RI - Inggris Kerja Sama Pengendalian Resistensi Obat Antimikroba Senilai Rp 84 Miliar

RI - Inggris Kerja Sama Pengendalian Resistensi Obat Antimikroba Senilai Rp 84 Miliar
Obat antibiotik
Dina Manafe / IDS Senin, 22 Juni 2020 | 21:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Kesehatan RI bersama Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Inggris menyepakati kerja sama dalam hal pengendalian resistensi antimikroba atau anti microbacterial resistance (AMR). Kerja sama dalam program hibah The Fleming Fund ini bernilai 4,8 juta pound sterling atau setara Rp 84,9 miliar.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kedua belah pihak dilakukan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto dan Perwakilan Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Inggris Lord Bethell secara daring, Senin (22/6/2020).

Menkes Terawan mengatakan, program hibah The Fleming Fund untuk pengendalian AMR bernilai 4,8 juta pound sterling ini bertujuan meningkatkan kemampuan negara dalam mengidentifikasi dan mendiagnosis infeksi resisten obat. Diagnosis ini menitikberatkan pada infeksi bakteri serta memperbaiki data surveilans agar dapat digunakan untuk menentukan kebijakan tingkat nasional dan internasional.

Menurut Menkes, komitmen Indonesia dengan melibatkan The Fleming Fund adalah untuk membiayai hingga 10 ilmuwan, peneliti, dan dokter Indonesia sebagai bagian dari beasiswa Fleming Fund. Kementerian Kesehatan akan bekerja sama dengan seluruh lintas kementerian dan pemangku kepentingan terkait seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Perikanan dan Kelautan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, BPOM, dan Komite Nasional Pengendalian Resistensi Antimikroba dalam mengimplementasikan semua kegiatan pada program Fleming Fund.

Menkes berharap hasil dari semua kerja sama dengan pemerintah Inggris ini bisa dicapai tepat waktu.

“Setelah melalui diskusim kami menyepakati untuk memperkuat kerja sama kami melalui MoU ini. Kami berharap implementasi dari MoU bisa berhasi dan hasil yang dicapai bisa tepat waktu,” kata Menkes.

Lord Bethell mengatakan, pandemi global Covid-19 mengajarkan pentingnya kebersamaan negara dalam menyelesaikan tantangan kesehatan ini mulai sekarang dan di masa depan.

“Persetujuan seperti ini merupakan cara untuk berbagi pengetahuan dan keahlian antara Inggris dan Indonesia, penguatan sistem kesehatan kita, dan akhirnya menyelamatkan kehidupan,” ucap Lord Bethell.

Selain hibah The Fleming Fund, jenis kerja sama yang juga disepakati bersama adalah kesehatan dan rencana aksi bersama. Kerja sama ini akan difokuskan pada area layanan kesehatan, pencegahan dan pengendalian penyakit, teknologi dan alat kesehatan, pengembangan sumber daya manusia kesehatan, penelitian serta pengembangan kesehatan.

Salah satu bentuk kolaborasi kedua negara adalah layanan kesehatan masyarakat melalui telemedis. Terkait hal itu akan dilakukan kolaborasi untuk mengembangkan peta jalan pelaksanaan layanan kesehatan masyarakat secara digital.

Indonesia dan Inggris juga setuju berbagi informasi dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular termasuk Covid-19.



Sumber: BeritaSatu.com