INDEX

BISNIS-27 448.452 (1.64)   |   COMPOSITE 5112.19 (25.23)   |   DBX 973.986 (3.83)   |   I-GRADE 139.714 (1.24)   |   IDX30 428.304 (2.19)   |   IDX80 113.764 (0.59)   |   IDXBUMN20 291.927 (3.03)   |   IDXG30 119.182 (0.03)   |   IDXHIDIV20 379.228 (2.98)   |   IDXQ30 124.656 (0.93)   |   IDXSMC-COM 220.2 (1.37)   |   IDXSMC-LIQ 259.388 (0.24)   |   IDXV30 107.478 (0.57)   |   INFOBANK15 831.648 (8.09)   |   Investor33 374.125 (1.62)   |   ISSI 151.171 (0.15)   |   JII 550.867 (-0.66)   |   JII70 188.056 (-0.02)   |   KOMPAS100 1022.34 (3.64)   |   LQ45 789.815 (3.76)   |   MBX 1412.7 (7.26)   |   MNC36 280.331 (1.12)   |   PEFINDO25 282.464 (3.11)   |   SMInfra18 241.575 (0.4)   |   SRI-KEHATI 316.512 (1.84)   |  

Kekurangan SDM untuk Pemeriksaan PCR, Gubernur Jabar Minta Pelibatan Laboratorium Swasta

Rabu, 12 Agustus 2020 | 10:32 WIB
Oleh : Adi Marsiela / JEM

Bandung, Beritasatu.com - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil meminta Presiden Joko Widodo merestui pelibatan laboratorium swasta untuk pemeriksaan Covid-19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR). Usulan itu dia sampaikan terkait kurangnya sumber daya manusia untuk mempercepat dan memperbesar ratio pemeriksaan PCR.

Sejak bulan April hingga 11 Agustus 2020, Ridwan menyatakan, pemeriksaan PCR di provinsi dengan populasi 50 juta penduduk ini sudah mencapai 175.260 sampel. Jumlah ini menjadi yang tertinggi kedua setelah DKI Jakarta. Namun, jumlah penduduk di DKI Jakarta empat kali lipat lebih sedikit dibandingkan Jawa Barat.

Kerja sama dengan laboratorium swasta itu demi mengejar ratio pemeriksaan hingga satu tes per 1.000 penduduk per pekan seperti ketentuan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). “Sekarang itu ada layanan swasta pay per service PCR. Karena laboratorium kami mentok 15 sampai 20 ribu (sampel) kalau diizinkan, kebijakan itu bisa menaikkan statistik (pemeriksaan PCR). Satu orang per berapa rupiah dititipkan ke lembaga (swasta) ini,” ungkap Ridwan saat rapat koordinasi penanganan Covid-19 bersama Presiden Joko Widodo di Markas Komando Militer III Siliwangi, Bandung, Selasa, 11 Agustus 2020.

Dengan kerja sama itu, ungkap Ridwan, laboratorium swasta berinvestasi pada peralatan pemeriksaan PCR, sementara pemerintah membantu dari peralatan tes swab. Sebelumnya, Ridwan menargetkan pengetesan PCR di Jawa Barat bisa mencapai 50 ribu tes per pekan. “Fokus kami hanya satu, kami bercita-cita kapasitas testing kami tinggi untuk mengejar persentase 50 persen penduduk,” kata Ridwan.

Usulannya lainnya adalah pemerintah memperbanyak produksi perangkat pemeriksaan PCR portable produksi bersama Universitas Padjadjaran dan Institut Teknologi Bandung. Ridwan memaparkan, alat pemeriksaan sampel swab sebesar koper itu bisa dibawa ke daerah pelosok yang tidak terjangkau kendaraan.

“Jadi kapasitas bisa merata dengan menugaskan petugas (ke lapangan). Mudah-mudahan jika (Presiden) berkenan, inovasi ini bisa jadi terobosan buat memastikan tingkat pengetesan tidak berkumpul di kepadatan kota,” urai Ridwan.

Pada kesempatan itu, Ridwan juga memaparkan dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat sudah tidak ada yang masuk dalam level kewaspadaan risiko tinggi atau zona merah. Secara general, ada 14 kabupaten dan kota dalam level kewaspadaan risiko sedang dan 13 lainnya dalam level kewaspadaan risiko rendah. Secara rata-rata, ungkap Ridwan, angka reproduksi efektif Covid-19 di Jawa Barat terkendali di bawah angka satu atau tepatnya antara 28 Juli-9 Agustus 2020 mencapai 0,86.

Namun berdasarkan data hingga 8 Agustus 2020, angka reproduksi efektif Covid-19 di Jawa Barat mencapai 1,63. Secara tidak langsung kondisi ini memperlihatkan potensi peningkatan kasus positif Covid-19 di Jawa Barat dalam 30 hari ke depan.

Kasus positif aktif di Jawa Barat saat ini mencapai 2.927 dari total kasus positif sebanyak 7.599 kasus. Sementara jumlah kematian di Jawa Barat mencapai 228 kasus dan kesembuhan mencapai 4.444 orang. Soal okupansi ruang isolasi di rumah sakit, Ridwan menerangkan, saat ini hanya 31 persen saja yang terisi dari kapasitas maksimal.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan jajarannya dalam mengendalikan Covid-19. Apalagi saat ini secara global sudah ada 19,7 juta jiwa terinfeksi, yang 728 ribu di antaranya meninggal dunia. “Di negara kita sampai hari ini positif 127 ribu (orang) dan yang sembuh, alhamdulilah 82 ribu orang, yang meninggal 5,700 orang,” tutur Jokowi.

Dia berharap seluruh kabupaten dan kota yang masih berisiko sedang dan rendah bisa bergeser ke level kewaspadaan hijau atau tidak berisiko. “Syukur yang kuning semua bisa dilarikan ke hijau, tapi ancaman Covid ini belum selesai sampai vaksin itu bisa divaksinasikan kepada seluruh rakyat di tanah air ini,” imbuh Jokowi.

Salah satu strategi yang perlu dilanjutkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata Jokowi, adalah intervensi berbasis lokal. Pembatasan sosial dalam skala wilayah lebih kecil seperti tingkat kampung, desa atau kelurahan, hingga kecamatan bisa melokalisir penyebaran Covid-19.

“Memudahkan kita dalam menyelesaikan masalah-masalah yang ada di lapangan

sehingga satu sisi tidak ganggu wilayah besar dan sisi lainnya juga dari ekonomi, kita tidak terganggu banyak,” ujarnya sembari menambahkan kolaborasi bersama TNI dan Kepolisian RI penting untuk memberikan dukungan pada upaya pencegahan Covid-19 oleh pemerintah daerah.

Kerja sama itu bisa diterapkan pada penegakan protokol kesehatan, khususnya penggunaan masker oleh masyarakat. “Di samping jaga jarak, cuci tangan, tidak berada dalam kerumunan jumlah banyak, (penggunaan) masker jadi kunci,” tuturnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Merajut Mimpi Rumah Layak Huni

Program Satu Juta Rumah, imbuh Khalawi, bukan berarti pemerintah membagi-bagikan rumah secara gratis kepada masyarakat.

NASIONAL | 12 Agustus 2020

Sistem Informasi Ormas Gantikan Prosedur Tatap Muka

Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) meluncurkan program Sistem Informasi Ormas.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Ibas Ajak Pelajar Perkuat Wawasan Kebangsaan

Anggota DPR Edhie Baskoro Yudhoyono mengajak pelajar untuk memperkuat wawasan sekaligus nilai kebangsaan.

NASIONAL | 12 Agustus 2020

Ahmad Sahroni Desak RUU PKS Segera Disahkan

Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) diharapkan segera disahkan.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Institusionalisasi BPIP Momentum Kebangkitan Pancasila

Institusionalisasi BPIP merupakan salah satu momentum kebangkitan Pancasila.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Mahfud: Keberagaman Jadi Keunggulan Indonesia

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md menyatakan keberagaman menjadi salah satu keunggulan bangsa Indonesia.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Jaksa Pinangki Ditetapkan Tersangka dan Langsung Ditahan

Kejaksaan Agung melalui Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus menetapkan Jaksa Pinangki Sirna Malasari sebagai tersangka.

NASIONAL | 12 Agustus 2020

UI Pastikan Nilai Rapor Juga Jadi Pertimbangan Lolos SIMAK

Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Indonesia memastikan selain nilai ujian, nilai rapor menjadi pertimbangan lain kelulusan peserta seleksi masuk.

NASIONAL | 10 Agustus 2020

Saksi Perkara Jiwasraya Minta Rekening Saham Senilai Rp 20 Miliar Dikembalikan

Nie Swe Hoa mengklaim rekening senilai Rp20 miliar yang disita Jaksa tidak ada hubungannya dengan perkara Asuransi Jiwasraya.

NASIONAL | 12 Agustus 2020

Penyidik Cek Silang Keterangan Jenderal Prasetijo Utomo dengan Anita Kolopaking

Penyidik Bareskrim Polri marathon menggelar pemeriksaan terhadap Brigjen Prasetijo Utomo (PU) dalam kasus surat jalan palsu untuk Djoko Tjandra.

NASIONAL | 11 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS