30 Tim Kesehatan Dampingi Karantina 188 ABK Kapal World Dream

30 Tim Kesehatan Dampingi Karantina 188 ABK Kapal World Dream
Kapal Pesiar World Dream. ( Foto: Wikipedia )
Dina Manafe / IDS Selasa, 25 Februari 2020 | 20:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Kesehatan (Kemkes) sudah menyiagakan 30 tim kesehatan untuk mendampingi 188 anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) kapal World Dream yang akan menjalani masa karantina 14 hari.

Sebanyak 188 ABK tersebut akan segera dievakuasi pemerintah menggunakan Kapal Rumah Sakit (KRS) dr Soeharso milik TNI Angkatan Laut pada Rabu (26/2/2020) pukul 10.00 di Selat Durian, Riau. Selanjutnya mereka akan diberangkatkan ke Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, untuk menjalani masa karantina atau observasi kesehatan selama 14 hari.

Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemkes), Achmad Yurianto mengatakan, sejak kemarin pihaknya dan tim dari TNI sudah melakukan pengecekan fungsi terhadap seluruh fasilitas di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, yang akan jadi tempat karantina.

Pulau Sebaru Kecil dipilih sebagai tempat karantina karena merupakan pulau tanpa penghuni, begitu pun pulau-pulau di sekitarnya. Ini adalah tempat bekas klinik rehabilitas pecandu narkoba yang dibangun tahun 2008. Klinik ini sudah terpakai tetapi masih terpelihara dengan baik. Tempat ini memiliki fasilitas cukup lengkap mulai dari kamar, tempat tidur, ruang makan, fasilitas dapur, dan fasilitas penunjang lain seperti air juga listrik. Jumlah kamar tidurnya ada 168, dan pemerintah akan menambahnya menjaddi 200.

“Mulai kemarin kesiapan pulau ini kita cek ulang. Beberapa teman TNI sudah bergerak ke sana untuk melakukan pengecekan fungsi, dan masih akan terus dilakukan pengecekan. Perlu ada perbaikan kecil karena sebelumnya memang tidak lagi digunakan,” kata Yurianto pada teleconference dengan media di Kantor Kemkes, Jakarta, Selasa (25/2/2020) sore.

Selain fasilitas, lanjut Yurianto, pihaknya juga sudah menyiapkan 30 tim kesehatan yang akan memberikan pelayanan tidak terputus selama 14 hari masa observasi di Pulau Sebaru. Tim ini terdiri dari su tim yang menangani pemantauan kondisi kesehatan 188 ABK tiap hari. Pemantauan kesehatan ini menggunakan pola yang sama dengan 137 WNI dari Wuhan yang dikarantina di Natuna, Kepulauan Riau beberapa waktu lalu. Pemeriksaan suhu tubuh akan dilakukan dua kali sehari, pagi dan sore.

Kemudian ada subtim kesehatan lingkungan. Tim ini bertanggung jawab terhadap kesehatan lingkungan, penanganan sampah, pengawasan dapur, dan kualitas bahan makanan.

Ada pula tim surveilens yang tugasnya melakukan pencatatan hasil pengukuran suhu tubuh, pendataan dan pengolahan data serta melaporkan ke Kemkes. Dari data-data inilah yang akan jadi evaluasi untuk menentukan kebijakan lebih lanjut.

Tim terakhir adalah subtim layanan medis. Tim ini terdiri dari dokter spesialis paru, spesialis penyakit dalam, dokter umum, dan beberapa perawat.

“Kita akan turunkan subtimnya, dan kita harapkan hari Rabu tanggal 26 semua sudah berada di Pulau Sebaru Kecil untuk melakukan pengecekan secara keseluruhan,” katanya.

Diketahui, KRS Soeharso yang membawa 188 ABK diperkirakan tiba di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu pada Jumat (28/2/2020) pukul 03.00 WIB. Penumpang akan diturunkan, selanjutnya tim yang sudah berada di lokasi mengatur penempatan mereka untuk memulai masa observasi selama 14 hari.



Sumber: BeritaSatu.com