INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Menteri LHK Ingatkan Puncak Karhutla Oktober Harus Dijaga

Sabtu, 19 September 2020 | 08:33 WIB
Oleh : Jeis Montesori / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan(LHK) Siti Nurbaya mengatakan, Indonesia masih harus terus mewaspadai anomali cuaca, sesuai yang direkomendasikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Tantangan yang dihadapi adalah luasnya wilayah, dan berbagai persoalan dinamis di tiap daerah yang berbeda-beda dengan variabilitas cuaca atau micro-climate yang juga dapat berbeda antar wilayah," kata Siti Nurbaya saat memimpin rapat membahas prediksi, evaluasi cuaca dan iklim untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan banjir di Indonesia, di Jakarta, Jumat (18/9/2020).

Rapat bersama itu dengan kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Restorasi Gambut (BRG), ahli klimatologi serta pejabat eselon I lintas kementerian/lembaga.

Hingga saat ini, kata Siti Nurbaya, semua pihak masih melaksanakan kerja lapangan yang terbaik bagi segenap rakyat Indonesia.

Ia mengatakan, pada tahun lalu di periode seperti ini, Indonesia berhadapan dengan ancaman karhutla, maka tahun ini beberapa wilayah dilaporkan sedang terjadi banjir. Ini semua harus bersama-sama dicermati dan antisipasi.

“Khusus untuk karhutla, terus diikuti perkembangan hotspot setiap hari. Evaluasi laporan dari lapangan dipantau setiap pagi dan malam. Ini juga penting untuk melihat efektifitas kerja pengendalian Karhutla, terutama di masa pandemi,” ujar Siti Nurbaya.

Pada saat ini, katantya, tercatat jumlah hotspots sebanyak 1.651 atau dari Januari - September. Pada periode yang sama tahun 2019, tercatat 18.333 hotspots, atau terjadi penurunan hotspots hingga 91 persen.

Siti Nurbaya mengatakan, ada beberapa catatan penting dari diskusi teknis yakni bahwa hingga Oktober, kerja tekhnologi modifikasi cuaca (TMC) untuk membasahi gambut, mengisi kanal dan embung, tetap akan dilakukan.

“TMC untuk wilayah Riau, Jambi dan Sumsel dan diproyeksikan sudah akan daoat dihentikan pada Akhir Oktober. Kemudian pada November akan diintensifkan untuk Kalsel dan Kaltim. Sementara itu secara khusus berdasarkan cuaca, perlu dipantau cuaca sampai dengan Desember untuk Aceh-Sumut,” ujar Menteri Siti Nurbaya saat menyimpulkan rapat teknis setelah mencermati laporan kondisi iklim September 2020 hingga Februari 2021 dari Kepala BMKG Prof Dwikorita.

Untuk keperluan pencegahan permanen, katanya, sudah dilakukan uji coba modifikasi cuaca tahun ini sejak Februari 2020 di Riau. Telah berhasil diatasi fase krisis pertama di Riau, maka pada Mei-Juni dilakukan uji coba modifikasi cuaca di Jambi dan Sumsel serta Riau dan dilanjutkan ke Kalbar pada bulan Agustus.

Dari kerja teknis tersebut, lanjut Siti Nurbaya, maka perlu dilakukan kajian empirik dari seluruh peristiwa sejak tahun 2015 hingga sekarang. Riset penting dari kerja pengendalian yang telah dilakukan lima tahun terakhir perlu mulai dilakukan sehingga nantinya bisa ada satu pedoman bersama untuk pengendalian karhutla yang permanen.

Di antara riset tersebut seperti reaksi dan perilaku awan, riset gambut dan teknik water management dan water ballance, riset perilaku kubah gambut dan berbagai riset pendukung lainnya.

Siti Nurbaya juga menyatakan penting langkah pelembagaan data BMKG bagi seluruh daerah, dengan diseminasi kepada pemda secara bersama BMKG, BNPB dan KLHK. Hal ini penting agar pemda dapat menggunakan data BMKG untuk mitigasi bencana, terutama untuk prediksi daerah rawan banjir dan upaya pengendalian karhutla.

Lintas Kementerian
Menteri LHK juga menegaskan bahwa masih ada tugas berat yaitu berkaitan dengan kegiatan pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB), dan untuk itu juga akan semakin diintensifkan melibatkan lintas kementerian/lembaga, tentunya dengan keterlibatan masyarakat.

Sebagai catatan tambahan, berbagai upaya pengendalian karhutla di Indonesia sudah menunjukkan hasil yang cukup signifikan. "Meski tantangan lapangan masih besar, namun mulai terpola dan akan terus dimatangkan di tengah tantangan yang sama sedang dihadapi berbagai negara di dunia," ujar Siti Nurbaya.

Pada kesempatan itu, Kepala BNPB Donny Monardo menyatakan bahwa Indonesia bahkan untuk pertama kali dalam sejarah, telah diminta untuk memberikan bantuan pengendalian karhutla pada negara tetangga Australia, ketika sedang mengalami karhutla.

"Ini menunjukkan bahwa Indonesia sudah lebih maju dan terukur dalam pengendalian karhutla," kata Donny Monardo.

Sementara Siti Nurbaya mengatakan, Indonesia sedang dan terus bergerak menuju apa yang diharapkan Bapak Presiden Joko Widodo, mengenai solusi permanen pengendalian Karhutla di Indonesia.

Arahnya, kata Siti Nurbaya, sudah tepat dan jelas. Tinggal menjaga konsistensi hingga nantinya terbentuk satu pedoman bersama untuk masa depan lingkungan hidup yang lebih baik.

“Terimakasih untuk seluruh tim kerja di manapun berada. Semoga Allah SWT meridhoi langkah ini,” kata Siti Nurbaya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

RUU Cipta Kerja Perlu Perhatikan Kepentingan Para Pencari Kerja

Perdebatan publik tentang Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja (Ciptaker) terlalu timpang bicara mengenai kepentingan para pekerja.

NASIONAL | 19 September 2020

Amir Machmud Kembali Pimpin PWI Jateng

Amir terpilih secara aklamasi, setelah dua calon lainnya yakni Gunawan Permadi dan Sugayo mengundurkan diri.

NASIONAL | 19 September 2020

Indonesia Berupaya Ciptakan Sejarah di Sidang Tahunan WIPO

Untuk pertama kalinya, Indonesia akan mencalonkan diri sebagai Deputi Direktur Jenderal WITO

NASIONAL | 19 September 2020

Kopassus dan Yayasan Buddha Tzu Chi Bagikan 500 Sembako dan 538 Masker

Baksos ini sekaligus wujud kepedulian Pusdiklatpassus dalam penerapan implementasi 8 wajib TNI, khususnya poin ke-8 menjadi contoh dan memelopori usaha-us

NASIONAL | 19 September 2020

Ditjenpas Buru Napi Narkoba yang Kabur dari Lapas Tangerang

Cai Ji Fan diketahui telah divonis hukuman mati sejak tahun 2017 lalu.

NASIONAL | 19 September 2020

Dana Otsus Papua Dinilai Berdampak Positif

Pemerintah pusat diminta memperketat pengawasan dana otonomi khusus (Otsus) Papua.

NASIONAL | 19 September 2020

Pastikan Tak Ada Dualisme, Ini Pernyataan Ketum GMNI

Imanuel menduga terbitnya SK Kemkumham GMNI atas nama Arjuna dan Dendy ada intervensi dari sejumlah pihak.

NASIONAL | 19 September 2020

Pemprov Bali Minta Kemkes Bantu Peralatan dalam Penanganan Covid-19

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan secara umum kasus Covid-19 di Pulau Dewata masih relatif terkendali.

NASIONAL | 19 September 2020

Indonesia Ajukan Lima Usulan Perkuat Pariwisata ASEAN di Tengah Pandemi

The 52nd ASEAN NTOs Meeting and Related Meetings menunjukkan komitmen untuk terus mempererat kerja sama kawasan, khususnya dalam penanggulangan Covid-19.

NASIONAL | 19 September 2020

Sandiaga Uno Masuk Tim Pemenangan Bobby Nasution

Politisi senior PDI-P seperti Maruarar Sirait dan Sukur Nababan juga masuk tim pemenangan.

NASIONAL | 19 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS