersebut, di antaranya, meningkatkan edukasi rumah ramah anak adalah rumah yang bebas asap rokok, memasukkan pengendalian konsumsi rokok dalam pedoman penanganan Covid-19 oleh seluruh satuan tugas di pusat maupun daerah, memperluas kabupaten/kota dengan kebijakan kawasan tanpa rokok disertai edukasi komprehensif tentang bahaya merokok.

Kemudian membatasi akses pembelian rokok melalui pemberlakuan lisensi penjualan produk tembakau sebagai zat adiktif, meningkatkan edukasi berhenti merokok dan menyediakan unit berhenti merokok pada level fasilitas kesehatan tingkat pertama, meningkatkan luas peringatan kesehatan bergambar dalam revisi PP109/2012 sesuai dengan peta jalan pengendalian tembakau menuju plain packaging golden standard, dan menaikkan cukai rokok untuk mendorong kenaikan harga rokok.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kapolda Metro Jaya Gelar Doa Bersama untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadli Imran menyempatkan menggelar doa bersama untuk korban tragedi Kanjuruhan saat menggelar laga persahabatan.

NEWS | 7 Oktober 2022

Ini Kronologi Tembok MTsN 19 Jakarta Roboh dan Menimpa 3 Siswa hingga Tewas

Saksi mata mengisahkan kronologi tembok MTsN 19 Jakarta roboh. Saksi mata mengatakan kejadian banjir begitu cepat.

NEWS | 7 Oktober 2022

Imbas Tembok MTsN 19 Jakarta Roboh, Pembelajaran Berlangsung Jarak Jauh

Proses belajar mengajar MTsN 19 Pondok Labu, Jakarta Selatan diberlakukan dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) setelah tembok MTsN 19 roboh.

NEWS | 7 Oktober 2022

MTsN 19 Jakarta Masih Dipasangi Garis Polisi

Garis Polisi masih terpasang di MtsN 19 Jakarta usai tembok sekolah roboh dan mengakibatkan tiga siswa meninggal dunia. 

NEWS | 7 Oktober 2022

Tembok MTsN 19 Jakarta Roboh karena Tak Mampu Tahan Volume Banjir

Tembok MtsN 19 Jakarta di Pondok Labu, roboh diduga karena fondasi bangunan tidak mampu menahan volume air saat banjir.

NEWS | 7 Oktober 2022

Kondisi Terkini MTsN 19 Jakarta yang Tembok Sekolahnya Roboh

Begini kondisi terkini MTsN 19 Jakarta di Pondok Labu yang tembok sekolahnya roboh dan meninggal tiga siswa hingga meninggal dunia. 

NEWS | 7 Oktober 2022

37 Tewas, Korban Penembakan Massal Thailand Dikunjungi Raja dan PM

Raja Maha Vajiralongkorn dan Perdana Menteri (PM) pada hari Jumat (7/10/2022) ini akan mengunjungi para penyintas dari penembakan massal di Thailand.

NEWS | 7 Oktober 2022

Biden Ampuni Warga AS yang Dihukum karena Miliki Ganja Jumlah Kecil

Joe Biden memutuskan untuk mengampuni ribuan orang AS yang dihukum karena miliki ganja jumlah kecil di bawah hukum federal.

NEWS | 7 Oktober 2022

Perluas Kerja Sama, Indonesia-Hungaria Tambah Kuota Beasiswa

Beasiswa Stipendium Hungaricum akan mendapatkan penambahan kuota menjadi sebanyak 110 bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar di Hungaria.

NEWS | 7 Oktober 2022

Baim Wong dan Paula Verhoeven Akan Penuhi Panggilan Polisi

Baim Wong dan Paula Verhoeven mengklaim bakal memenuhi panggilan polisi terkait kasus prank laporan KDRT.

NEWS | 7 Oktober 2022


TAG POPULER

# Jokowi Tak Salami Kapolri


# Banjir Jakarta


# MTsN 19 Jakarta


# Tersangka Tragedi Kanjuruhan


# Mamat Alkatiri


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kapolda Metro Jaya Gelar Doa Bersama untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Kapolda Metro Jaya Gelar Doa Bersama untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

NEWS | 2 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings