Tak Terasa, Sudah 100 Hari Wabah Corona

Tak Terasa, Sudah 100 Hari Wabah Corona
Seorang petugas medis dari Provinsi Jilin (kanan) menangis ketika memeluk seorang perawat dari Wuhan setelah mereka bekerja dalam satu tim selama periode wabah Covid-19, dalam upacara perpisahan di Bandara Tianhe di Wuhan, Provinsi Hubei, 8 April 2020. ( Foto: AFP )
Heru Andriyanto / HA Jumat, 10 April 2020 | 06:07 WIB

Beritasatu.com – Hari Kamis (9/4/2020) kemarin menandai tepat 100 hari terjadinya wabah virus corona sejak pemerintah Tiongkok melaporkan pada 31 Desember 2019 adanya “kasus radang paru-paru yang tidak diketahui penyebabnya” kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Penyakit yang sangat menular ini kemudian diberi nama Covid-19.

Pertama kali terdeteksi di kota Wuhan, Tiongkok, virus itu dengan cepat menyapu seluruh dunia dan menginfeksi lebih dari 1,5 juta orang dan membunuh lebih dari 90.000 dari mereka.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut Covid-19 telah “mengepung sistem kesehatan, mengganggu ekonomi global, dan menyebabkan disrupsi sosial yang meluas”.

Pandemik ini jauh lebih buruk dari krisis kesehatan semata dan membutuhkan upaya seluruh pemerintah dan seluruh masyarakat untuk mengatasinya, ujarnya.

“Dalam 100 hari terakhir, Covid-19 telah menunjukkan betapa dia mampu menciptakan kerugian di negara-negara kaya,” kata Tedros.

Apa saja yang telah terjadi dalam 100 terakhir? Berikut kronologi penting wabah ini:

31 Desember 2019: Tiongkok memberitahu WHO tentang kasus pneumonia misterius di Wuhan.

11 Januari: Tiongkok melaporkan kematian pertama karena Covid-19.

12 Januari: Tiongkok bersedia membagi genetika Covid-19.

13 Januari: Kasus Covid-19 pertama di luar Tiongkok dilaporkan terjadi di Thailand, sebagai permulaan menyebarnya virus ke belahan dunia lain.

23 Januari: Karantina kota diberlakukan sepenuhnya di Wuhan yang memiliki 11 juta penduduk.

30 Januari: WHO resmi menyatakan status “darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.”

7 Februari: Li Wenliang, seorang dokter Tiongkok yang berupaya memperingatkan dunia soal Covid-19, meninggal akibat penyakit tersebut.

22 Februari: Italia melaporkan kematian pertama akibat virus corona, dan mulai menerapkan kebijakan jaga jarak di antara warga.

11 Maret: WHO resmi menyatakan virus corona sebagai pandemik, atau wabah global.

11 Maret: Indonesia mengumumkan kematian pertama akibat wabah ini.

27 Maret: Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menjadi kepala pemerintahan pertama di dunia yang terinfeksi.



Sumber: BBC