Dokter Mata UI Rilis Penemuan Terbaru Implan Glaukoma

Dokter Mata UI Rilis Penemuan Terbaru Implan Glaukoma
Dekan FKUI, Ari Fahdal Syam (kedua kiri) memperkenalkan penemum terbaru berupa alat drainase glaukoma, VIRNA Glaucoma Implant by ROHTO, yang dikembangkan dr. Virna Dwi Oktariana, SpM(K) (kiri) di Jakarta, Rabu 26 Juni 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Whisnu Bagus )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Rabu, 26 Juni 2019 | 13:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) merilis penemuan terbaru berupa alat drainase glaukoma, VIRNA Glaucoma Implant by Rohto untuk penderita penyakit mata glaukoma dengan harga terjangkau.

Dekan FKUI, Prof. Dr. dr. Ari Fahdal Syam, SpPD-KGEH, MMB mengatakan, VIRNA Glaucoma Implant by ROHTO dikembangkan Dr. dr. Virna Dwi Oktariana, SpM(K) bekerja sama dengan Western Austrdia’s Lions Eye Institute (LEI). "Alat ini telah mendapatkan izin edar dan produksinya dilakukan PT Rohto Laboratories Indonesia,’ ujar Ari Fahdal di sela peluncuran di Jakarta, Rabu (26/6/2019). Hadir dalam kesempatan itu Plt. Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan Kemkes dr. Kuwat Sri Hudoyo. MSi.

Ari Fahdal Syam menjelaskan, FKUI akan terus berupaya mengakomodasi seluruh staf den pakar untuk menjadi dokter-dokter academic business-govemment yang melahirkan solusi relevan untuk berbagai masalah kesehatan di Indonesia.

Sebagai gambaran, glaukoma atau penyakit yang ditandai dengan kerusakan saraf mata merupakan penyebab kebutaan kedua setelah katarak, dan jumlah penderitanya terus meningkat. Data Kemkes mencatat, prevalensi glaukoma mencapai 4,6 per 1.000 penduduk. Sedangkan prevalensi gaukoma menurut Jakarta Urban Eye Health Study mencapai 2,53 persen.

Dr. dr. Virna Dwi Oktatiana, SpM (K), staf pengajar di Departemen llmu Kesehatan Mata FKUI-RSCM yang juga merupakan peneliti, berhasil mengembangkan glaukoma implant. "Saya ingin membuat glaukoma implant dengan harga terjangkau bagi masyarakat dan mudah pengerjaannya," jelas Virna Dwi Oktatiana.

Virna Glaukoma Implant ini diindikasikan untuk pasien glaukoma yang tidak merespons terapi medis maksimal atau jika trabekulektomi gagal menurunkan tekanan intraokular. Di Indonesia, kata Virna, ada banyak pasien dalam situasi ini, tetapi bagi kebanyakan masyarakat, hal ini bukan pilihan karena faktor biaya. "Harga implan saat ini bia mencapai Rp 6,5-Rp 7,5 juta, sedangkan Virna Glaukoma 30 persen lebih murah dari harga pasaran,' kata Virna Dwi Oktatiana.

Presiden Direktur PT Rohto Laboratories Indonesia, Mukdaya Masidy menyatakan bahwa Virna Glaucoma Implant telah mendapatkan izin edar dari Kemkes dan produksinya dilakukan PT Rohto. "Diharapkan dengan penemuan ini dapat membuat angka kebutaan yang diakibatkan oleh glaukoma, dapat turun seiring berjalannya waktu," kata Mukdaya Masidy.

Mukdaya Masidy mengatakan, perseroan untuk tahap awal akan membuat sekitar 200 sampai 300 per bulan yang ditujukan pada pasien di Indonesia. Ke depan, tidak menutup kemungkinan akan diekspor ke 15 negara seperti yang dilakukan Rohto terkait katarak. "Sasarannya untuk menekan glaukoma di dalam negeri," kata Mukdaya Masidy.

Mukdaya Masidy mengungkapkan, kerja sama dengan FK UI dan Virna Dwi Oktatiana telah sejak 2015. "Ini di luar ekspektasi kita, karena target awal rampung 2020," kata Mukdaya Masidy.



Sumber: BeritaSatu.com