Jateng Buat Rekayasa Sosial untuk Disiplinkan Warga Patuhi Protokol Kesehatan
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Jateng Buat Rekayasa Sosial untuk Disiplinkan Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Senin, 27 Juli 2020 | 14:31 WIB
Oleh : Stefi Thenu / JEM

Semarang, Beritasatu.com - Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyatakan, pihaknya bersama sejumlah pakar ilmu sosial menyiapkan formula untuk melakukan rekayasa perubahan perilaku sosial masyarakat agar lebih masif dalam ketaatan protokol kesehatan.

Hal itu sebagai solusi di tengah kejenuhan masyarakat terhadap wabah Covid-19, sehingga banyak yang mulai tidak peduli pada protokol kesehatan. Akibatnya, di tempat keramaian publik, banyak dijumpai masyarakat yang tidak pakai masker dan berkerumun tanpa rasa takut.

Pihaknya mengundang sejumlah pakar ilmu sosial dalam rapat penanganan Covid-19 di Gedung A, Lantai 2, Kantor Pemprov Jateng, Senin (27/7/2020). Di antaranya Prof Mudjahirin Thohir, Prof Saratri Wilonoyudho, Agustina Sulastri dan Annastacia Ediati.

Dari pakar tersebut, Ganjar mendengarkan sejumlah masukan tentang bagaimana cara agar sosialisasi kepada masyarakat bisa efektif. Salah satunya adalah dengan memaksimalkan peran tokoh agama dalam sosialisasi itu.

"Banyak masyarakat yang tidak peduli karena berbagai faktor, salah satunya keyakinan bahwa urusan mati itu urusan Tuhan. Jadi, agar lebih efektif adalah penggerakan tokoh-tokoh agama sebagai garda terdepan sosialisasi pada masyarakat," kata Prof Mudjahirin, antropolog sosial dari Undip Semarang.

Sementara psikolog Annastasia mengutarakan, banyak orang tidak patuh pada protokol kesehatan tergantung keyakinan subyektifnya. Yang tidak patuh menilai, bahwa dirinya kuat dan tidak akan terkena penyakit itu.

"Ini memang problem, kalau orang tidak takut ya tidak akan patuh pada protokol kesehatan. Tapi jangan sekali-kali memberikan hukuman sebagai punishment, karena itu membuat rakyat takut dan marah. Ini justru berbahaya karena bisa menurunkan imun dan tingkat kepercayaan publik pada pemerintah," ucapnya.

Semua masukan dari para pakar ilmu sosial itu ditampung Ganjar untuk dirangkum menjadi kebijakan. Ia menilai, masukan dari para pakar ilmu sosial itu sangat membantu pemerintah untuk meningkatkan kepedulian masyarakat akan protokol kesehatan.

"Memang kami ingin masifkan lagi soal sosialisasi pada masyarakat. Sekarang banyak masyarakat yang sudah tidak peduli, sehingga butuh terobosan-terobosan baru. Kami mengundang para pakar ilmu sosial ini untuk mencari strategi yang tepat dalam memasifkan sosialisasi. Sosialisasi ini penting, karena kami ingin menekan terus penyebaran covid-19 di masyarakat," kata Ganjar.

Masukan-masukan yang diberikan lanjut Ganjar pasti akan ditindaklanjuti dalam sebuah kebijakan. Termasuk bagaimana masukan para pakar untuk tidak mengenakan denda kepada masyarakat yang abai pada protokol kesehatan.

"Mereka menyampaikan pada kita, kayaknya lebih baik mengedukasi masyarakat dengan cara memberikan penguatan pada cerita sukses, daripada pemidanaan. Dan saya sepakat dengan masukan itu," tuturnya.

Perkuat Jogo Tonggo

Ganjar juga menyampaikan bahwa para pakar sepakat untuk memperkuat program Jogo Tonggo yang digelar Pemprov Jatenga. Hanya saja, program itu harus dilebarkan agar bisa mengena ke komunitas yang lebih kecil.

"Eksistensi Jogo Tonggo tidak hanya di level RW, tapi kelompok kecil. Misalnya ada usulan Jogo Kerjo untuk menjaga di ruang kerja, tempat industri dan kantor-kantor. Ada masukan Jogo Santri di pondok, Jogo Pasar, Jogo Sekolah dan lainnya. Sehingga, semua punya preverensi sendiri-sendiri sesuai lingkupnya," ucapnya.

Masukan-masukan itu lanjut Ganjar pasti akan ditindaklanjuti. Dengan banyaknya program seperti Jogo Tonggo di sejumlah level itu, maka harapannya semua punya rentang kendali yang pendek untuk saling menjaga satu dengan lainnya.

"Tentunya ini akan lebih mengena, karena disesuaikan dengan karakter institusi masing-masing yang ada," tandasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Jaksa Minta Hakim Tidak Menerima PK Joko Tjandra

Jaksa selaku pihak termohon meminta Majelis Hakim agar tidak meneruskan berkas permohonan PK Joko Tjandra ke Mahkamah Agung.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Maju di Pilgub Bengkulu , Wali Kota Helmi Hasan Kantongi Dukungan 3 Parpol

Wali Kota Bengkulu, Helmi Hasan telah mengantongi dukungan dari sejumlah partai politik untuk maju di pilgub setempat pada 9 Desember mendatang.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Penerapan Digitalisasi Birokrasi Jadi Terobosan Kebijakan Kejaksaan Agung

Jaksa Agung ST Burhanuddin telah meresmikan command center sebagai upaya untuk mengoptimalkan pengendalian dan pemantauan aktivitas di Kejaksaan Agung.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Kuasa Hukum Djoko Tjandra Penuhi Panggilan Kejagung

Kehadiran Anita luput dari perhatian wartawan yang sejak pagi menunggu di depan gedung Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Pakar Sarankan POP Ditunda Hingga Ada Konsep yang Kokoh

Asep Saefudin menyarankan agar Program Organisasi Penggerak (POP) yang diluncurkan Kemdikbud ditunda sampai ada konsep lain yang lebih kokoh.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Viral Pasien Reaktif Covid-19 Dikubur Berdaster, Ini Penjelasan Tim Medis

Menurut tim medis, jenazah tersebut sudah mengikuti prosedur memandikan jenazah terpapar Covid-19 yang dapat dilakukan tanpa harus membuka pakaian.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Kejagung Jadwalkan Periksa Pengacara Djoko Tjandra

Pemeriksaan dilakukan menyusul upaya klarifikasi atas beredarnya video dan foto yang diduga dilakukan Anita Kolopaking dengan Kajari Jakarta Selatan, Anang Supr

NASIONAL | 27 Juli 2020

Ini Alasan Istana Kembali Gelar Ratas secara Virtual, Bukan Tatap Muka

Kasetpres membantah ratas virtual dilakukan karena temuan kasus positif Wakil Walkot Solo Achmad Purnomo yang sempat bertemu Jokowi.

NASIONAL | 27 Juli 2020

GTPP Covid-19 Sumut Perluas Tes Swab Covid-19

"Lonjakan di Sumut seperti gunung es yang selama ini tidak terlihat," kata Whiko.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Mengubah Derita Abrasi Jadi Ladang Rezeki

Tak terhitung berapa makam warga yang telah hilang, dan sisa-sisa jasadnya terpaksa dipindah ke tempat lain.

NASIONAL | 27 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS