Pekan Depan Diumumkan Nama Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal di Lebak
INDEX

BISNIS-27 441.115 (-6.71)   |   COMPOSITE 4999.36 (-65.27)   |   DBX 926.724 (-1.92)   |   I-GRADE 133.264 (-2.43)   |   IDX30 420.076 (-6.65)   |   IDX80 109.661 (-1.57)   |   IDXBUMN20 278.261 (-5.6)   |   IDXG30 116.81 (-1.43)   |   IDXHIDIV20 376.476 (-5.76)   |   IDXQ30 123.185 (-2.27)   |   IDXSMC-COM 212.981 (-1.87)   |   IDXSMC-LIQ 238.919 (-2.11)   |   IDXV30 103.357 (-0.89)   |   INFOBANK15 795.289 (-18.41)   |   Investor33 366.258 (-6.17)   |   ISSI 146.103 (-1.34)   |   JII 529.041 (-5.13)   |   JII70 179.515 (-1.95)   |   KOMPAS100 981.638 (-15.57)   |   LQ45 767.973 (-11.6)   |   MBX 1387.12 (-20.31)   |   MNC36 275.074 (-4.8)   |   PEFINDO25 260.463 (-1.57)   |   SMInfra18 237.109 (-3.79)   |   SRI-KEHATI 309.505 (-5.9)   |  

Pekan Depan Diumumkan Nama Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal di Lebak

Rabu, 29 Januari 2020 | 19:27 WIB
Oleh : Laurens Dami / JEM

Serang, Beritasatu.com - Tim dari Polda Banten secara intensif telah melakukan penyelidikan kasus penambangan ilegal di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Kabupaten Lebak.

Berdasarkan hasil penyelidikan tersebut, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten memastikan pekan depan akan dilakukan gelar perkara dan penetapan tersangka.

“Calon tersangka sudah ada. Minggu depan akan ditetapkan melalui gelar perkara. Potensi tersangka ada dua. Saya meminta penyidik untuk segera gelar perkara,” ujar Kepala Bagian Pengawas Penyidikan (Wassidik) Ditreskrimsus Polda Banten, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Dadang Herli Saputra, kepada wartawan, Rabu (29/1/2020).

Dadang tidak merincikan identitas kedua calon tersangka dimaksud dengan alasan demi kepentingan penyidikan. “Tunggu gelar perkara pekan depan,” ujarnya.

Dadang mengatakan, kasus tambang ilegal di kawasan TNGHS telah menjadi sorotan banyak pihak sejak Presiden Jokowi berkunjung ke Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Selasa (7/1/2020) lalu.

Pada saat itu, Presiden Jokowi mengatakan bahwa penyebab terjadinya banjir bandang di Kabupaten Lebak adalah rusaknya hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

"Di Kabupaten Lebak, Banten, kita lihat ini karena perambahan hutan, karena penambangan emas secara ilegal," ujar Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga meminta kepada Gurbernur Banten Wahidin Halim, dan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya untuk segera menghentikan aktivitas tambang di daerah ini terutama di wilayah Kabupaten Lebak. Menurutnya, aktivitas tambang emas liar ini sangat merugikan masyarakat

"Gak bisa lagi, karena keuntungan satu dua tiga orang, kemudian ribuan lainnya dirugikan dengan adanya banjir bandang ini," ujarnya.

Sampai saat ini, penyelidik Polda Banten telah memeriksa lebih dari 12 saksi terkait kasus tambang emas ilegal di kawasan TNGHS tersebut. Beberapa diantaranya yakni 8 gurandil dan 4 saksi ahli telah diperiksa oleh tim penyelidik.

“Saat ini penyidik Polda Banten sedang menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik Mabes Polri terkait zat kimia yang sampelnya telah diambil dari kawasan TNGHS. Zat kimia yang diduga sianida tersebut masih diteliti di laboratorium,” ujar Dadang.

Lebih jauh Dadang menjelaskan, penertiban penambangan emas tanpa izin (PETI) telah dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) gabungan Polda Banten, TNI, Pemkab Lebak dan Pemprov Banten.

Sebanyak 26 lubang tambang emas ilegal ditutup dan dihancurkan oleh Satgas PETI. Personel Satgas PETI membongkar kayu yang menjadi penyangga tanah di mulut lubang. Selanjutnya mulut lubang tersebut kemudian ditutup dan dipasang garis polisi (police line).

Direktur Reskrimsus Polda Banten Kombes Pol Rudi Hananto menjelaskan, tim Satgas PETI gabugan pada saat melakukan penyisiran di sejumah titik di kawasan TNGHS, menemukan ratusan lubang bekas tambang.

“Kalau dihitung ada ratusan bekas lubang tambang. Namun, kami berhasil mengidentifikasi 26 lubang tambang yang masih digunakan. Karena itu, kami memasang police line dan menutup 26 lubang tersebut ,” kata Rudi.

Lebih jauh Rudi menjelaskan, tim gabungan tidak hanya melakukan penghancuran lubang galian, tetapi juga menghancurkan gubuk atau tenda yang digunakan para gurandil (penambang).

“Tenda-tenda atau gubuk para gurandil kami bongkar dan bakar. Selain menutup lubang kami juga menghancurkan gubuk atau tenda mereka dengan cara dibakar karena bangunan tersebut dibangun menggunakan kayu dan papan,” kata Rudi.

Tidak hanya itu, sebanyak empat lokasi pengolahan emas juga telah ditutup oleh petugas.

Keempat lokasi pengolahan emas yang ditutup tersebut yakni dua lokasi pengolahan emas di Kampung Cikomara RT04/02, Desa Banjar Irigasi, Kecamatan Lebakgedong.

Selain itu, lokasi pengolahan emas di Kampung Hamberang RT04/06 Desa Luhur Jaya, Kecamatan Cipanas. Kemudian, di lokasi pengolahan emas di Kampung Tajur RT06/04 Desa Mekarsari, Kecamatan Cipanas.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Cabai Petani Bantul Diserang Hama Picu Harga Melambung

Hampir semua tanaman cabai di pesisir pantai Bantul, terserang penyakit patek atau antraknosa.

NASIONAL | 29 Januari 2020

5.000 Alumni dari 15 Negara Hadiri Reuni Akbar 90 Tahun Karangturi

Dari pelacakan panitia, angkatan tertua tercatat bernama Lauw Ling Tjhoen (J Adi Ladjuba), alumni 1938 yang kini tinggal di Bandung.

NASIONAL | 29 Januari 2020

PBNU Digitalisasi Pembayaran Zakat, dan Infak Lewat NUcash

NUcash merupakan aplikasi komplit karena di dalamnya ada sejumlah fitur transaksi untuk kebutuhan spesifik.

NASIONAL | 29 Januari 2020

Bupati Klungkung Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Virus Korona

Pihaknya juga telah menyiapkan ruang isolasi untuk wisatawan yang diduga mengidap virus korona.

NASIONAL | 29 Januari 2020

Pemprov Jateng Rehabilitasi 85.105 Unit RTLH

Alokasi penyediaan rumah sederhana layak huni di Jawa Tengah tahun 2020 tersebar di 35 kabupaten/kota.

NASIONAL | 29 Januari 2020

Tipu Putri Lolowah dari Saudi Rp 500 M, 1 Ditangkap, 1 Buron

Lolowah binti Mohammed bin Abdullah Al-Saud tertipu Rp 500 miliar untuk investasi tanah dan vila di Bali.

NASIONAL | 29 Januari 2020

Jokowi: Evakusi WNI dari Tiongkok Hadapi Kendala

Jokowi menambahkan, pemerintah RI terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terutama pemerintah Tiongkok.

NASIONAL | 29 Januari 2020

Dinkes: Jangan Panik, Tak Ada Korban Virus Korona di Jateng

Masyarakat diminta tidak panik, serta tak terpancing kabar yang beredar melalui platform media sosial.

NASIONAL | 29 Januari 2020

DKI Tuan Rumah Program Ketahanan Iklim Kawasan Asia Pasifik

DKI Jakarta menjadi tuan rumah atas peluncuran proyek CRIC untuk wilayah Indonesia dan kawasan Asia Pasifik.

NASIONAL | 29 Januari 2020

Wapres: Evakuasi WNI Terhambat karena Kebijakan Tiongkok

Wapres Ma'ruf Amin menyatakan evakuasi WNI terhambat karena kebijakan Tiongkok sementara evakuasi WN Jepang berjalan lancar.

NASIONAL | 29 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS