Hati-hati, Ini Bahaya Pemakaian Hand Sanitizer Berlebihan

Hati-hati, Ini Bahaya Pemakaian Hand Sanitizer Berlebihan
Penggunaan hand sanitizer yang berlebihan bisa timbulkan bahaya. ( Foto: Istimewa )
Claudia Ramadhani / CLA Kamis, 9 April 2020 | 18:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Covid-19 membuat kita lebih tanggap terhadap kebersihan diri. Salah satu hal yang dapat menjauhkan kita dari penularan virus Corona baru ini adalah dengan senantiasa menjaga kebersihan tangan kita. Itulah mengapa, cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir sangat amat disarankan dalam menghindari penularan virus Corona baru.

Selain mencuci tangan dengan air dan sabun, penggunaan hand sanitizer juga diperbolehkan, jika Anda berada di tempat yang tidak tersedia air maupun sabun. Penggunaan hand sanitizer dianggap sebagai salah satu metode sederhana, cepat, dan mudah untuk membersihkan tangan Anda dari bakteri dan virus ketika sedang jauh dari tempat mencuci tangan.

Biasanya terdapat dua jenis hand sanitizer, yakni yang berbasis alkohol dan non-alkohol. Dalam hand sanitizer non-alkohol, Benzalkonium klorida adalah senyawa aktif yang tidak mudah terbakar dan tidak beracun. Penggunaannya di tangan juga sangat efektif dalam memberikan perlindungan terhadap kuman. Selain itu, hand sanitizer non-alkohol juga memiliki risiko lebih rendah ketika tanpa sengaja tertelan atau terkena api. Sayangnya, penelitian menunjukkan bahwa hand sanitizer ini kurang efektif dalam mencegah penularan patogen.

Sementara saat ini, hand sanitizer berbasis alkohol banyak digunakan oleh orang-orang dan petugas kesehatan. Hand sanitizer jenis ini mengandung bahan-bahan beralkohol seperti isopropanol, n-propanol, etanol atau kombinasi dari bahan-bahan ini. Biasanya, hand sanitizer yang banyak beredar di pasaran dibuat dari 60-85 persen etanol, karena aktivitas antimikrobanya yang kuat.

Menurut sebuah penelitian, penggunaan hand sanitizer dapat membantu mengurangi jumlah kuman dan infeksi di tangan, khususnya pada petugas layanan kesehatan. Penggunaannya dapat membantu mengurangi penularan infeksi kepada pasien, sehingga berdampak baik dalam mengurangi tingkat kematian pasien. Studi ini juga menunjukkan bahwa hand sanitizer setiap tahunnya berkontribusi mengurangi penularan patogen pada sekitar 1,4 juta pasien di seluruh dunia.

Meski manfaat yang diberikan hand sanitizer cukup besar, sayangnya, pemakaiannya yang berlebihan bisa berbahaya. Selain dari alkohol, hand sanitizer juga mengandung bahan aktif lain yang disebut triclosan atau TCS. Triclosan merupakan agen antibakteri dan antijamur yang digunakan dalam banyak produk perawatan tubuh seperti sabun, pasta gigi, deodoran dan krim kulit. Meskipun senyawa ini efektif melawan kuman dan mikroba, penggunaan yang berlebihan setiap hari bisa berbahaya.

Bahaya paparan bahan kimia pada kulit

Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Environment International, paparan hand sanitizer selama 30 hari secara terus-menerus dapat mengembangkan resistensi terhadap bakteri. Selain itu, pemakaian hand sanitizer yang berlebihan juga menyebabkan bahaya pada kulit. Sesuai instruksi dari Food and Drug Administration (FDA), berikut adalah beberapa bahaya yang terkait dengan penggunaan hand sanitizer yang berlebihan:

  • Bahan kimia atau antimikroba yang keras pada hand sanitizer dapat memberikan sensasi terbakar atau menyebabkan gatal pada kulit.
  • Penggunaan hand sanitizer yang berlebihan dapat mengeringkan lapisan atas kulit, dan membuat kulit rentan mengelupas.
  • Ini dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap paparan sinar UV sehingga menyebabkan kulit terbakar.
  • Triclosan dapat masuk jauh ke dalam kulit dan memasuki aliran darah yang menyebabkan reaksi alergi.
  • Penggunaan hand sanitizer yang berlebihan dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi luar karena terjadinya resistensi antibakteri.
  • Hand sanitizer tidak bisa membersihkan sisa-sisa gula dan lemak yang ada di tangan secara menyeluruh setelah makan.
  • Virus dan bakteri yang terbunuh juga tidak bisa langsung terbuang seperti ketika mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, sehingga kemungkinan virus dan bakteri pindah ke wajah saat Anda menyentuhnya dapat terjadi.
  • Dapat menyebabkan gangguan hormonal di dalam tubuh karena perkembangan bakteri yang resisten antibiotik.
  • Bahan kimia dalam hand sanitizer dapat mengganggu fungsi sistem kekebalan tubuh.
  • Wewangian sintetis dalam hand sanitizer juga mengandung banyak bahan kimia dan dapat menyebabkan perubahan gen pada manusia.

 

Sah-sah saja memang menggunakan hand sanitizer untuk melindungi tangan Anda dari virus dan bakteri, hanya saja jangan menggunakannya secara berlebihan. Cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir dianggap lebih efektif, apalagi jika Anda sudah berada di rumah saja. Ini karena selain dapat membunuh virus dan bakteri, cuci tangan dengan air dan sabun yang mengalir juga bisa langsung membuang virus dan bakteri tersebut dari tangan Anda.

Tetap jaga kesehatan dan kebersihan diri, ingat untuk selalu bijak dalam menggunakan hand sanitizer.



Sumber: BeritaSatu.com