Inilah Tiga Makanan Utama untuk Melancarkan Air Susu Ibu

Inilah Tiga Makanan Utama untuk Melancarkan Air Susu Ibu
Pentingnya Dukungan Moral untuk Ibu Menyusui (Foto: Istimewa / Istimewa)
Dina Manafe / EAS Minggu, 26 April 2020 | 10:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Air susu ibu (ASI) merupakan sumber makanan paling lengkap gizinya untuk bayi dibanding produk lain. Sayangnya sebagian bayi di Indonesia justru tidak terpenuhi haknya mendapatkan ASI yang cukup. Alasannya, produksi ASI ibu kurang.

Sebuah penelitian yang dilakukan lembaga riset yang meneliti dan mengembangkan obat modern asli Indonesia (OMAI), Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS), menemukan bahwa kombinasi tiga bahan, yaitu ikan gabus, daun katuk, dan torbangun ternyata mampu meningkatkan produksi ASI.

Peneliti sekaligus Executive Director DLBS, Dr Raymond Tjandrawinata, mengatakan, Indonesia adalah negara dengan keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia setelah Brasil. Sudah seharusnya kita memanfaatkan tanaman herbal asli Indonesia terutama untuk kesehatan.

"Dari jutaan keanekaragaman hayati yang kita punya, kami ambil tiga manfaat utama, yaitu daun katuk, daun torbangun, dan ikan gabus. Semuanya ini secara empiris sudah diteliti dan memberikan manfaat bagi peningkatann ASI,” kata Raymond pada peluncuran HerbaAsimor secara virtual, baru-baru ini.

Menurut Raymond, penelitian ini menunjukkan, daun katuk memberikan peningkatan signifikan dalam ekspresi gen prolaktin dan oksitosin, yaitu hormon yang berperan penting dalam proses menyusui sehingga dapat meningkatkan produksi ASI.

Sementara daun torbangun dapat meningkatkan kadar prolaktin. Daun ini juga meningkatkan aktivitas sel epitel dan metabolisme kelenjar susu sehingga produksi ASI meningkat 65%, tanpa mengubah kualitas gizi susu.

Daun torbangun banyak ditemukan di daerah Sumatera Utara, dan biasanya oleh masyarakat di kawasan Danau Toba digunakan untuk memperlancar ASI. Sedangkan ikan gabus merupakan ikan air tawar yang dapat memberikan nutrisi penting untuk membantu pertumbuhan.

Konselor ASI, Dokter Ameetha Drupadi mengatakan, asupan gizi merupakan hal penting dalam meningkatkan produksi ASI yang menjadi kebutuhan bayi.

“Daun katuk direkomendasikan karena terbukti meningkatkan produksi ASI, dan daun torbangun yang tinggi kadar zat besi, kalium, dan magnesium dapat berpengaruh dalam meningkatkan berat badan bayi,” kata Ameetha.

Ameetha mengatakan, 1.000 hari pertama kehidupan adalah fase yang sangat penting dalam pencegahan stunting atau balita pendek. Karenanya, ibu harus mendapatkan asupan makanan yang bergizi dari masa kehamilan hingga kelahiran, sehingga dapat memiliki kuantitas maupun kualitas ASI yang baik. 

Namun, Ameetha menekankan untuk mempersiapkan masa menyusui, ibu tidak hanya memerlukan asupan gizi, tetapi juga dukungan secara moral dari keluarga terutama suami. Agar sukses dalam proses menyusui, ayah diharapkan aktif dalam mengambil keputusan, mempunyai sikap yang positif, mempunyai pengetahuan yang luas tentang keuntungan menyusui, dan memiliki inisiatif untuk mendekatkan diri dengan bayi melalui kehadirannya saat proses persalinan dan kontak lebih dekat dengan bayi selama masa neonatal.

"Ayah juga harus banyak membaca dan mengikuti perkumpulan orang tua, serta memberikan perhatian kepada istri yang sedang dalam masa menyusui misalnya dengan melakukan pijatan punggung sehingga diharapkan dapat meningkatkan hormon oksitosin yang dapat memperlancar ASI,” kata Ameetha.



Sumber: BeritaSatu.com