Iran Negara di Luar RRT dengan Korban Tewas Terbanyak akibat Corona

Iran Negara di Luar RRT dengan Korban Tewas Terbanyak akibat Corona
Petugas medis mengenakan pakaian pelindung saat membawa pasien infeksi virus korona jenis baru (Covid-19) dari Rumah Sakit Daenam, ke rumah sakit lain di Kota Daegu, Korea Selatan, Jumat, 21 Februari 2020. (Foto: AFP)
Dwi Argo Santosa / DAS Minggu, 1 Maret 2020 | 11:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Iran menjadi negara di luar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang terserang virus corona (Covid-19) dengan jumlah korban tewas terbesar. Padahal  jumlah pasien yang terinfeksi di Iran tidak sebanyak di Korea Selatan dan Italia.

Hingga Minggu (1/3/2020) pukul 11.20 wib, jumlah pasien terinfeksi di negara yang terletak di barat daya Asia  ini mencapai 593 sedangkan Italia 1.128. Jumlah pasien terinfeksi paling tinggi adalah Korea Selatan yakni 3.526 atau tujuh kali lipat dari Iran.

Berdasarkan data real time yang dikumpulkan oleh Universitas John Hopkins, jumlah korban tewas terbanyak di luar Tiongkok adalah di Iran yang mencapai 43 orang, Italia 29 orang, dan Korsel sebanyak 17 orang. Selanjutnya Jepang 5, Prancis 2, Hong Kong 2. Sedangkan , Filipina, dan Taiwan, masing-masing satu orang.

Sedangkan korban tewas akibat Covid-19 untuk pertama kalinya dilaporkan terjadi di Seattle, Amerika, dan Australia, pada Minggu.

Catatan jumlah korban tewas di Iran ini cukup mengejutkan mengingat jumlah kasus terinfeksi tidak sebanyak negara lain, Italia dan Korsel. Namun demikian belum ada keterangan lebih lanjut, apakah jumlah kasus meninggal akibat covid-19 di Iran karena kurang intensifnya penanganan pasien atau ada hal lain.

Catatan korban tewas lainnya di luar Tiongkok adalah dari kapal Diamond Princess yakni sebanyak 6 orang. Seperti diberitakan, sembilan WNI yang berada di dalam kapal pesiar tersebut dinyatakan positif covid-19. Mereka menjalani perawatan intensif di Jepang. Indonesia, melalui KBRI terus memantau perkembangan dan memastikan penanganan kepada WNI dilaksanakan sebaik-sebaiknya

Sedangkan 68 WNI dari kapal tersebut dievakuasi pulang ke Indonesia. Pemerintah menyediakan Pulau Sebaru, Kepuluan Seribu untuk menampung mereka selama 28 hari.

Kini jumlah negara yang terkena infeksi sudah mencapai 63.



Sumber: BeritaSatu.com