Tim UGM Ciptakan Alat Deteksi Sebelum Gempa Terjadi
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Tim UGM Ciptakan Alat Deteksi Sebelum Gempa Terjadi

Selasa, 29 September 2020 | 11:29 WIB
Oleh : Fuska Sani Evani / JEM

Yogyakarta, Beritasatu.com - Tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan sistem pendeteksi gempa yang mampu memprediksi satu sampai tiga hari sebelum terjadinya gempa.

Ketua tim riset Laboratorium Sistem Sensor dan Telekontrol Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika UGM, Prof Sunarno melalui keterangan tertulis yang diteri Beritasatu.com, Senin (28/9/2020), mengatakan, Early warning system (EWS) gempa alogaritma yang dikembangkan timnya, bisa mengetahui satu sampai tiga hari sebelum gempa.

“Jika gempa besar di atas magnitudo (M) 6, sekitar dua minggu sebelumnya alat ini sudah mulai memberikan peringatan," kata Sunarno.

Dikatakan, sistem peringatan dini gempa tersebut, bekerja berdasarkan perbedaan konsentrasi gas radon dan level air tanah yang merupakan anomali alam sebelum terjadinya gempa bumi.

Apabila akan terjadi gempa di lempengan, akan muncul fenomena paparan gas radon alam dari tanah yang meningkat signifikan. Demikian juga dengan permukaan air tanah juga naik turun secara signifikan.

"Dengan demikian, dua informasi tersebut terdideteksi oleh alat EWS dan akan segera mengirim informasi ke handphone. Selama ini informasi sudah bisa didapat 2 atau 3 hari sebelum terjadi gempa di antara Aceh hingga NTT," kata dia.

Sistem yang dikembangkan terdiri dari alat EWS yang tersusun dari sejumlah komponen seperti detektor perubahan level air tanah dan gas radon, pengkondisi sinyal, kontroler, penyimpan data, sumber daya listrik. Lalu, memanfaatkan teknologi internet of thing (IoT) di dalamnya.

Pada 2018, tim UGM ini telah meneliti konsentrasi gas radon dan level air tanah sebelum terjadinya gempa bumi. Pengamatan yang telah dilakukan kemudian dikembangkan sehingga dirumuskan dalam suatu algoritma prediksi sistem peringatan dini gempa bumi.

Sistem ini terbukti telah mampu memprediksi terjadinya gempa bumi di Barat Bengkulu M5,2 (28/8/2020), Barat Daya Sumur-Banten M5,3 (26/8/2020), Barat Daya Bengkulu M5,1 (29/8/2020), Barat Daya Sinabang Aceh M5,0 (1/9/2020), Barat Daya Pacitan M5,1 (10/9/2020), Tenggara Naganraya-Aceh M5,4 (14/9/2020), dan lainnya.

Sistem peringatan dini gempa ini telah digunakan untuk memprediksi gempa dan telah terpasang di 5 stasiun pantau/EWS yang tersebar di DIY yang dalam setiap 5 detik mengirim data ke server melalui IoT.

"Jika seandainya terpasang di antara Aceh hingga NTT kita dapat memperkirakan secara lebih baik, yakni dapat memprediksi lokasi lebih tepat atau fokus," katanya.

Dikatakan Sunarno, sistem deteksi tersebut dikembangkan sebagai mekanisme membentuk kesiapsiagaan masyarakat, aparat, dan akademisi untuk mengurangi risiko bencana.

“Sistem peringatan dini gempa bumi ini akan terus dikembangkan hingga mampu memprediksi waktu terjadinya gempa secara tepat, lokasi koordinat episentrum gempa hingga magnitudo gempa,”ujarnya.

Selain itu, menurut dia, alat itu juga bisa menjadi rekomendasi sistem instrumentasi untuk peringatan dini gempa bumi dan memberikan pengetahuan bagi masyarakat mengenai prediksi terjadinya gempa bumi.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

HMI Jabodetabeka-Banten Minta Pemprov Evaluasi Penanganan Covid-19

Pemprov Banten jangan hanya menyalahkan masyarakat, seolah-olah ketidakpatuhan masyarakat menjadi satu-satunya faktor penyebab melonjaknya Covid-19 di Banten.

NASIONAL | 29 September 2020

Silvany Bantah Argumen PM Vanuatu soal Papua, Ini Kata PDIP

Tindakan nasionalis itu dianggap terbaik dibanding para elite yang terus menggapai ambisi politik di dalam negeri.

NASIONAL | 29 September 2020

Minggu ke-39, Tak Ada Daerah Zona Merah Covid-19 di Jawa Tengah

Setidaknya, ada 15 indikator yang dapat mempengaruhi daerah dalam hal zonasi.

NASIONAL | 29 September 2020

Meski Dikritik, Pemprov Banten Tetap Tunjuk Muhtarom Jadi Komisaris BUMD Agrobisnis, Ini Alasannya

Keberadaan Muhtarom, dalam posisi sebagai komisaris PT Agrobisnis Banten Mandiri merupakan representasi dari Pemprov Banten sebagai pemilik saham.

NASIONAL | 29 September 2020

Komisi III Temukan Kejanggalan Kaburnya Napi Cai Changpan

Sarifuddin Sudding meyakini pelarian yang dilakukan Cai Ji Fan melibatkan orang dalam hingga pejabat terkait.

NASIONAL | 29 September 2020

Dirjen Hubdat Dorong Optimalisasi Layanan Angkutan Perintis

Optimalisasi layanan angkutan penyeberangan perintis ini meliputi aspek prasarana, sarana, dan pelayanan.

NASIONAL | 29 September 2020

Pengamat: Mencurigakan, Kuota Belajar Kemdikbud Rekomendasikan Aplikasi Berbayar dan Tidak Populer

Dari 19 aplikasi yang tersedia pada kuota belajar, setidaknya ada 5 aplikasi yang diragukan eksistensi dan kapasitasnya.

NASIONAL | 29 September 2020

Bobby Nasution Diulosi Pedagang di Pasar Pringgan Medan

Pedagang Pasar Pringgan Medan menyambut hangat Bobby Nasution. Mereka langsung mengupa-upa dengan menyematkan ulos ke bahu Bobby Nasution.

NASIONAL | 29 September 2020

Pulihkan Ekonomi, Kemristek Ciptakan 1.000 Teknopreneur

Kerja sama antara Kemristek dan Yayasan Inotek ini akan memperkuat program startup inovasi Indonesia yang sudah dimulai oleh Kemristek sejak 2015.

NASIONAL | 28 September 2020

Program Para-Para Papua Rangkul 500 Mahasiswa Papua

Program Para-Para Papua telah menjangkau enam kota di tiga pulau yang berbeda.

NASIONAL | 28 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS