Pembangunan RS Darurat di Pulau Galang Hampir Selesai

Pembangunan RS Darurat di Pulau Galang Hampir Selesai
Jokowi Pastikan RS Khusus di Pulau Galang Rampung Akhir Maret (Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV)
Lenny Tristia Tambun / MPA Rabu, 1 April 2020 | 14:40 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah sampai di Rumah Sakit (RS) Darurat di Pulau Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (1/14/2020). Sesampai di lokasi RS Darurat Pulau Galang, Jokowi langsung mendapatkan laporan pembanganan fisik RS Darurat di eks kamp penampungan Vietnam ini sudah hampir 100 persen, atau sudah hampir selesai.

Dengan menggunakan kemeja putih dan masker berwarna putih, jaket proyek berwarna ungu bertuliskan Indonesia Maju udan topi proyek putih, Jokowi langsung meninjau kesiapan pembangunan RS Darurat di Pulau Galang yang akan digunakan untuk penangani pasien yang positif terinfeksi corona.

Disebutkan kepada Jokowi, pembangunan RS Darurat Pulau Galang dilakukan diatas lahan seluas 16 hektare (ha). Dengan rincian, pembangunan Zona A seluas 2,4 ha dan Zona B seluas 13,6 ha.

Sementara pembangunan untuk fasilitas dan sarana prasana kesehatan dibagi menjadi tiga zona. Dengan rincian, Zona A untuk mess pegawai, perawat dan dokter dengan jumlah 158 tempat tidur.

Masih dalam zona yang sama, juga dibangun bangunan penunjang seperti ruang sterilisasi, farmasi, laundry dan bangunan gizi. Juga sedang dibangun gedung untuk pembangkitlistrik). Progres pembangunan di Zona A sudah mencapai 100 persen dengan kerja sama bersama dua BUMN.

Selanjutnya, Zona B terdapat pembangunan gedung untuk isolasi sebanyak 20 tempat tidur dan obeservasi sebanyak 340  tempat tidur. Sehingga total untuk isolasi dan observasi ada sebnyak 360 tempat tidur. Ini merupakan gedung inti dari RS Darurat Pulau Galang.

Dalam Zona B juga akan dibangun bangunan penunjang, seperti laboratorim satelit, farmasi, kamar jenazah, power house dan ada lapangan olahraga. Serta membngun tiga helipad sehingga pasien bisa diantar dengan helipad.

Untuk progres pembangunan Zona B ini yang dikerjakan selama 26 hari ini, sudah mencapai 95 persen.

Untuk Zona C, merupakan zona pengembangan. Apabila diperlukan pengembangan dalam penanganan pasien, maka zona ini bisa dibangun untuk ruang non ICU, ICU dan observasi.



Sumber: BeritaSatu.com