Metode Sunat Jaman Now Diminati Masyarakat

Metode Sunat Jaman Now Diminati Masyarakat
Media gathering Rumah Sunat dr Mahdian di Jakarta, Rabu (13/11/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Indah Handayani )
Indah Handayani / FER Rabu, 13 November 2019 | 16:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Seiring dengan perkembangan jaman, dunia kesehatan juga semakin berkembang. Termasuk dalam tindakan sunat yang semakin berkembang sesuai jaman, yaitu hadirnya tindakan sunat dengan teknik klem atau dikenal dengan sunat jaman now. Bahkan, metode sunat ini semakin digemari oleh masyarakat Indonesia.

Dokter dari Rumah Sunat dr Mahdian, dr Hengki Prabowo Irianto SpB, menjelaskan sunat adalah tindakan sirkumsis atau bedah untuk membuang kulup atau prepusium penis yaitu kulit yang menutupi glans penis. Sering disebut khitan atau sunat. Ada yang melakukannya karena alasan agama, budaya atau juga alasan kesehatan. Apapun yang melatar belakanginya, dari sudut pandang kesehatan sangat bermanfaat.

Baca Juga: Risiko Penyakit Ini Mengintai Pria Tidak Disunat

Dr Hengki menambahkan seiring dengan perkembangan teknologi kedokteran dna kesehatan, metode sunat pun semakin berkembang. Dahulu sunat dilakukan dengan metode konvensional atau menggunakan pisau dan jahitan. Namun, lanjut dia, metode itu sudah ditinggalkan. Kini metode sunat lebih berkembang dan menggunakan metode klem.

"Metode ini lebih nyaman dan memiliki beberapa keunggulan dibandingkan metode sunat konvensional," ungkapnya di sela media gathering Rumah Sunat dr Mahdian di Jakarta, Rabu (13/11/2019).

dr Encep Wahyu, dokter dari Rumah Sunat dr Mahdian, menambahkan sunat konvensional memerlukan persiapan peralatan maupun tenaga medis lebih banyak. Selain waktu pengerjaan lama, ada risiko infeksi dan komplikasi lebih besar dan waktu penyembuhan luka juga relatif lebih lama.

"Sunat modern dengan klem lebih praktis, karena proses sunat yang lebih mudah dan cepat. Selain itu perdarahan minimal, tanpa jahitan, proses penyembuhan luka lebih cepat, serta lebih higienis dan aman," jelasnya.

Dr Encep menambahkan, metode klem yang dipakai merupakan hasil inovasi anak negeri, disebut Mahdian klem. Mahdian klem diluncurkan sejak 2015. Sebelum Mahdian Klem dikembangkan, semua klem yang ada dan digunakan. di Indonesia adalah produk impor buatan luar negeri terutama Malaysia dan Turki. Selain masalah biaya, bentuk dan kualitas klem impor ini dirasakan kurang sesuai dengan anatomi penis anak-anak Indonesia.

"Mahdian klem sudah disesuaikan dengan anatomis anak Indonesia pada umumnya, desain yang lebih memperhatikan kemudahan aplikasi, keamanan dan kenyamanan anak. Mahdian klem memiliki keunggulan dari sisi tabung, maupun penguci yang berupa sekrup," tutupnya.



Sumber: Investor Daily