Tingkatkan Kemampuan Kognitif dengan Cara Ini

Tingkatkan Kemampuan Kognitif dengan Cara Ini
Berinteraksi Ilustrasi ( Foto: kitamuda.id )
Winda Ayu Larasati / WIN Kamis, 12 September 2019 | 18:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kognitif merupakan salah satu yang utama pada otak kita yang dapat menentukan arah hidup kita.

Kemampuan kognitif pada otak cenderung perlahan menurun seiring bertambahnya usia dewasa akhir. Penurunan keterampilan fungsi kognitif otak dapat dipengaruhi oleh kesehatan tubuh masing-masing individu.

Namun, kemampuan fungsi kognitif dapat ditingkatkan dengan beberapa cara seperti:

1. Berinteraksi sosial

Tidak hanya menjaga tali silaturahmi, berinteraksi sosial bermanfaat bagi kemampuan kognitif Anda. Berdasarkan penelitian dari University of Chicago tahun 2014 mengungkapkan, rasa kesepian bisa menjadi pemicu penurunan fungsi koginitif dan psikologis lebih cepat.

Kurang membuka diri dengan orang-orang sekitar dapat membuat Anda sulit tidur di malam hari. Selain itu bisa mengalami peningkatan tekanan darah, mudah stres, lebih mudah terserang penyakit hingga depresi.

Semua hal tersebut pada akhirnya mengganggu fungsi kognitif otak.

2. Melakukan meditasi

Bermeditasi di ruangan terbuka atau tertutup dapat mengoptimalkan fungsi kognitif. Sebuah penelitian dari Harvard Medical Center mengatakan bermeditasi membawa ketenangan batin dan emosional yang bisa mengubah cara kerja otak lebih positif.

Studi lain dari Rutgers University melaporkan bahwa meditasi selama 30 menit yang diikuti latihan aerobik selama 30 menit dalam delapan minggu dapat menurunkan gejala depresi hingga 40 persen. Mereka menjadi lebih mampu mengendalikan diri untuk tidak cemas dan memikirkan hal-hal negatif.

3. Melakukan aktivitas fisik

Sebuah penelitian tahun 2013 oleh Dana-Farber Institute dan Harvard Medical School menemukan bahwa aktivitas fisik rutin berdampak positif bagi peningkatan fungsi kognitif, karena tubuh akan menghasilkan hormon tertentu yang diyakini baik bagi kerja daya ingat.

Bukan hanya itu saja, hormon juga diyakini memiliki efek perlindungan bagi kesehatan saraf, serta mengaktifkan gen yang terlibat dalam proses pembelajaran.



Sumber: Hellosehat.com, kitamuda.id