Curangi Data PPDB, Pendaftar yang Sudah Diterima Bisa Dibatalkan
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Curangi Data PPDB, Pendaftar yang Sudah Diterima Bisa Dibatalkan

Senin, 22 Juni 2020 | 11:00 WIB
Oleh : Stefi Thenu / JEM

Semarang, Beritasatu.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) memperingatkan pendaftar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 yang melakukan kecurangan dengan sengaja memalsukan data akan diberi sanksi pembatalan atau dicoret dari sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Jumeri mengatakan, jika ada orang tua dan calon siswa yang merasa memalsukan data, diminta untuk segera membatalkan pendaftarannya, memperbaiki kembali sesuai data yang ada untuk kemudian mendaftar kembali.

"Mereka yang melakukan perbaikan itu, tidak akan dikenai sanksi apapun. Namun apabila setelah pengumuman penerimaan dilakukan dan diketahui ada pelanggaran atau laporan masyarakat mengenai indikasi pelanggaran dan bisa dibuktikan, maka penerimaan calon siswa tersebut akan dibatalkan," tegas Jumeri, Senin (22/6/2020).

Dijelaskan, PPDB Jateng tahun ini dilakukan dengan mekanisme full online. Oleh karena itu, baik penyelenggara, orang tua dan calon peserta didik harus sama-sama memiliki integritas.

Menurut Jumeri, sampai saat ini pihaknya sudah menerima banyak laporan dan aduan tentang adanya ketidakjujuran pengisian data dalam aplikasi PPDB. Baik nilai rapor, surat keterangan domisili, kartu keluarga dan sertifikat kejuaraan yang digunakan untuk memenuhi persyaratan pendaftaran.

"Menindaklanjuti aduan itu, saya memerintahkan kepada seluruh kepala sekolah ketat dalam melakukan validasi dan verifikasi data yang masuk. Proses validasi dan verifikasi data itu, akan kami laksanakan mulai hari ini, Senin (22/6/2020) hingga Kamis (24/6/2020) nanti," ungkapnya.

Kepada masyarakat luas, pihaknya mengharapkan bantuan untuk mengawasi dan melaporkan apabila ada indikasi kecurangan. "Bantuan masyarakat itu kami harap dapat mewujudkan proses PPDB Jateng yang berintegritas," tandasnya.

Ditegaskan, integritas memang sangat ditekankan dalam proses penerimaan PPDB tahun ini. Sebab dengan mekanisme online dan beberapa persyaratan yang khusus karena wabah Covid-19, ada potensi terjadinya pelanggaran-pelanggaran.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berkali-kali mengingatkan orang tua dan calon siswa untuk jujur dalam pengisian data PPDB. Intrgritas harus menjadi pondasi dalam proses PPDB tahun ini.

"Ketika mengisi data, harus sesuai kenyataan. Kalau tidak, meskipun calon siswa diterima dan dicek datanya salah, maka langsung kami coret lho," kata Ganjar.

Ganjar juga mengingatkan agar orang tua siswa tidak menggunakan cara kolusi untuk mendaftarkan anaknya. Diakuinya, banyak orang tua yang menitipkan anaknya kepada Ganjar agar bisa masuk sekolah yang diinginkan.

"Sekarang ini banyak yang titip ke saya, banyak sekali alasannnya, intinya biar bagaimana caranya si anak bisa masuk. Jadi sebenarnya jangan seperti itu, kita harus mengedukasi anak-anak untuk jujur. Enggak usah kolusi, ikuti saja aturan," tegas Ganjar.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Mayoritas Pemilik Lahan Dukung Pembangunan Pabrik Semen di Manggarai Timur

Dari 62 keluarga pemilik kebun dan sawah, hanya tujuh keluarga yang menolak menjual lahan mereka.

NASIONAL | 22 Juni 2020

Moeldoko Lantik Lima Deputi KSP yang Ditetapkan Jokowi

Ada beberapa sektor yang harus menjadi perhatian para deputi

NASIONAL | 22 Juni 2020

Menteri LHK Gelar Diskusi Virtual dengan Anak-anak Pejuang Lingkungan

Siti Nurbaya mengapresiasi anak-anak Indonesia yang memanfaatkan waktu di rumah saja selama pandemi Covid-19 untuk kegiatan positif.

NASIONAL | 22 Juni 2020

Pembukaan Pondok Pesantren di Jambi Belum Mendapat Persetujuan Gubernur

Untuk itu semua kegiatan pendidikan, termasuk di ponpes harus sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.

NASIONAL | 22 Juni 2020

PLN Pastikan Petugas Catat Meter Turun Langsung ke Rumah

Baca meter mandiri melalui aplikasi WA PLN 123 dengan nomor 08122123123

NASIONAL | 22 Juni 2020

Polda Metro Jaya Benarkan Tangkap John Kei

Polisi menciduk JK dan C, serta 20 orang lainnya.

NASIONAL | 22 Juni 2020

DPR Minta Kemdikbud Keluarkan Petunjuk Teknis Relaksasi Pendidikan

Juknis relaksasi pembelajaran ini agar siswa dan guru tetap survive menjalani proses belajar mengajar, tetapi tidak memaksakan ketuntasan kurikulum.

NASIONAL | 21 Juni 2020

FSGI: Belajar Jarak Jauh Offline Masih Minim Perhatian

Bberdasarkan hasil survei nasional yang dilakukan FSGI, 40% guru mengeluhkan kendala PJJ berbasis luring, terkait akses, kapasitas, dan kesejahteraan guru.

NASIONAL | 21 Juni 2020

Lapan: Indonesia Hanya Bisa Amati Gerhana Matahari Sebagian

Gerhana matahari cincin yang terjadi pada Minggu (21//20206) hanya terlihat di Indonesia sebagai gerhana matahari sebagian.

NASIONAL | 21 Juni 2020

Rapid Test, 79 Wisatawan di Puncak Reaktif Covid-19

Tes cepat Covid-19 dilakukan guna mengetahui sebaran kasus yang disebabkan paparan luar Bogor.

NASIONAL | 21 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS