Merajut Mimpi Rumah Layak Huni
INDEX

BISNIS-27 491.129 (6.19)   |   COMPOSITE 5612.42 (49.05)   |   DBX 1062.36 (-0.64)   |   I-GRADE 161.886 (2.05)   |   IDX30 478.794 (5.98)   |   IDX80 126.714 (1.36)   |   IDXBUMN20 355.426 (3.6)   |   IDXG30 131.028 (0.91)   |   IDXHIDIV20 432.126 (4.06)   |   IDXQ30 139.823 (1.88)   |   IDXSMC-COM 243.691 (1.17)   |   IDXSMC-LIQ 294.252 (2.73)   |   IDXV30 122.487 (1.93)   |   INFOBANK15 946.8 (16.1)   |   Investor33 412.464 (5.31)   |   ISSI 165.112 (0.72)   |   JII 597.802 (2.79)   |   JII70 206.187 (1.22)   |   KOMPAS100 1134.88 (12.89)   |   LQ45 883.061 (10.42)   |   MBX 1552.46 (15.74)   |   MNC36 308.511 (3.58)   |   PEFINDO25 308.232 (5.44)   |   SMInfra18 281.756 (1.89)   |   SRI-KEHATI 352.482 (4.61)   |  

Merajut Mimpi Rumah Layak Huni

Rabu, 12 Agustus 2020 | 10:21 WIB
Oleh : Stefy Thenu / JEM

Semarang, Beritasatu.com - Rumah mungil tipe 30 di atas lahan 60 meter persegi itu, terletak di sebuah sudut kompleks Perumahan Bancar Residence 1, di Desa Tampingan, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Berada di perbatasan antara Kota Semarang dan Kabupaten Kendal, bagi Ilham Cahyo (30), rumah yang dicicilnya Rp 800 ribu per bulan itu, adalah rumah impiannya. Kendati berukuran kecil dan di pinggiran kota, dia merasa betah, karena lingkungan yang asri dan berudara sejuk. Jauh dari suasana ibukota Jateng yang bising, padat dan berhawa panas.

‘’Walau kecil, tapi saya suka. Rumah ini murni saya beli dari gaji saya,’’ ungkap pria yang telah bekerja enam tahun di sebuah penerbitan itu, kepada Beritasatu.com, Selasa (11/8/2020)..

Bagi pria yang masih lajang itu, memiliki rumah sendiri adalah pembuktiannya kepada orang tua, yang berpesan jika sudah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri, tidak lupa membeli rumah untuk bekal saat berkeluarga. ‘’Proses sampai akad kredit saya butuh waktu setahun. Lunasin semua utang dulu, karena itu syaratnya. Tapi, saya puas, walau prosesnya panjang, tapi akhirnya punya rumah sendiri, apalagi dapat subsidi uang muka Rp4 juta,” ujar Ilham, yang membawa serta kedua orang tuanya untuk tinggal serumah.

Rumah itu dihuninya sejak Mei 2020, tak lama setelah akad kredit. Rumah subsidi seharga Rp150 juta itu, dicicilnya selama 20 tahun. Dengan dua kamar tidur, rumah bercat kuning itu memiliki carpot yang dijadikannya teras dengan atap dari galvalum, dan sedikit tanah di belakang rumah. Satu kamar ditempati oleh kedua orang tuanya, sedangkan dia menempati kamar lainnya. ‘’Walau sempit, tapi bagi saya, ini rumah idaman karena sudah milik sendiri,’’ tambahnya.

Impian Ilham Cahyo, adalah impian jutaan rakyat di negeri ini, yang merindukan memiliki rumah sendiri. Mereka ingin hidup mandiri, tak lagi tinggal bersama orang tua dan mertua, atau bosan hidup puluhan tahun sebagai ‘kontraktor’ (pengontrak rumah).

Program Satu Juta Rumah
Program Satu Juta Rumah, telah menjawab impian tersebut. Melalui program tersebut, pemerintahan Presiden Joko Widodo ingin mewujudkan rumah yang layak huni bagi seluruh rakyat.

Sejak dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada 29 April 2015 di Ungaran, Jawa Tengah, Program Satu Juta Rumah yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga terus meningkatkan perekonomian Indonesia. Pasalnya, selain capaian pembangunan rumah yang terus meningkat, Program Satu Juta Rumah secara tidak langsung juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat serta membawa investasi bagi daerah.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengungkapkan, melalui pelaksanaan Program Satu Juta Rumah ini pemerintah ingin menunjukkan kepada khalayak bahwa pemerintah benar-benar fokus pada penyediaan perumahan bagi masyarakat. “Program Satu Juta Rumah merupakan gerakan bersama di dalam sektor pembangunan perumahan bagi masyarakat di mana pemerintah menggandeng seluruh pemangku kepentingan di bidang perumahan untuk fokus pada pembangunan rumah bagi masyarakat,” ujar Khalawi di Jakarta beberapa waktu lalu.

Program Satu Juta Rumah, imbuh Khalawi, bukan berarti pemerintah membagi-bagikan rumah secara gratis kepada masyarakat, namun pemerintah ingin agar seluruh masyarakat bisa menempati bahkan memiliki rumah yang layak huni. Para pemangku kepentingan di sektor perumahan baik pengembang perumahan yang tergabung dalam berbagai asosiasi pengembang, perbankan, sektor swasta melalui Corporate Social Responsibility serta masyarakat dan pemerintah daerah pun diminta untuk proaktif dalam pembangunan rumah ini.

Target pembangunan rumah pun diatur oleh pemerintah agar tetap seimbang antara pembangunan rumah subsidi dan rumah nonsubsidi untuk masyarakat. Rumah subsidi diperuntukkan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) atau ditargetkan sekitar 70 persen dari target satu juta unit setiap tahun atau sekitar 700.000 unit. Sedangkan rumah nonsubsidi atau rumah komersial diperuntukkan non-MBR dan ditargetkan sekitar 30 persen dari target pembangunan yakni 300.000 unit.

“Jika ditotal kami menargetkan pembangunan sebanyak satu juta unit rumah setiap tahunnya. Kami optimis tahun ini bisa tembus satu juta rumah,” ungkap Khalawi.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan yang diberi tanggung jawab terhadap pelaksanaan program tersebut diperoleh data bahwa capaian Program Satu Juta Rumah selama dua tahun terakhir, tercatat melebihi target 1 juta rumah. Pada 2108, sebanyak 1.132.621 unit, dan pada 2019, 1.257.852 unit (perinciannya, 945.161 unit untuk MBR dan 312.691 untuk non-MBR). Total capaian pembangunan rumah selama lima tahun sejak 2015 hingga 2019 adalah 4.800.170 unit.

Pemerintah daerah pun ikut andil dalam Program Satu Juta Rumah ini. Data 2018 menyebutkan, Pemda membangun rumah untuk masyarakat sekitar 111,821 unit yang terdiri dari pembangunan Rusunawa dan program bedah rumah. Selain itu, pengembang juga sudah membangun 447.364 unit, CSR dari sektor swasta 458 unit, dan masyarakat secara swadaya sebanyak 8.934 unit. Sedangkan pembangunan rumah untuk non-MBR angkanya sudah 346.980 unit. Hasil pembangunan rumah untuk non-MBR berasal dari para pengembang 290.656 unit dan masyarakat 56.324 unit.

Dampak Covid-19
Di tengah gencarnya Program Satu Juta Rumah dan antusiasme masyarakat untuk memiliki rumah, pandemi Covid-19 sontak membuyarkan harapan itu, khususnya MBR. Pandemi bagaikan pukulan telak, bukan hanya bagi MBR, melainkan juga bagi pengembang. Dzul Akhyar (47), seorang marketing Perum Alfa Residence, yang khusus membangun rumah subsidi di Kabupaten Demak, kepada Beritasatu.com, mengaku, sejak pandemi Covid-19 pertengahan Maret lalu hingga kini, permintaan rumah menurun drastis.

‘’Sebelum Covid, permintaan rumah tinggi sekali. Saya jual rumah di Perum Alfa Residence 3 di Desa Bandungrejo, Kecamatan Mranggen 65 unit dalam sebulan langsung ludes, sekarang ini sulitnya minta ampun,’’ tegas Dzul, pria beranak satu yang saat ini perusahaannya membangun rumah subsidi di Desa Kuripan, Kecamatan Karangawen, juga di Kabupaten Demak.

Menurut Dzul, perumahannya membangun rumah subsidi dengan harga kontan Rp 156,5 juta, dengan uang muka Rp 16,5 juta. Harga itu untuk rumah dengan luas bangunan 6 meter x 6 meter dan tanah 6 m x 11 meter. Dzul menuturkan, sejak pandemi, penurunan permintaan rumah mencapai 50%. ‘’Dulu sebelum pandemi, pedagang mie ayam dan warungan bisa di-acc bank, saat pandemi ini, semuanya ditolak. Bank hanya melayani karyawan kantor yang memiliki slip gaji,’’ ujarnya.

Alhasil, sebanyak 112 unit rumah subsidi yang siap dibangun di Perum Alfa Residence 4 di Kuripan, Karangawen, sepi peminat. Banyak calon pembeli yang sudah booking, tiba-tiba mundur karena di-PHK atau dirumahkan akibat pandemi.

Pemerintah tak tinggal diam. Di tengah kelesuan ekonomi akibat pandemi, Presiden Joko Wudodo mengeluarkan Kebijakan Penangan Dampak Ekonomi Covid-19. Stimulus fiskal tersebut berupa Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) untuk KPR. Berdasarkan kinerja tahun-tahun sebelumnya, kedua skim tersebut merupakan bentuk subsidi yang banyak diterima masyarakat selain beberapa kebijakan skim subsidi yang ada di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Manfaat yang didapatkan MBR dari SSB yaitu pembayaran angsuran KPR dengan suku bunga sebesar 5% per tahun selama 10 tahun. Pemerintah akan membayarkan subsidi sebesar selisih angsuran dengan suku bunga pasar dari perbankan dengan angsuran yang dibayar debitur/nasabah. Khusus untuk pembelian rumah tapak, MBR akan mendapatkan manfaat tambahan yaitu pemberian sebagian uang muka KPR melalui SBUM sebesar Rp4.000.000, dan untuk Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat sebesar Rp 10.000.000.

Anggaran yang telah disiapkan Pemerintah bagi stimulus fiskal subsidi perumahan sebesar Rp 1,5 triliun untuk 175.000 rumah tangga MBR yang sedang proses KPR. Persyaratan MBR yang bisa mendapatkan subsidi ini, yaitu Warga Negara Indonesia, berpenghasilan maksimal Rp 8 juta, tidak memiliki rumah, dan belum pernah menerima subsidi/bantuan pembiayaan perumahan dari Pemerintah terkait pembiayaan pemilikan atau pembangunan rumah.

Stimulus Fiskal
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Eko Heripoerwanto mengatakan, pemberian stimulus tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan rumah layak huni dan terjangkau.

SSB dan SBUM berlaku pada 1 April 2020 melalui Bank Pelaksana yang telah bekerja sama dengan Kementerian PUPR. Saat ini, tiga bank berminat sebagai bank pelaksana, yaitu Bank BTN, Bank BNI, dan Bank BRI. Namun, Kementerian PUPR masih membuka peluang bagi bank lain yang ingin bekerja sama, sehingga MBR mendapatkan kesempatan seluas-luasnya memanfaatkan jaringan bank di daerah untuk mengakses subsidi perumahan ini.

Dengan adanya stimulus fiskal subsidi perumahan melalui SSB dan SBUM pada tahun 2020 ini, secara keseluruhan target Pemerintah dalam pemberian fasilitasi bantuan pembiayaan perumahan kepada sebanyak 330.000 rumah tangga MBR, diharapkan dapat tercapai.

Jumlah tersebut terdiri dari KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sekitar 88.000 rumah tangga MBR (target DIPA 102.500 unit rumah telah disalurkan sebagian dalam percepatan pada tahun 2019), Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) sebanyak 67.000 rumah tangga MBR, dan KPR SSB sebanyak 175.000 rumah tangga MBR. Data menyebutkan, per tanggal 30 Maret 2020, total debitur KPR FLPP sebanyak 12.375 rumah tangga MBR. Pemerintah berupaya semaksimal mungkin membantu MBR agar dapat memenuhi salah satu kebutuhan pokok kehidupan, yaitu tempat tinggal.
Melalui pemberian stimulus fiskal subsidi perumahan diharapkan dapat membantu MBR untuk mendapatkan rumah yang layak huni dan terjangkau, terutama pada masa sulit saat ini. Bagi Ilham Cahyo, stimulus fiskal yang diberikan Pemerintah, telah mewujudkan impiannya memiliki rumah sendiri. Rumah sederhana nan mungil di batas kota itu, menjadi catatan sejarah perjalanan hidupnya meraih impian rumah pertama.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sistem Informasi Ormas Gantikan Prosedur Tatap Muka

Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) meluncurkan program Sistem Informasi Ormas.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Ibas Ajak Pelajar Perkuat Wawasan Kebangsaan

Anggota DPR Edhie Baskoro Yudhoyono mengajak pelajar untuk memperkuat wawasan sekaligus nilai kebangsaan.

NASIONAL | 12 Agustus 2020

Ahmad Sahroni Desak RUU PKS Segera Disahkan

Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) diharapkan segera disahkan.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Institusionalisasi BPIP Momentum Kebangkitan Pancasila

Institusionalisasi BPIP merupakan salah satu momentum kebangkitan Pancasila.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Mahfud: Keberagaman Jadi Keunggulan Indonesia

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md menyatakan keberagaman menjadi salah satu keunggulan bangsa Indonesia.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Jaksa Pinangki Ditetapkan Tersangka dan Langsung Ditahan

Kejaksaan Agung melalui Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus menetapkan Jaksa Pinangki Sirna Malasari sebagai tersangka.

NASIONAL | 12 Agustus 2020

UI Pastikan Nilai Rapor Juga Jadi Pertimbangan Lolos SIMAK

Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Indonesia memastikan selain nilai ujian, nilai rapor menjadi pertimbangan lain kelulusan peserta seleksi masuk.

NASIONAL | 10 Agustus 2020

Saksi Perkara Jiwasraya Minta Rekening Saham Senilai Rp 20 Miliar Dikembalikan

Nie Swe Hoa mengklaim rekening senilai Rp20 miliar yang disita Jaksa tidak ada hubungannya dengan perkara Asuransi Jiwasraya.

NASIONAL | 12 Agustus 2020

Penyidik Cek Silang Keterangan Jenderal Prasetijo Utomo dengan Anita Kolopaking

Penyidik Bareskrim Polri marathon menggelar pemeriksaan terhadap Brigjen Prasetijo Utomo (PU) dalam kasus surat jalan palsu untuk Djoko Tjandra.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

LSF Ajak Media Siber Berikan Edukasi ke Masyarakat

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi saat ini mengharuskan berbagai pihak menjalin kerja sama untuk memastikan konten informasi bernilai positif

NASIONAL | 11 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS