New York Larang Vaping Berperisa, Kecuali 2 ini

New York Larang Vaping Berperisa, Kecuali 2 ini
Cairan rokok elektronik (vape). ( Foto: Antara / M Agung Rajasa )
Heru Andriyanto / HA Selasa, 17 September 2019 | 01:46 WIB

New York, Beritasatu.com - Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan telah mengambil kebijakan untuk melarang penjualan sebagian besar produk rokok elektronik atau e-cigarette yang mengandung perisa di negara bagian tersebut.

Hari Minggu (15/9/2019) lalu, Cuomo mengumumkan larangan untuk semua perisa kecuali rokok elektronik rasa tembakau dan mentol. Menurutnya, produk berperisa menjadi daya tarik tinggi bagi kaum muda untuk merokok. Berdasarkan data yang dia sampaikan, 68% pengguna rokok elektronik memilih produk-produk berperisa.

Pejabat Dinas Kesehatan New York dr Howard Zucker akan menggelar pertemuan darurat dengan Dewan Perencanaan Kesehatan dan Kesehatan Masyarakat New York (PHHPC) pekan ini untuk memberlakukan larangan tersebut.

Langkah ini diambil setelah muncul krisis kesehatan terkait penggunaan rokok elektronik, atau biasa disebut vaping. Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan rokok elektronik di kalangan anak mdua dan remaja meningkat pesat. Wabah misterius penyakit paru-paru terkait vaping membuat pihak berwenang AS memberi perhatian serius atas masalah ini.

Juul Labs, produsen rokok elektronik terkemuka, mengatakan produk-produknya dimaksudkan sebagai alternatif bagi para perokok dewasa. Namun, pejabat kesehatan menilai beragam rasa yang ditawarkan perusahaan itu, seperti mint dan mangga, memang dirancang untuk memikat anak muda.

Michigan menjadi negara bagian pertama di AS yang melarang penjualan e-cigarette berperisa. Pekan lalu, pemerintahan Donald Trump juga mengusulkan kebijakan yang mengharuskan semua perusahaan e-cigarette untuk menarik produk berperisa dari pasar.

Matthew L. Myers, presiden LSM Campaign for Tobacco-Free Kids, memuji kebijakan Gubernur Cuomo, tetapi meminta agar rasa mentol juga dilarang.

"Ada bukti jelas bahwa kalau Anda menyisakan satu rasa e-cigarette di pasar, maka anak-anak akan berpaling pada produk itu," kata Myers. "Itu yang terjadi pada e-cigarette rasa mint dan mentol tahun lalu, dan akan terus berlanjut kalau e-cigarette mentol dibiarkan di pasar," ujarnya.

Cuomo mengatakan dia tidak melarang rasa mentol karena diharapkan bisa membantu perokok mentol biasa yang berusaha berhenti. Meskipun demikian, di masa depan rasa ini mungkin dilarang juga, imbuhnya.



Sumber: CNN