Global Landscapes Forum 2020, Siti Nurbaya: Indonesia Inspirasi Bagi Dunia
INDEX

BISNIS-27 475.43 (1.56) | COMPOSITE 5239.25 (8.44) | DBX 942.586 (3.09) | I-GRADE 144.073 (0.48) | IDX30 452.114 (0.96) | IDX80 117.485 (0.01) | IDXBUMN20 304.584 (-1.03) | IDXG30 122.866 (0.56) | IDXHIDIV20 403.689 (1.47) | IDXQ30 132.106 (0.2) | IDXSMC-COM 215.133 (-0.89) | IDXSMC-LIQ 255.556 (-1.51) | IDXV30 109.857 (-1.2) | INFOBANK15 865.729 (4.79) | Investor33 393.055 (1.58) | ISSI 152.239 (-0.26) | JII 564.942 (-0.02) | JII70 190.105 (-0.16) | KOMPAS100 1059.8 (3.26) | LQ45 825.804 (1.41) | MBX 1459.88 (2.01) | MNC36 298.184 (1.34) | PEFINDO25 269.462 (-4.26) | SMInfra18 256.042 (-0.93) | SRI-KEHATI 333.768 (1.39) |

Global Landscapes Forum 2020, Siti Nurbaya: Indonesia Inspirasi Bagi Dunia

Sabtu, 6 Juni 2020 | 22:03 WIB
Oleh : Jeis Montesori / Jeis Montesori

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam menangani pandemi Covid-19, Pemerintah Indonesia memutuskan melakukan refocussing anggaran nasional untuk jaring pengaman sosial, untuk mengelola Covid-19 dan melindungi rakyat. Perlindungan berupa menyediakan fasilitas kesehatan, pasokan makanan, serta stimulus ekonomi bagi mereka yang terdampak pandemi, khususnya usaha kecil dan menengah dan untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan.

Dalam kondisi ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada konteks tema diskusi “Global Landscape Forum 2020”, tetap melangkah bekerja melindungi hutan dari perambahan dan terus meningkatkan langkah-langkah penegakan hukum.

“Indonesia terus berupaya menjaga kawasan dan lingkungan sebaik-baiknya dan upaya terhindar dari ekosida (ecocide) dan di sisi lain mendorong prinsip keadilan restorative (restorative justice),” ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, ketika berbicara pada sesi penutupan Global Landscapes Forum (GLF) Bonn 2020 Digital Summit yang dilaksanakan pada Jumat (5/6/2020) menjelang tengah malam waktu Indonesia Barat melalui video conference.

Sesi penutupan yang bertajuk Building the Future We Want – Green Recovery from COVID-19 ini, menyoroti peluang langkah-langkah stimulus ekonomi dan reformasi kebijakan untuk mendukung ekonomi hijau dan solusi berbasis alam, menjelaskan langkah-langkah prioritas untuk “building back better” dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi, serta mengeksplorasi hubungan antara pemulihan ekonomi berkelanjutan, perubahan iklim, dan keanekaragaman hayati.

Siti Nurbaya menegaskan, upaya Indonesia untuk meningkatkan sumber daya alam dan lingkungan telah menunjukkan kemajuan yang signifikan, dan upaya ini serta pembaruan masih terus dilakukan.

“Komitmen dan upaya kami bahkan lebih kuat dari sebelumnya, termasuk pengaturan carbon pricing yang sedang dalam godokan dan segera dibahas pada tingkat rapat kabinet,” katanya.

Penerimaan dari karbon, kaya Siti Nurbaya, akan identik dan selaras dengan langkah-langkah green econony hang dijalankan oleh suatu negara sebagaimana ditegaskan Prof Edward Barbier dari Colorado State University

“Ketika FAO memperingatkan dunia tentang kelangkaan pangan karena Covid-19, maka negara-negara berusaha mengembangkan lahan yang subur untuk tanaman pangan. Namun, praktik pertanian di zona ekologis yang rentan harus dikelola dengan baik ketika itu tidak dapat dihindari, “ tegas Siti Nurbaya.

Oleh karena itu, tandas Siti Nurbaya, pendekatan dan pemenuhan syarat budi daya, syarat manajemen atau pengelolaan, dan syarat konservasi secara tepat menjadi langkah sangat penting untuk dipraktikkan dalam pembangunan pertanian secara berkelanjutan.

“Ini bukan hal mudah, perlu dukungan yang komprehensif. Untuk itu, Indonesia menyambut kerja sama yang lebih erat dan memastikan dengan memerhatikan masyarakat dalam hal kesehatan, pangan, dan ekonomi, sambil mengelola hutan dan bentang alam secara berkelanjutan menuju masa depan yang kita inginkan,” ungkap Siti Nurbaya.

Dalam mengakhiri pandangannya pada forum internasional bergengsi tersebut, Siti Nurbaya menyatakan, pandemi Covid-19 merupakan persoalan multi-facet dan perlu ditangani dengan penegasan orientasi pembangunan berkelanjutan, inklusif, seraya membangun kohesi sosial masyarakat dalam solidaritas global.

Pandangan Pakar

Selain Siti Nurbaya, panelis yang memberikan pandangannya pada sesi diskusi penutupan GLF ini adalah Inger Andersen, Executive Director of UNEP, Prof Edward B Barbier dari Colorado State University, Ibrahim Thiaw, Executive Secretary of UNCCD, Achim Steiner, Administrator of UNDP, Naoko Ishii, CEO and Chairperson of Global Environment Facility, dan Yugratna Shrivastava dari UN Major Groups Youth Representative.

Edward Barbier dari Colorado State University pada sambutan pembukaan sesi menyatakan bahwa untuk solusi iklim berbasi alam di negara berkembang perlu diiplementasikan tiga kebijakan utama yang merupakan strategi jangka panjang. Meliputi, menghilangkan subsisi bahan bakar fosil dan meralokasikannya untuk mendorong pengembangan energi berkelanjutan, menghilangkan subsidi irigasi dan merealokasikannya untuk meningkatkan sanitasi perkotaan dan penyediaan air minum, dan mengenakan pajak karbon.

Sedangkan Achim Steiner dari UNDP menyatakan bahwa kita tidak dapat melangkah melakukan transformasi menuju ekonomi hijau tanpa dukungan masyarakat.

Inger Andersen dari UNEP menyatakan bahwa stimulus ekonomi dapat diarahkan pada upaya-upaya menuju ke arah perbaikan lingkungan dan kelestarian alam, terutama konservasi keanekaragaman hayati. Keseimbangan alam salah satunya ditentukan oleh keanekaragaman hayati. Untuk itu kita harus bergerak bersama. Kita harus mengganti keseharian kita menuju masa depan yang lebih hijau.

Sementara  Naoko Ishii, CEO dan Ketua GEF, menyatakan bahwa ketidakseimbangan ekosistem merupakan akar masalah merebaknya pandemi Covid-19. Dalam hal ini kita harus memfokuskan pada transformasi sistem pangan sebagai dampak Covid-19 dengan meningkatkan kemitraan di sepanjang rantai pasokan pangan.

Yugratna Srivasta, perwakilan dari Youth Community menegaskan bahwa kita tidak dapat kembali ke kenormalan sebelumnya karena sistem sebelumnya tidak dapat lagi dipertahankan akbiat Covid-19. Untuk itu kita harus melakukan penyesuaian-penyesuaian yang mendorong pada kehidupan yang lebih ramah lingkungan.

Ibrahim Thiaw dari UNCCD menyatakan bahwa kita perlu memerlukan kerja sama yang semakin erat di tingkat internasional. Kita tidak dapat mengatasi masalah dunia, terutama terkait Covid-19, tanpa dukungan semua pihak. 



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Wakil Ketua Komisi IX Nilai Kinerja Menkes Terawan dan Jajaran Cukup Baik

Sejak Covid-19 mulai merebak di Tiongkok, persiapan antisipasi dan penanganan covid telah dilakukan dengan baik Terawan dan jajarannya.

NASIONAL | 6 Juni 2020

PDIP Buka Lomba Kreatif Kenang Bung Karno

Pelaksanaan lomba kreatif mengenang Bung Karno dimulai 6 - 25 Juni 2020, dan pengumuman pemenangnya pada 30 Juni mendatang.

NASIONAL | 6 Juni 2020

Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia

Mengidap diabetes hingga alami penurunan kesadaran paranormal Isan Marsadi atau Ki Gendeng Pamungkas meninggal dunia di RS Mulia, Kota Bogor, Sabtu (6/6/2020).

NASIONAL | 6 Juni 2020

Gugus Tugas Covid-19 Akan Laporkan Kajian di Tiap Daerah

Achmad Yurianto menyatakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 akan melaporkan hasil kajian terhadap status seluruh daerah setiap hari Senin.

NASIONAL | 6 Juni 2020

Terjebak 6 Hari Dalam Penampungan Air di Bali, WNA Ukraina Selamat

Setelah sempat terjebak selama enam hari, seorang warga negara asing (WNA) Ukraina bernama Roberts Jacob Matthew (29) berhasil diselamatkan, Sabtu (6/6/2020).

NASIONAL | 6 Juni 2020

Achmad Yurianto: Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 Hari Ini Cukup Menggembirakan

Achmad Yurianto mengatakan bahwa angka penambahan kasus sembuh Covid-19 cukup menggembirakan pada hari ini Sabtu (6/6/2020).

NASIONAL | 6 Juni 2020

BMKG Sebut Kemarau 2020 Tak Seekstrem Tahun Lalu

BMKG menyatakan bahwa musim kemarau pada tahun 2020 ini tidak separah tahun 2019 lalu.

NASIONAL | 6 Juni 2020

BPBD Kota Bengkulu Hentikan Pencarian 4 Nelayan Hilang

BPBD Kota Bengkulu hentikan pencarian empat nelayan yang hilang.

NASIONAL | 6 Juni 2020

BNPT: Penyerangan Polsek Daha Selatan Karena Pemikiran Sesat

BNPT menegaskan bahwa peristiwa penyerangan di Polsek Daha Selatan akibat pelaku terpapar pemikiran sesat.

NASIONAL | 6 Juni 2020

Sandiaga Uno: Hadapi Pandemi dengan Tetap Produktif

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta generasi muda atau milenial memanfaatkan peluang usaha di tengah pandemi Covid-19.

NASIONAL | 6 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS