Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Bio Farma Akan Produksi Massal Test Kit Covid-19

Selasa, 21 April 2020 | 13:45 WIB
Oleh : Thereis Kalla / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – PT Bio Farma, induk holding BUMN farmasi PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Indofarma Tbk (INAF), tengah mempersiapkan produksi massal test kit Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) untuk mendiagnosis virus corona atau Covid-19. Adapun pengembangan proyek ini didukung oleh gerakan Indonesia PASTI BISA.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menegaskan bahwa fasilitas produksi Bio Farma siap memproduksi massal test kit RT-PCR. Saat ini, kapasitas terpasang pabrik Bio Farma di Bandung adalah 15.000 test kit yang dikemas dalam 600 kotak per hari.

“Prototipe akan kami terima dalam waktu dekat ini dari perusahaan startup asal Indonesia Nusantics. Kemudian, Bio Farma akan memproduksi secara massal dalam jumlah besar yang akan memanfaatkan fasilitas produksi yang ada di Bio Farma termasuk proses serta pengujian quality control, packaging, dan distribusi,” jelas Honesty dalam keterangan resmi perseroan kemarin.

Honesty menambahkan, produksi test kit ini akan menggunakan fasilitas produksi dan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang biomolekuler yang ada di Bio Farma. Adapun proyek pengembangan test kit ini adalah 100% produksi dalam negeri oleh putra-putri bangsa Indonesia. Harapannya keberadaan test kit berbasis qPCR ini, dapat membantu pemerintah dalam percepatan penanganan menghadapi pandemi Covid-19..

Lebih lanjut, Honesty menjelaskan, pengembangan dan produksi test kit Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) buatan Indonesia adalah salah satu proyek dari Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk Penanganan Covid-19 (TFRIC19) bentukan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Alat uji RT-PCR (yang dikenal juga sebagai qPCR) adalah Golden Standard dalam diagnosis infeksi Covid-19. Teknologi ini digunakan untuk mendeteksi SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19, dengan memeriksa sampel genetika yang diambil dari rongga hidung atau rongga mulut pasien (swab).

Bio Farma akan memproduksi test kit RT-PCR berdasarkan prototipe desain test kit INDONESIA TFRIC19 yang dikembangkan oleh Nusantics, startup bioteknologi yang bergerak di bidang genetika

Indonesia PASTI BISA, gerakan gotong royong yang diinisiasi oleh East Ventures, menggalang dana senilai Rp10 miliar untuk mendukung pengembangan dan dan produksi 100.000 set test kit RT-PCR tersebut, untuk digunakan secara gratis.

Selain itu, Bio Farma akan menanggung biaya proses produksi test kit dan menyediakan SDM yang dibutuhkan. Sementara itu, dana yang digalang oleh gerakan Indonesia PASTI BISA akan digunakan untuk memenuhi seluruh bahan baku produksi yang terdiri dari primer, probe, dan mastermix. Indonesia PASTI BISA juga akan menggunakan sebagian dana donasi untuk mendukung Bio Farma dalam proses distribusi test kit dari pabrik ke pengguna.

Co-founder dan Managing Partner East Ventures Willson Cuaca mengatakan, dana senilai Rp5 miliar dari donasi yang digalang oleh Indonesia PASTI BISA telah dikucurkan untuk pembelian bahan baku yang dibutuhkan untuk memproduksi 50.000 test kit. Semua bahan baku, lanjutnya, diperkirakan sudah tersedia di pabrik Bio Farma dalam waktu dua atau tiga pekan ke depan.

Willson mengatakan, pada saat proyek ini dimulai, ada banyak detail tahapan dan proses yang belum terpetakan dengan jelas. Namun, pihaknya yakin Indonesia PASTI BISA membangun test kit lokal.

“Dengan semangat gotong royong untuk satu tujuan, tahap demi tahap bisa dilalui dengan baik. Setelah pembuatan seluruh 100.000 test kit ini selesai, kita dengan percaya diri bisa menyatakan bahwa kemampuan lokal, talenta dan proses dalam negeri terbukti mampu merespons kebutuhan Indonesia dengan sigap. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik untuk membangun ketahanan healthcare Indonesia yang berkelanjutan,” tambah Willson.

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, “BPPT melalui TFRIC19 terus memberikan dukungan penuh dalam percepatan produksi test kit PCR ini. Koordinasi dengan Badan Litbangkes dan Lembaga Biologi Molecular Eijkman telah dilakukan BPPT secara serius untuk mendapatkan akses sampel RNA Covid-19 Indonesia, untuk keperluan validasi produk, melengkapi desain dan prototipe test kit PCR yang telah dikembangkan oleh tim Nusantics.

“BPPT juga makin yakin produk tes kit PCR dalam negeri segera terwujud setelah PT Bio Farma telah menyatakan kesediaan dan kesiapannya. Donasi masyarakat melalui gerakan Indonesia PASTI BISA telah memberikan kekuatan yang luar biasa untuk mewujudkan test kit PCR dalam negeri, sebagai bagian penguatan kemampuan nasional dalam menangani pandemi Covid-19,” jelas Hammam.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dari Perempuan untuk Pahlawan Pandemi Perempuan

Hampir 80 persen tenaga medis yang bertugas di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, adalah perempuan.

KESEHATAN | 21 April 2020

Layanan Covid-19 Tak Kunjung Dibayar, RS Mulai Tarik Biaya Lebih dari Pasien

Bahkan ada RS yang mewajibkan setiap pasien, tidak hanya pasien suspect, untuk melakukan pemeriksaan rapid test maupun tes polymerase chain reaction (PCR).

KESEHATAN | 20 April 2020

Terinspirasi RA Kartini, dr Debryna Menjadi Relawan Covid-19 Tanpa Pamrih

dr Debryna Dewi Lumanauw, salah satu relawan di rumah sakit darurat penanganan Covid-19 di Wisma Atlet, mengaku terinspirasi perjuangan RA Kartini.

NASIONAL | 20 April 2020

Sebulan Tangani Covid-19, RS Belum Dibayar

Secara regulasi pemerintah terlalu lamban merespons wabah Covid-19. Pemerintah masih berkutat dengan pembahasan aturan teknis yang memakan waktu.

KESEHATAN | 20 April 2020

50.0000 Reagen PCR dan 1 Juta APD dari Korsel Tiba di Indonesia

50.000 reagen atau pereaksi kimia polymerase chain reaction (PCR) dari Korea Selatan.

NASIONAL | 20 April 2020

Gugus Tugas Akan Perbaiki Manajemen Penanganan Pasien Covid-19

RS rujukan akan diprioritaskan untuk menangani pasien yang sakit berat, serius dan kritis.

KESEHATAN | 20 April 2020

17 Menit yang Berfaedah

Rapid test menjadi pilihan untuk melakukan deteksi dini.

KESEHATAN | 20 April 2020

Update Covid-19: Kasus Positif Menjadi 6.760, Sembuh 747 Orang

Sedangkan untuk kinerja terhadap layanan pasien teridentifikasi orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 yakni 181.770 dan pasien dalam pengawasan sebanyak 163.343

KESEHATAN | 20 April 2020

Jokowi Minta Gugus Tugas Kerja Keras Tekan Angka Kematian Covid-19

Menurut Kepala Gugus Tugas, diperlukan kerja sama antar kemeterian, lembaga dan pemerintah daerah dalam penanganan Covid-19.

KESEHATAN | 20 April 2020

Jokowi Minta Gugus Tugas Kerja Keras Tekan Angka Kematian Covid-19

Menurut Kepala Gugus Tugas, diperlukan kerja sama antar kemeterian, lembaga dan pemerintah daerah dalam penanganan Covid-19.

KESEHATAN | 20 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS