80% Pasien Covid-19 Meninggal Sebelum Masuk ICU

80% Pasien Covid-19 Meninggal Sebelum Masuk ICU
Pasien Covid-19 menjalani perawatan. (Foto: AFP)
Maria Fatima Bona / IDS Kamis, 21 Mei 2020 | 23:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Departemen Anestesi dan Reanimasi RSPAD Gatot Subroto, Kolonel Ckm dr. Moch Hasyim mengatakan, pada awal April 2020, banyak pasien Covid-19 yang menumpuk di Unit Gawat Darurat (UGD). Bahkan, sekitar 80% pasien Covid-19 meninggal dunia sebelum masuk ruang Intensive Care Unit (ICU).

“Saya melihat awal dari Covid-19 ini. Jadi pasien banyak menumpuk di UGD bersamaan, sekitar sepuluh pasien. Semua sesak (napas,red), pasti perlu bantuan napas. Lalu saya kasih bantuan napas dan yang belum sempat dikasih bantuan napas pasti lewat. Waktu awal-awal itu, saya alami 80% meninggal sebelum ICU,” kata Hasyim dalam forum diskusi daring bertemakan "Perjuangan Lawan Maut Di ICU Covid-19" yang diselenggarakan oleh BeritaSatu dan FK-UPH, Rabu (20/5/2020).

Berkaca dari kenyataan itu, Hasyim menuturkan, pengelolaan pasien sebelum masuk ruang ICU sangat penting. Ia menekankan perlu adanya pertolongan oksigenasi. Hal tersebut sangat dibutuhkan karena pasien yang datang dengan gambaran paru yang sudah berkabut sedikit, keesokan harinya akan langsung berkabut secara keseluruhan.

Hasyim menyebutkan, Covid-19 menyerang organ tubuh sangat cepat. Maka, pasien yang ditangani dengan cepat dan sudah berada di ruang ICU dengan ventilator kemungkinan sembuhnya lebih besar.

“Jadi saran saya, pengelolaan sebelum masuk ICU itu sangat penting sekali untuk menentukan proses dari ICU-nya,” ucap Hasyim.

Ia menceritakan, dengan kondisi ruang ICU terbatas di awal pandemi, dalam memilih pasien pihaknya menggunakan sisi kemanusiaan untuk memprioritaskan siapa yang lebih dulu harus mendapat perawatan. Dalam hal ini, tim medis berusaha semaksimal mungkin. Selain itu, pihaknya mendapat dukungan penuh dari komando tertinggi Kepala Staf TNI Angkatan Darat berupa sumbangan sebanyak 15 ventilator.

Dengan ketersediaan ventilator tersebut, Hasyim menuturkan, ada penambahan ruang ICU khusus Covid-19 sebanyak 25 tempat tidur sehingga semua pasien tertangani dengan baik. “Jadi semua tertangani semua, meskipun ada yang terlambat dan meninggal,” ujarnya.

Untuk saat ini, Hasyim menyebutkan, dari 300 pasien yang dirawat di RSPD Gatot Subroto, 20-an orang sudah lepas dari ventilator.



Sumber: BeritaSatu.com