Cegah Stunting dengan MPASI Buah

Cegah Stunting dengan MPASI Buah
Aktris Tya Aristya (tengah) berbincang dengan dr. Attila Dewanti, Sp.A (K) selaku dokter spesialis anak (kanan) mengenai MPASI buah. Acara digelar oleh Milna Nature Delight. ( Foto: Ist / Ist )
Mardiana Makmun / MAR Kamis, 10 Oktober 2019 | 19:41 WIB

JAKARTA, Beritasatu.com – Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, saat ini Indonesia masih mengalami situasi ganda (double burden), yaitu anak bertubuh pendek atau stunting mencapai 30,8%, tetapi di sisi yang lain masih ada anak dengan kelebihan gizi atau obesitas yang mencapai 8% dari seluruh total populasi anak. Faktor tersebut terjadi karena masih banyak anak mengalami malnutrisi. Di sinilah pentingnya peran MPASI pada periode emas atau 1.000 Hari Pertumbuhan Anak.


MPASI diberikan saat usia anak menginjak 6 bulan, saat ASI eksklusif sudah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan energi (kalori), vitamin, dan mineral yang bertambah seiring pertumbuhan Si Kecil. Pada periode pengenalan MPASI, menu makanan harus memerhatikan tekstur, rasa, frekuensi, dan porsi yang sesuai dengan tahapan usia anak, karena rasa dan tekstur menu MPASI membantu melatih kepekaan indera pengecap anak dan mendukung stimulasi indera lainnya. Tidak hanya menu makanan utama, menu makanan selingan atau snack juga penting agar Si Kecil dapat mengenal semakin banyak rasa dan variasi zat gizi yang masuk ke tubuh juga semakin beragam.


“Pemberian MPASI idealnya terdiri dari 3 porsi makanan utama dan 2 porsi makanan selingan atau snack. Pada menu makanan utama, bisa diutamakan daging dan sayuran sementara untuk menu makanan selingan, buah bisa menjadi salah satu pilihan. Pentingnya pemberian makanan selingan atau snack adalah untuk memastikan agar jumlah asupan dan nutrisi Si Kecil terpenuhi dengan baik. Menu snack juga harus dipastikan agar kaya rasa dan menarik supaya tidak membosankan. Salah satunya contohnya dengan memperkenalkan buah, karena buah memiliki nutrisi tinggi, ragam variasi tekstur, rasa dan terdiri dari bermacam-macam warna dan bentuk yang menarik untuk Si Kecil,” jelas dr. Attila Dewanti, Sp.A (K) selaku dokter spesialis anak.


Cara mudah makan buah

Dalam konteks nutrisi, melalui Consumer Research yang diadakan oleh Milna mengenai makanan bayi yang diadakan terhadap 400 responden yang terdiri dari ibu dengan anak usia 6-18 bulan, anak Indonesia sudah dibiasakan mengonsumsi buah yang ditumbuk atau dihaluskan. Fakta yang sama bisa dilihat dari hasil penjualan rangkaian Milna Nature Delight selama ini yang sangat baik. Artinya, Milna Nature Delight dinilai baik dari segi kandungan nutrisi maupun kemasannya yang praktis dan memudahkan ibu-ibu zaman now dalam memenuhi kebutuhan snack sehat Si Kecil.

Christofer Samuel Lesmana selaku Business Unit Head for Baby and Kids Food Nutrition, Kalbe Nutritionals menjelaskan, “Meningkatnya antusiasme konsumen Milna Nature Delight telah melahirkan Gen Bapur atau Generasi Bawa Pure yang mempercayakan Milna Nature Delight, sebagai pilihan pertama ibu untuk Cara Mudah Makan Buah Si Kecil,”kata Christofer.

Hal ini juga yang dilakukam aktris Tya Ariestya. “Rutinitas makan buah memang sudah saya biasakan sejak kecil pada anak saya, Kanaka, dan dengan kesibukan yang mengharuskan saya untuk banyak bepergian dan membawa anak-anak, Milna Nature Delight sangat membantu menjaga pemenuhan asupan buah Kanaka,” kata Tya.

“Milna Nature Delight adalah fruit puree yang terbuat dari 100% buah asli yang tidak mengandung pengawet ataupun gula tambahan,” tutup Christofer Samuel Lesmana selaku Business Unit Head for Baby and Kids Food Nutrition, Kalbe Nutritionals.