Pasien Suspect Virus Corona yang Meninggal Dunia Ternyata Terkena Flu Babi

Pasien Suspect Virus Corona yang Meninggal Dunia Ternyata Terkena Flu Babi
Tim dokter RSUP dr Kariadi Semarang, Kamis (27/2/2020), mengumumkan diagnosa terbaru penyebab pasien meninggal karena positif terjangkit virus flu babi. ( Foto: Beritasatu.com / Stefi Thenu )
Stefi Thenu / FMB Kamis, 27 Februari 2020 | 14:15 WIB

Semarang, Beritasatu.com – Kabar tentang penyebab meninggalnya pasien yang sempat menjalani karantina virus corona, akhirnya terjawab. Pihak RSUP dr Kariadi Semarang mengumumkan diagnosa terbaru mengenai penyebab meninggalnya pasien tersebut, yakni positif terjangkit virus H1N1 atau flu babi.

"Hasil labnya sudah kita terima semalam. Dia positif menderita Influenza tipe A atau H1N1. Itu kita dapatkan setelah ada kepastian kalau si pasien berumur 37 tahun ini negatif Covid-19. Di sampel yang sama menunjukan bahwa ada virus H1N1," ujar Fathur Nurcholis, dokter yang merawat pasien, saat memberikan keterangan pers, Kamis (27/2/2020).

Hasil diagnosa berasal dari laboratorius Litbangkes pada Rabu (26/2/2020) malam. Hasilnya ada virus influenza tipe A yang bersarang pada paru-paru pasien tersebut. Virus tersebut merupakan turunan dari H1N1 alias flu babi. Sebelumnya, pasien sudah dinyatakan negatif virus corona atau Covid-19. Pasien meninggal karena mengalami peradangan paru akut atau bronkopneumonia.

Dijelaskan, flu babi pernah mewabah sekitar tahun 2009-2010. Di tahun ini, flu babi kembali muncul dengan menginfeksi pasien yang sempat menjalani karantina corona. "Virusnya ada di Spanyol dan pasien adalah WNI yang pernah berkunjung ke Spanyol juga," ungkapnya.

Fathur mengatakan, meski masa pandeminya sudah lewat, namun flu babi masih bisa ditularkan melalui saluran transmisi udara. Dengan kata lain, setiap orang di Indonesia bisa tertular flu babi meski tidak bepergian ke luar negeri.

Penyebabnya, ada tiga faktor. Bisa virus, bakteri dan jamur atau enzim lainnya seperti mikroorganisme atau nonmikro.

‘’Itu bisa menyebabkan si penderitanya mengalami stadium ringan hingga berat. Tapi flu babi masa pandemi sudah lewat. Cum virus itu akan mengalami mutasi," jelasnya.



Sumber: BeritaSatu.com