Penangkapan Gus Nur Berdasarkan Bukti yang Dimiliki Kepolisian
INDEX

BISNIS-27 503.6 (0.97)   |   COMPOSITE 5652.76 (22.07)   |   DBX 1032.04 (1.71)   |   I-GRADE 164.451 (0.59)   |   IDX30 490.95 (1.17)   |   IDX80 128.766 (0.48)   |   IDXBUMN20 358.484 (2.15)   |   IDXG30 133.521 (0.33)   |   IDXHIDIV20 437.723 (1.25)   |   IDXQ30 142.408 (0.42)   |   IDXSMC-COM 239.978 (1.54)   |   IDXSMC-LIQ 292.98 (1.68)   |   IDXV30 120.747 (1.44)   |   INFOBANK15 969.323 (0.63)   |   Investor33 424.184 (0.89)   |   ISSI 165.497 (0.87)   |   JII 607.992 (2.49)   |   JII70 207.954 (1.18)   |   KOMPAS100 1151.81 (3.85)   |   LQ45 901.663 (2.32)   |   MBX 1571.94 (6.65)   |   MNC36 316.426 (0.66)   |   PEFINDO25 300.975 (5.44)   |   SMInfra18 283.853 (0.65)   |   SRI-KEHATI 362.321 (0.99)   |  

Penangkapan Gus Nur Berdasarkan Bukti yang Dimiliki Kepolisian

Minggu, 25 Oktober 2020 | 11:56 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur ditangkap penyidik Bareskrim Polri di Malang, Jawa Timur. Gus Nur dianggap telah menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan yang bermuatan SARA dan penghinaan.

Pascapenangkapan, muncul polemik dan menuai sorotan di tengah masyarakat terkait dengan apakah Gus Nur diduga melecehkan kaum Nahdlatul Ulama (NU) atau tidak.

Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, menilai, penangkapan yang dilakukan Bareskrim Polri tersebut dilakukan ‎karena adanya bukti-bukti yang cukup jelas. Sehingga kemudian akhirnya bisa dilakukan pengusutan oleh pihak kepolisian.

"Penangkapan ini sudah berdasarkan bukti-bukti yang jelas. Tidak ada perdebatan lagi bahwa yang bersangkutan telah melakukan ujaran kebencian, hoaks dan provokasi," kata Sahroni, di Jakarta, Minggu (25/10/2020).

Menurutnya, saat ini jangan ada pihak-pihak yang mengeluhkan penangkapan tersebut melanggar demokrasi atau kebebasan berpendapat. Sebab yang dilakukan Gus Nur telah menebarkan ujaran kebencian.

"Undang-undangnya juga sudah jelas dan detail mana yang melanggar dan mana yang tidak. Jadi publik juga sebetulnya secara gamblang dapat melihat hal itu," ujarnya.

Politi Partai Nasdem itu juga meminta kepada pihak kepolisian untuk kepada siapa pun yang bersalah harus dihukum dengan tegas. Termasuk tidak ada perlakuan istimewa kepada Gus Nur.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri menangkap Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur. Yang bersangkutan ditangkap di kediamannya di Malang, Jawa Timur, Sabtu (24/10/2020).

Penangkapan Gus Nur tertung dalam Surat Perintah Penangkapan Nomor SP.Kap/171/X/2020/Dittipidsiber. Surat tersebut berlaku untuk 24 sampai 25 Oktober 2020.

Dalam surat tersebut disebutkan perintah penangkapan karena Gus Nur diduga telah menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau SARA terhadap kelompok tertenru.

Gus Nur diduga melanggar Pasal 45A ayat (2) Juncto Pasal 28 Ayat (2) dan atau Pasal 45 ayat (3) Juncto 27 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 156 KUHP dan atau Pasal 310 dan atau 311 KUHP dan atau 207 KUHP.

Penangkapan ini sendiri, merujuk pada laporam polisi LP/B/0600/X/2020/ Bareskrim tanggal 22 Oktober 2020 yang dibuat oleh Nahdlatul Ulama (NU). Saat itu NU melaporkan Gus Nur karena diduga melakukan penghinaan melalui akun Youtube Munjiat Channel.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tegakan Protokol Kesehatan, Polres Cilegon Telah Siap Hadapi Long Weekend

Momen libur panjang ini berbarengan dangan dilaksanakannya operasi Zebra Kalimaya 2020 mulai 26 Oktober hingga 8 November 2020.

NASIONAL | 25 Oktober 2020

Pandemi Covid-19, Relawan N4J dan YSKI Gencarkan Bantu Warga Tidak Mampu

Jadi Pane menyebutkan, penyaluran bantuan ini semakin digencarkan kepada masyarakat di berbagai kawasan di Medan.

NASIONAL | 24 Oktober 2020

Pemkab Bengkulu Utara Pilih Air Padang Jadi Lokasi Pemakaman Jenazah Covid-19

Di Bengkulu Utara tercatat sebanyak 30 orang positif Covid-19.

NASIONAL | 25 Oktober 2020

Sembuh dari Covid-19, dr Arief Fadhillah: "Kini Kami Bisa Melayani Pasien Lagi..."

Dr Arief, mengaku memiliki riwayat penyakit jantung, hipertensi dan obesitas.

NASIONAL | 25 Oktober 2020

Gempa di Pangandaran Terasa hingga Yogyakarta

Selain Yogyakarta, getaran juga dirasakan di Kabupaten Bandung, Kebumen, Kutoarjo, Banyumas, Banjarnegara, Kulonprogo, Bantul dan Gunung Kidul.

NASIONAL | 25 Oktober 2020

Gempa Magnitudo 5,9 di Pangandaran Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa dengan magnitudo 5,9 yang terjadi di laut Jawa, 90 kilometer dari Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat tidak berpotensi tsunami

NASIONAL | 25 Oktober 2020

Hujan Es Terjadi di Kabupaten Timor Tengah Utara NTT

Fenomena Hujan es melanda Kecamatan Miomafo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur ( NTT), Jumat (23/10/2020) siang.

NASIONAL | 23 Oktober 2020

Ilham Bintang Gugat Indosat Ooredoo dan Commonwealth Bank Rp 100 M

Gugatan yang diajukan oleh Ilham, selain kerugian materiil, juga kerugian imateriil, sebesar Rp 100 miliar kepada pihak Indosat Ooredoo dan Commonwealth Bank.

NASIONAL | 24 Oktober 2020

Keluarga Nilai Penangkapan Gus Nur Politis

Muhammad Munjiat, putra kedua Gus Nur mengatakan keluarga keberatan dengan penangkapan tersebut.

NASIONAL | 24 Oktober 2020

Peneliti LIPI: Komunikasi Politik untuk Bangun Kepercayaan dalam Iklim Demokratis

Tiap permasalahan harus dikenali untuk mengetahui apa solusinya sehingga bisa segera dilakukan perbaikan.

NASIONAL | 24 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS