Tingkatkan Kompetensi Dokter, JEC Gelar Webinar Penanganan Trauma Mata
INDEX

BISNIS-27 536.336 (-9.74)   |   COMPOSITE 6258.57 (-118.4)   |   DBX 1209.79 (-7.56)   |   I-GRADE 185.201 (-3.15)   |   IDX30 531.719 (-11.49)   |   IDX80 142.034 (-2.79)   |   IDXBUMN20 420.424 (-11.55)   |   IDXESGL 146.593 (-2.74)   |   IDXG30 145.132 (-2.95)   |   IDXHIDIV20 467.118 (-8.07)   |   IDXQ30 151.699 (-2.74)   |   IDXSMC-COM 284.118 (-6.96)   |   IDXSMC-LIQ 356.602 (-8.98)   |   IDXV30 142.342 (-4.12)   |   INFOBANK15 1078.54 (-23.31)   |   Investor33 455.425 (-8.95)   |   ISSI 183.228 (-3.1)   |   JII 646.305 (-9.76)   |   JII70 225.666 (-3.53)   |   KOMPAS100 1262.11 (-23.67)   |   LQ45 987.949 (-21.07)   |   MBX 1725.55 (-36.04)   |   MNC36 336.055 (-6.76)   |   PEFINDO25 332.023 (-6.72)   |   SMInfra18 316.891 (-5.9)   |   SRI-KEHATI 389.555 (-8.04)   |  

Tingkatkan Kompetensi Dokter, JEC Gelar Webinar Penanganan Trauma Mata

Sabtu, 15 Agustus 2020 | 19:36 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Trauma pada mata (Ophthalmic trauma) berpotensi terjadi kapan saja, dan tak bisa diantisipasi karena umumnya berlangsung tiba-tiba. Trauma mata merupakan kondisi yang dapat merusak kelopak mata, tulang orbita atau dinding bola mata, bola mata, dan syaraf mata akibat benturan keras benda tajam atau tumpul pada area sekitar mata.

“Trauma pada mata juga dapat disebabkan oleh panas, radiasi. dan trauma kimia,” ujar Dr Yunia Irawati SpM(K), Ketua Ophthalmic Trauma Service Jakarta Eye Center (JEC) dalam webinar Ophthalmic Trauma, Sabtu (15/8/2020).

Yunia Irawati mengatakan dampak kerusakan akibat trauma mata dapat terlihat/dirasakan seketika setelah kejadian, ataupun lambat. Pada individu yang mengalami trauma mata ringan, seperti kelilipan atau menggosok-gosok mata, acapkali tidak segera memeriksakan diri karena merasa penglihatannya tidak terganggu. Padahal, pengaruh pada penglihatan bisa jadi baru muncul beberapa hari setelah kejadian

Disebutkan trauma pada mata berisiko menurunkan tingkat penglihatan secara tajam, bahkan hingga kebutaan - yang lebih lanjut berdampak pula pada berkurangnya kualitas hidup dan produktivitas penderita.

Artinya, dampak trauma mata tidak hanya dirasakan penderita, tetapi juga keluarga. “Untuk itu penanganan sedini mungkin dan menyeluruh menjadi kunci,” papar Yunia Irawati.

Dijelaskan secara umum trauma mata terbagi ke dalam dua kategori. Pertama, trauma tertutup (closed-globe injury), yaitu terjadinya kerusakan intraokuler meskipun dinding bola mata (sklera dan kornea) tidak mengalami luka. Terdiri atas contusio (kerusakan pada lokasi benturan), dan laserasi lamellar (luka yang tidak sepenuhnya menembus lapisan sklera dan kornea).

Kedua, trauma terbuka (open-globe injury), yakni terjadinya luka yang menembus seluruh lapisan dinding mata. Terdiri atas ruptur (luka pada dinding bola mata akibat benda tumpul, disebabkan meningkatnya tekanan intraokuler secara tiba-tiba melalui mekanisme inside-out), dan laserasi (luka pada dinding mata akibat benda tajam, disebabkan mekanisme luar ke dalam/outside-in)

Menurut Yuria Irawati beberapa gejala yang perlu diwaspadai setelah area mata mengalami benturan, antara lain pandangan buram mendadak, pendarahan, nyeri pada area bola mata, mata terlihat merah, gerakan bola mata terhambat, dan mata terasa mengganjal.

Di Indonesia, selama ini belum ada data terkini jumlah kejadian trauma pada mata. Namun, sepanjang 2012 hingga 2019 di JEC @Menteng dan JEC@ Kedoya terdata adanya 534 kasus trauma mata, yang terdiri dari 161 kasus trauma tertutup, dan 167 kasus trauma terbuka. Beberapa di antaranya bahkan harus menjalani tindakan pembedahan lebih lanjut.

Memahami kegawat daruratan trauma mata, JEC telah menghadirkan Ophthalmic Trauma Service yang menyediakan penata laksanaan trauma mata andal dan menyeluruh dengan diperkuat tenaga medis dari berbagai subspesialis/multidisiplin serta teknologi pendukung terdepan.

“Kasus trauma mata tidak selalu berdampak pada bagian mata yang mengalami benturan, tetapi juga pada jaringan di sekitarnya. Penanganan trauma mata yang JEC tawarkan mengimplementasikan sistem yang komprehensif, mulai diagnosis hingga tata laksana, serta tahap pemantauan dan rehabilitasi pasca tindakan, untuk mengantisipasi risiko dampak hingga penanganan pasien berlangsung tuntas,” ujar Yunia Irawati.

Sering Dijumpai
Sebelumnya Presiden Direktur JEC Korporat Dr Johan A Hutauruk SpM(K) mengatakan, Indonesia salah satu negara berkembang dengan kejadian trauma mata yang masih sering dijumpai.

Hal ini mendorong pihaknya mengadakan webinar tentang trauma mata dengan tema “Overcoming the Challengesin Ophthalmic Trauma”.

Webinar ini bekerja sama dengan Asia Pacific Ophthalmic Trauma Society (POTS). Oleh karena dokter JEC Eye Hospitals and Clinics tergabung dalam organisasi tersebut, maka webinar ini juga termasuk dalam rangkaian APOTS Webinar (the 4thAPOTS Webinar)–yang melibatkan narasumber dan moderator dari 9 negara yakni Amerika Serikat, Australia, Singapura, Malaysia, India, Pakistan, Taiwan, Nepal, dan Indonesia.

Dikatakan concern JEC terhadap trauma mata juga telah direalisasikan lewat fasilitas Ophthalmic Trauma Service yang menjadi sentra penanganan trauma mata mandiri terkomprehensif di Tanah Air.

Menurut Johan Hutauruk, tidak hanya memberikan pelayanan klinis berkualitas dan penerapan teknologi mutakhir, JEC Eye Hospitals and Clinics juga berupaya mengimplementasikan misi mengembangkan kompetensi dokter dan staf melalui riset dan pendidikan.

“Sebab, JEC memahami betul, bahwa untuk meningkatkan kualitas kesehatan mata masyarakat Indonesia sekaligus menurunkan angka kebutaan, perlu adanya dukungan kebersamaan dan semangat untuk maju dari berbagai kalangan, utamanya para praktisi kesehatan mata,” ujar Johan Hutauruk.

Dijelaskan sejak berdiri pada 1984, JEC telah secara berkala menggelar berbagai ajang pengayaan wawasan bagi para praktisi kesehatan mata di Tanah Air.

Selama pandemi COVID-19, sepanjang Mei-Agustus 2020, JEC telah menjalankan sepuluh seri webinar dengan jumlah keikutsertaan hingga lebih dari 11.500 partisipan dari seluruh Indonesia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kasad: Obat Covid-19 Tunggu Izin Edar dari BPOM

Kasad menyatakan bahwa obat Covid-19 hanya menunggu izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

KESEHATAN | 15 Agustus 2020

Tips Menjaga Imunitas Pasien Kanker Anak Selama Pandemi



Perlu dilakukan upaya ekstra untuk mempertahankan dan meningkatkan imunitas tubuh, terutama pada anak dengan kanker.

KESEHATAN | 15 Agustus 2020

Studi: Ini Urutan Gejala Terserang Covid-19

Urutan gejala serangan virus corona tersebut bisa membantu pendeteksian serta perawatan terhadap pasien Covid-19.

KESEHATAN | 15 Agustus 2020

Bio Farma Targetkan Produksi Vaksin Covid-19 Awal 2021

Jika semua proses uji klinis fase III berjalan dengan baik, ditargetkan awal 2021 vaksin Covid-19 sudah bisa diproduksi.

KESEHATAN | 15 Agustus 2020

Update Covid-19: Tambah 2.345, Kasus Positif di Indonesia Jadi 137.468

Terdapat tambahan 2.345 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir sampai Sabtu (15/8/2020) pukul 12.00 WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia kini 137.468.

KESEHATAN | 15 Agustus 2020

Erick Thohir: Imunisasi Massal Covid-19 Buat Masyarakat Bisa Rasakan Kembali Kebersamaan

Imunisasi massal vaksin Covid-19 akan dilaksanakan mulai Februari 2021.

KESEHATAN | 15 Agustus 2020

Doni Monardo: Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Disiplin Jalankan Protokol Kesehatan

Perilaku disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan menjadi alat atau kekuatan utama yang dimiliki masyarakat Indonesia

KESEHATAN | 15 Agustus 2020

Kerelaan Para Relawan untuk Tuntaskan Pandemi Covid-19

Tim bakal fokus memeriksa 540 sampel darah relawan guna mengetahui imunogesitas, keamanan, serta efficacy atau keampuhan vaksin tersebut.

KESEHATAN | 15 Agustus 2020

2021, Anggaran Kementerian Kesehatan Meningkat

Secara total, anggaran belanja sektor kesehatan mengalami penurunan di tahun 2021.

KESEHATAN | 14 Agustus 2020

Ini Durasi Aktivitas Bermain di Masa Pandemi

Ada berbagai jenis kegiatan yang dapat dimanfaatkan orang tua untuk menjaga ikatan emosional.

KESEHATAN | 14 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS