Kemkes Berharap 3 WNI di Diamond Princess Segera Dipulangkan

Kemkes Berharap 3 WNI di Diamond Princess Segera Dipulangkan
WNI kru kapal pesiar Diamond Princess yang dinyatakan negatif virus corona tiba di Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Minggu (1/3/2020) dini hari. Pemerintah mengevakuasi mereka dari Yokohama, Jepang dan selanjutnya akan menjalani proses observasi di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, Jakarta. (Foto: Antara / Muhammad Adimaja)
Lenny Tristia Tambun / FMB Kamis, 5 Maret 2020 | 19:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Seorang warga negara Indonesia (WNI) eks anak buah kapal (ABK) kapal pesiar Diamond Princess yang diobservasi karena positif virus corona di Yokohama, Jepang akan dipulangkan ke Tanah Air karena sudah dinyatakan sembuh. Dua lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan dan bila dinyatakan negatif, mereka juga boleh pulang.

Demikian disampaikan Juru bicara Penanganan Corona sekaligus Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto di Gedung Bina Graha, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Seperti diketahui ada sembilan WNI eks ABK kapal pesiar Diamond Princess dirawat di rumah sakit di Yokohama karena teridentifikasi positif corona. Dari sembilan ABK tersebut, ada satu orang yang akan dipulangkan ke Indonesia karena sudah sembuh dari Covid-19.

“Satu ABK eks Diamond Princess dari sembilan orang yang dirawat di Jepang, hari ini sudah bisa pulang. Karena sudah dinyatakan dua kali pemeriksaan negatif kemudian dipulangkan ke Indonesia. Ia dipulangkan oleh perusahaannya,” kata Achmad Yurianto.

Sedangkan dua ABK lainnya, lanjutnya, hari ini telah dilakukan pemeriksaan spesimen yang kedua kalinya. Bila hasil pemeriksaan kedua mereka dinyatakan negatif, maka sudah bisa dikeluarkan dari rumah sakit dan pulang ke Indonesia.

“Hasil pemeriksaan pertama sudah negatif. Hari ini diperiksa untuk kedua kalinya. Kalau negatif maka akan dikeluarkan dari rumah sakit dan akan dipulangkan ke Indonesia,” ungkap Achmad Yurianto.



Sumber: BeritaSatu.com