Kenali Gejala Mata Kering Akibat Gawai
INDEX

BISNIS-27 541.037 (-2.19)   |   COMPOSITE 6389.83 (-67.98)   |   DBX 1207.48 (-6.95)   |   I-GRADE 186.044 (-1.8)   |   IDX30 536.499 (-4.06)   |   IDX80 144.214 (-1.63)   |   IDXBUMN20 435.358 (-10.84)   |   IDXESGL 149.259 (-0.62)   |   IDXG30 145.988 (-1.78)   |   IDXHIDIV20 471.745 (-3.45)   |   IDXQ30 152.642 (-1.01)   |   IDXSMC-COM 293.915 (-4.87)   |   IDXSMC-LIQ 367.505 (-7.32)   |   IDXV30 148.997 (-3.22)   |   INFOBANK15 1075.9 (-4.86)   |   Investor33 460.647 (-2.84)   |   ISSI 189.211 (-2.58)   |   JII 668.85 (-10.91)   |   JII70 234.095 (-3.95)   |   KOMPAS100 1287.09 (-14.11)   |   LQ45 998.257 (-9.21)   |   MBX 1767.88 (-20.12)   |   MNC36 340.661 (-2.42)   |   PEFINDO25 338.558 (0.19)   |   SMInfra18 329.085 (-4.86)   |   SRI-KEHATI 393.501 (-2.17)   |  

Kenali Gejala Mata Kering Akibat Gawai

Rabu, 11 September 2019 | 17:02 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Sebuah data mencatat, prevalensi mata kering di dunia tercatat sekitar 20 persen hingga 50 persen. Kondisi ini menunjukkan, mata kering merupakan permasalahan kesehatan yang tumbuh signifikan di seluruh dunia.

Mata kering disebabkan oleh sejumlah faktor pendorong seperti degeneratif, ketidakstabilan hormon dan penggunaan obat obatan. Gaya hidup seperti kebiasaan menatap layar gawai dalam waktu yang lama juga dapat meningkatkan resiko mata kering. Permasalahan mata kering menjadi dekat dengan masyarakat Indonesia karena rata-rata masyarakat Indonesia mengakses internet menggunakan perangkat elektroniknya selama 8 jam 36 menit per hari.

Dr Nina Asrini Noor SpM menjelaskan, masalah penglihatan yang tidak terkoreksi (salah satunya mata kering) dapat mengurangi produktivitas hingga 29 persen. Pada kondisi tertentu, permasalahan mata kering yang diabaikan dapat menurunkan kualitas pada hidup.

Menurut Ninaa, mata kering merupakan kondisi hilangnya keseimbangan komponen air mata yang ditandai dengan berbagai gejala, mulai dari air mata menjadi tidak stabil, peningkatan kekentalan air mata, hingga kerusakan atau peradangan pada permukaan mata.

"Aktivitas dengan atensi visual atau fokus tinggi dalam durasi waktu lama, seperti menatap monitor atau gawai, dapat menjadi faktor penyebab mata lelah dan kering," ungkapnya di sela acara Buka Mata Buka Insto di Jakarta, Rabu (11/9).

Menurut Nina, hal itu terjadi karena pada saat sedang fokus, frekuensi berkedip berkurang, sehingga mata terasa seperti mengganjal, mudah merah berulang, berair, terasa kering, sensasi berpasir, ada kotoran mata, terasa lengket, rasa gatal yang memicu untuk mengucek mata.

"Membaca buku dan mengemudikan kendaraan juga termasuk kegiatan dengan atensi visual tinggi, yang juga dapat menimbulkan mata lelah atau kering," paparnya.

Sementara itu, figur publik yang dikenal sebagai penulis, pemain film serta content creator, Raditya Dika bercerita pengalaman permasalahan mata kering yang pernah dialaminya. Terlebih dalam keseharian ia menghabiskan waktu sekitar 12 jam untuk menatap layar gawai, baik smartphone maupun laptop, akibatnya mata terasa perih.

"Belakangan saya baru tahu bahwa bukan menggunakan gawai dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kondisi mata kering. Ternyata karena saya lupa berkedip," jelasnya.

VP Consumer Healthcare & Wellness and International Operations Combiphar, Weitarsa Hendarto, menambahkan, sebagai salah satu brand keluaran Combiphar, Insto senantiasa ingin mendorong kesadaran masyarakat untuk menjalani gaya hidup lebih sehat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kampanye Buka Mata Buka Insto, sebuah inisiasi yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat Indonesia mengenai permasalahan mata kering.

"Meski kadang dianggap sepele karena dianggap hanya menimbulkan perasaan tidak nyaman, permasalahan mata kering yang tidak ditangani dengan baik dapat mengurangi produktivitas," ujar Weitarsa.

Untuk itu, lanjut Weitarsa, pihaknya bekerjasama dengan Jakarta Eye Center (JEC) menggelar edukasi mengenai kesehatan mata bertajuk Buka Mata Buka Insto, di Mal Kota Kasablanka dalam membantu masyarakat Indonesia untuk mengenali serta mengatasi gangguan mata kering.



Sumber: Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Wanita Mengalami Risiko Depresi Dua Kali Lipat

Wanita mengalami risiko depresi dua kali lipat daripada pria

KESEHATAN | 11 September 2019

Setop Menyalahkan Diri Sendiri Jika Anda Tengah Menghadapi Masalah

Tidak sedikit dari kita yang menyalahkan diri sendiri saat dilanda suatu masalah.

KESEHATAN | 11 September 2019

Permintaan Produk Organik Meningkat 54%

Selain isu lingkungan, konsumen memilih produk organik karena keinginan yang kuat untuk hidup lebih sehat.

KESEHATAN | 11 September 2019

Bahan Baku 14 Obat Akan Diproduksi di Dalam Negeri

Untuk mencapai target impor turun hingga 15% di tahun 2021, pemerintah melakukan berbagai upaya. Di antaranya adalah menyederhanakan proses perizinan.

KESEHATAN | 11 September 2019

Kemkes Targetkan Impor Bahan Baku Obat Turun 15%

Saat ini, 72% industri yang beroperasi di Indonesia adalah industri lokal. Namun, bahan baku yang dipakai 95% masih diimpor dari negeri lain.

KESEHATAN | 11 September 2019

Nutricia Indonesia Foundation Kirim Dokter Spesialis Anak ke Belanda

NIF secara berkesinambungan terus berperan aktif memberikan berbagai dukungan untuk meningkatkan kualitas dan layanan kesehatan anak-anak di Indonesia.

KESEHATAN | 10 September 2019

Lentera Anak Apresiasi Djarum Kurangi Branding di Lokasi Audisi

Jika Djarum memang tulus ikhlas melakukan pembibitan olahraga, Djarum dapat terus melanjutkan kegiatan dengan menghilangkan semua brand image.

KESEHATAN | 10 September 2019

5 Korban Tewas, Pemerintah AS Rilis Bahaya Vaping

AS tengah menyelidiki lebih dari 450 kasus penyakit yang diduga terkait vaping di 33 negara bagian.

KESEHATAN | 10 September 2019

Cordlife Perluas Edukasi Skrining Awal Kehamilan

Hingga saat ini tercatat ada 11.000 tali pusat yang disimpan di Cordlife.

KESEHATAN | 9 September 2019

Dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Kondisi Habibie Membaik

Kementerian Sekretariat Negara menyebutkan kondisi kesehatan Presiden ke-3 BJ Habibie membaik.

KESEHATAN | 9 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS