Fasilitas Autodebit Permudah Peserta JKN-KIS Bayar Iuran

Fasilitas Autodebit Permudah Peserta JKN-KIS Bayar Iuran
Masyarakat peserta JKN-KIS tengah mengikuti sosialisasi autodebit iuran JKN-KIS tanpa rekening bank di kantor Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Jumat (20/9/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta Barus )
Carlos Roy Fajarta / WBP Jumat, 20 September 2019 | 15:21 WIB

Nganjuk, Beritasatu.com - Bagi peserta mandiri atau peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) di daerah pelosok, kini semakin mudah melakukan pembayaran iuran peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dengan sistem autodebit perbankan maupun tanpa rekening bank.

“Ini kami lakukan untuk menjawab kebutuhan peserta," kata Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan, Kemal Imam Santoso ketika melakukan spot check implementasi pembayaran iuran melalui autodebit nonrekening bank, di Kantor Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Jumat (20/9/2019).

Diketahui saat ini sistem pembayaran iuran JKN-KIS bagi peserta baru mandiri telah diwajibkan menggunakan autodebit sistem perbankan per 1 Januari 2019. Adapun per 1 Mei 2019, untuk pembayaran tanpa rekening bank ada di fitur pembayaran di aplikasi mobile JKN.

Dia mengatakan saat ini autodebit iuran JKN-KIS tanpa rekening bank dapat dilakukan melalui uang elektronik mobile cash, yakni rekening bayar iuran BPJS Kesehatan yang dikembangkan PT Finnet Indonesia.

BPJS memahami bahwa kondisi demografi penduduk Indonesia sangat beragam dan belum tentu seluruh penduduk memiliki rekening bank. Selain itu masih ada peserta yang tempat tinggalnya jauh dari jangkauan bank atau tidak memiliki perangkat komunikasi canggih seperti telepon selular 3G atau 4G. "Kami memberikan pilihan, jika menggunakan program ini peserta tidak perlu repot membuka rekening bank atau mendaftar autodebit di bank,” ujar Kemal Imam Santoso.

Peserta mandiri JKN-KIS dapat mendaftarkan autodebit iuran dengan menggunakan telepon seluler 2G dan menekan *141*999# (khusus pengguna Telkomsel dan Indosat) dan memilih menu daftar.

Kemudian peserta dapat langsung melakukan pembayaran/pengisian saldo iuran di Kantor Pos, Alfamart, transfer Virtual Account (VA) BRI, transfer VA Bank Mandiri, serta jejaring Apotek Sanafarma di seluruh Indonesia, dengan menyebutkan nomor peserta dan nomor telepon.

Kemal Imam Santoso menambahkan, peserta juga dapat mengisi saldo kapanpun sesuai kemampuan. Peserta bisa menyisihkan saldo setiap hari. Jika saldo tagihan iuran mencukupi, akan otomatis terdebit.

Dikatakannya jumlah peserta yang telah mendaftar autodebit tanpa rekening bank sebanyak 110.175 peserta. Dari data tersebut, antusias terlihat pada peserta PBPU kelas 3 sebagai komposisi terbesar yaitu 67,55 persen.

BPJS Kesehatan berharap akan semakin banyak peserta PBPU yang menggunakan autodebit baik melalui bank ataupun nonrekening bank. Dengan autodebit, peserta tidak perlu lagi khawatir lupa membayar iuran setiap bulan. Dengan demikian, peserta terhindar dari risiko denda layanan jika terlambat membayar.

“Untuk peserta yang saat ini sudah terdaftar sebagai peserta PBPU namun masih belum menggunakan autodebit, bisa langsung ke bank untuk mendaftar. Sebagai pilihan kami juga siapkan autodebit tanpa rekening bank. Upaya ini kami lakukan untuk memudahkan peserta, meningkatkan kepatuhan peserta, dan diharapkan membantu meningkatkan sustainibilitas program JKN-KIS,” tutur Kemal Imam Santoso.

Sementara Direktur Utama Finnet, Paulus Djatmiko menyampaikan optimisme solusi dari BPJS Kesehatan dan Finnet dapat memberikan dampak positif untuk masyarakat. “Sekarang keterbatasan jangkauan internet di pelosok tidak menjadi hambatan. Dengan mobile cash, masyarakat yang belum terjangkau dengan produk bank tetap dapat membayar iuran JKN-KIS dengan menggunakan pilihan pembayaran autodebit," kata Paulus Djatmiko.



Sumber: Suara Pembaruan