Marketplace Ini Tingkatkan Sanitasi agar Pelanggan Tak Tertular Virus

Marketplace Ini Tingkatkan Sanitasi agar Pelanggan Tak Tertular Virus
Kegiatan sanitasi di gudang Blibli (Foto: ist / ist)
Mardiana Makmun / MAR Kamis, 19 Maret 2020 | 15:03 WIB

JAKARTA, Beritasatu.com – Bertambahnya jumlah penderita dan meluasnya wilayah penularan virus korona baru atau dinamakan Covid-19 yang semakin masif, membuat masyarakat semakin khawatir. Sebagian juga khawatir bahwa barang yang dibeli lewat belanja online, menjadi media penularan virus. Ini karena dalam proses pengemasan dan pengiriman, ada kemungkinan terkontaminasi virus Covid-19.

Menghindari hal tersebut, Blibli meningkatkan prosedur sanitasi demi keamanan dan kenyamanan pelanggan. Prosedur sanitasi dilakukan melalui pengiriman tanpa kontak, pemantauan kesehatan karyawan, proses sanitasi seluruh fasilitas kantor dan gudang, serta kebijakan work from home bagi karyawan.

Lisa Widodo, Executive Vice President (EVP) of Operations Blibli mengungkapkan, "Sejalan dengan arahan dan instruksi pemerintah, Blibli juga menerapkan konsep social distancing, termasuk di warehouse pengiriman barang. Blibli menghimbau untuk melakukan less contact dan/atau no contact mulai dari gudang hingga ke pengantaran barang." kata Lisa.

Contactless shipping atau pengiriman tanpa kontak dilakukan untuk mengurangi kontak antara kurir dan konsumen. Tanda tangan di electronic dan gadget handphone yang sebelumnya menjadi prasyarat serah terima produk dari kurir ke pelanggan, untuk sementara tidak dilakukan. Hal ini diganti dengan pengambilan foto saat menerima barang.

Kurir Blibli Express Service (BES) dibekali dengan masker dan sarung tangan. Hal ini untuk menjamin kebersihan dan keamanan produk saat tiba di rumah pelanggan. Sedangkan mitra logistik Blibli juga telah menerapkan standar prosedur pengiriman yang sama yaitu pengiriman tanpa kontak

Manajemen secara berkala juga melakukan pengecekan suhu tubuh kepada seluruh karyawan sebelum memulai aktivitas di kantor. Selain itu, mulai Rabu, 18 Maret 2020, manajemen telah mengambil keputusan untuk memberlakukan kerja #dirumahaja (Work from Home - WFH) selama 14 hari bagi seluruh karyawan. Selama masa WFH ini, manajemen akan melakukan sterilisasi ke seluruh gedung.

“Blibli melakukan pembersihan area menyeluruh dengan melakukan penyemprotan disinfektan pada area yang sering terjadi kontak, termasuk handling pintu, fingerprint, meja kantor, dan lift,” terang Lisa.

Selama masa WFH, layanan Blibli masih beroperasi normal, termasuk warehouse, BES, dan Customer Care. Hal ini untuk menjamin aktivitas pengiriman barang tetap dapat sampai di rumah pelanggan tepat waktu. Tentunya, Blibli juga menyediakan masker dan sarung tangan kepada setiap BES sesuai dengan standar kebersihan dan keamanan yang berlaku.

Selain itu, Blibli juga menerapkan pembatasan pembelian produk khususnya untuk produk-produk sensitif terkait situasi saat ini, seperti hand sanitizer, cairan antiseptik, dan juga masker, serta produk sembako. Hal ini sesuai dengan anjuran Pemerintah Indonesia untuk melakukan pembatasan pembelian stok untuk menghindari pihak-pihak yang bertujuan untuk menimbun barang. Penerapan pembatasan pembelian produk tertentu tersebut berlaku dari tanggal 16 Maret 2020 hingga akhir bulan dan memungkinkan untuk bertambah masa penambahan sesuai situasi di lapangan.



Sumber: BeritaSatu.com