Yakin, Mencuci Tangan Sudah Membunuh Virus?

Yakin, Mencuci Tangan Sudah Membunuh Virus?
Keringkan tangan usai mencuci tangan. (Foto: Istimewa)
Bebby Astrika / BBY Senin, 20 April 2020 | 11:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Salah satu cara menjaga kesehatan adalah dengan rutin mencuci tangan. Terutama di tengah wabah virus Corona yang masih terus melanda di Indonesia, mencuci tangan menjadi hal wajib yang harus dilakukan sesering mungkin. Termasuk setelah Anda selesai buang air kecil atau besar, sesudah dan sebelum makan, mengganti popok anak atau setelah menyentuh sampah. Tangan merupakan media bagi virus dan kuman untuk masuk ke dalam tubuh kita. Itulah sebabnya, mencuci tangan menjadi sangat penting.

Namun, mencuci tangan dengan cara yang tidak benar, ternyata tidak membunuh kuman dan virus yang ada di tangan sepenuhnya. Jangan lupa, bahwa tangan memiliki beberapa bagian yang tak boleh luput dibersihkan. Seperti bagian kuku, sela-sela jari, pergelangan tangan, punggung tangan dan telapak tangan. Bakteri dan kuman yang masih menempel di tangan bisa meningkatkan risiko penyakit Covid-19, diare, cacingan hingga penyakit mata. Agar kuman, bakteri dan virus benar-benar mati dan Anda terhindar dari risiko penyakit, perhatikan beberapa hal berikut:

Tidak melupakan cuci tangan
Mencuci tangan merupakan kegiatan yang sangat mudah dilakukan. Namun, tetap saja, banyak orang yang mengabaikan hal ini. Jika Anda keluar dari toilet tanpa mencuci tangan, maka segera ubah kebiasaan ini. "Setiap kuman yang ada di toilet berpotensi menyebar dan menyentuh pori-pori kulit pada setiap bagian tubuh," ujar Aileen Marty, MD, profesor dari Infectious Diseases Florida International University, Miami. Cuci tangan Anda dengan langkah-langkah yang benar, menggunakan sabun dan berada di bawah air mengalir. Selain itu, pastikan juga seluruh bagian tangan dicuci dengan benar.

Cuci tangan dengan sabun
Mencuci tangan dengan air saja tidak cukup. Sabun memiliki kandungan kimia yang dibuat khusus untuk mengangkat kotoran yang lengket dari kulit Anda. "Satu hal yang perlu diingat, sabun cair cenderung lebih efektif daripada sabun batangan karena meminimalkan risiko terkontaminasi dengan kuman dan bakteri yang biasanya masih menempel pada sabun batangan," ujar Marty. Dalam keadaan darurat dan tidak tersedia air atau sabun, Anda tetap bisa membersihkan tangan dengan menggunakan sabun yang mengandung alkohol 60%. Sama seperti saat Anda mencuci tangan dengan menggunakan air, Anda juga perlu menggosokkan seluruh bagian tangan saat membersihkan tangan dengan alkohol atau hand sanitizer.

Menggosok tangan dalam waktu yang cukup
Umumnya orang hanya mengusap tangan dengan sabun, kemudian langsung membilasnya dengan air. Kebiasaan ini harus segera diubah. Agar virus Corona dan kuman lain benar-benar mati, Anda perlu menggosok tangan selama kurang lebih 20 hingga 30 detik. Gosok kedua telapak tangan sampai ke ujung jari. Lalu gosokkan telapak tangan kanan ke punggung tangan kiri dan sebaliknya. Tak lupa gosokkan jari-jari tangan berselang-seling antara tangan kanan dan kiri. Bersihkan juga sela-sela kuku sampai bersih.

Keringkan tangan basah
Setelah mencuci tangan, keringkan segera tangan hingga benar-benar kering menggunakan handuk bersih atau pengering tangan. Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention), kita perlu waktu 30 hingga 45 detik untuk mengeringkan tangan. Hal ini juga menjadi langkah penting yang harus dilakukan. Sebab ketika tangan masih basah, virus, kuman dan bakteri bisa ikut menyebar dan merugikan orang lain.

Lindungi tangan
Seringkali, setelah mencuci tangan, kita langsung keluar dari toilet tanpa melindungi tangan dari gagang pintu atau kran air. Gunakan tisu untuk melindungi tangan saat mematikan air dan membuka gagang pintu kamar mandi.



Sumber: BeritaSatu.com