Kasus Investasi Bodong, Pengamat Nilai Tepat Polisi Usut Keterlibatan Keluarga Cendana
INDEX

BISNIS-27 491.129 (11.99)   |   COMPOSITE 5612.42 (112.33)   |   DBX 1062.36 (4.11)   |   I-GRADE 161.886 (4.37)   |   IDX30 478.794 (12.21)   |   IDX80 126.714 (3.02)   |   IDXBUMN20 355.426 (9.57)   |   IDXG30 131.028 (2.32)   |   IDXHIDIV20 432.126 (9.85)   |   IDXQ30 139.823 (3.69)   |   IDXSMC-COM 243.691 (3.69)   |   IDXSMC-LIQ 294.252 (6.8)   |   IDXV30 122.487 (4.61)   |   INFOBANK15 946.8 (29.41)   |   Investor33 412.464 (10.19)   |   ISSI 165.112 (2.43)   |   JII 597.802 (9.53)   |   JII70 206.187 (3.44)   |   KOMPAS100 1134.88 (27.52)   |   LQ45 883.061 (21.77)   |   MBX 1552.46 (34.83)   |   MNC36 308.511 (7.09)   |   PEFINDO25 308.232 (9)   |   SMInfra18 281.756 (5.87)   |   SRI-KEHATI 352.482 (8.96)   |  

Kasus Investasi Bodong, Pengamat Nilai Tepat Polisi Usut Keterlibatan Keluarga Cendana

Jumat, 24 Januari 2020 | 15:09 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / JEM

Medan, Beritasatu.com - Pengamat kepolisian, Agus Yohanes menyatakan langkah tepat dilakukan aparat Polda Jawa Timur (Jatim) untuk mengusut tuntas aliran dana dalam kasus dugaan investasi bodong dari PT Kam & Kam dengan aplikasi MeMiles yang diterima keluarga Cendana.

"Kita mengapresiasi Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan dan Direktur Kriminal Khusus, Kombes Pol Gideon Arif Setiawan, yang menangani kasus investasi bodong melalui aplikasi MeMiles, secara terbuka," ujar Agus Yohanes, Jumat (24/1/2020).

Agus mengatakan, penanganan kasus ini secara perlahan mulai menunjukkan titik terang. Penyidik bisa melakukan pemeriksaan lanjutan dengan memanggil Keluarga Cendana untuk mengungkap dalang di balik investasi bodong MeMiles tersebut.

"Tidak hanya keluarga Cendana, kita juga mendorong Polda Jatim untuk melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap pesohor negeri ini jika menerima aliran dana dari PT Kam & Kam itu. Proses hukum jika terbukti terlibat," tegasnya.

Menurutnya, pemeriksaan terhadap cucu Presiden RI kedua, Ari Haryo Wibowo Harjojudanto alias Ari Sigit, mengindikasikan bukti bahwa banyak pihak yang terlibat dalam menerima aliran dana dari perusahaan investasi bodong tersebut.

"Sangat ironis, PT Kam & Kam dengan aplikasi MeMiles ini, yang sudah memikat 260.000 anggota dengan mengumpulkan uang sedikitnya Rp 760 miliar, justru beroperasi lama tanpa melibatkan orang besar. Ini harus diungkap ke publik," katanya.

Selain memeriksa Ari Sigit, sambung Agus yang merupakan Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (Marak) ini, Polda Jatim diharapkan mempercepat pemeriksaan terhadap istri Ari Sigit, Frederica Francisca Callebaut serta Ibunda Ari Sigit, Ilsye A Rahmawati.

"Kita meyakini, Polda Jawa Timur profesional dalam memeriksa keluarga Cendana ini. Keterangan mereka dipastikan akan membantu penyidik untuk mengusut tuntas kasus dugaan penipuan berskala besar tersebut," sebutnya.

Dirambahkan, kasus investasi bodong bukan hal baru di Indonesia. Kasus dugaan penipuan ini juga banyak terjadi di berbagai daerah. Namun, Polda Jawa Timur yang dinilai berhasil mengungkap kasus besar tersebut. Apalagi, barang bukti uang yang disita lebih dari Rp 120 miliar.

"Saya mencurigai ada jaringan besar di balik kasus investasi bodong ini. Dengan jumlah member yang tidak sedikit, maka dapat dipastikan bahwa perusahaan itu sudah lama bermain. Apalagi, nilai uang yang sudah masuk ke dalam perusahaan itu, jumlahnya tidak sedikit," sebutnya.

Agus mensinyalir, kasus investasi bodong ini patut dicurigai juga membuka jaringan sampai ke luar negeri. Oleh karena itu, Mabes Polri sebaiknya membantu Polda Jawa Timur dalam membongkar habis jaringan sindikat penipuan oleh perusahaan tersebut.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Berkas Tersangka Kasus Novel Diteliti Jaksa

Seperti diketahui dua pelaku penyerang Novel bernama Robby dan Rahmat telah diamankan polisi.

NASIONAL | 24 Januari 2020

Perkuat Toleransi Beragama dalam Kirab Kebangsaan Merah Putih

Kirab Kebangsaan Merah Putih diikuti oleh ribuan masyarakat.

NASIONAL | 24 Januari 2020

Pemerintah Diminta Segera Sesuaikan Tarif Angkutan Penyeberangan

Tarif angkutan penyeberangan hingga kini tak kunjung ditetapkan meskipun sudah dibahas selama 1,5 tahun lebih.

NASIONAL | 24 Januari 2020

Diperiksa KPK, Komisioner KPU Mengaku Ditanya Penetapan Caleg PDIP

Hasyim Asy'ari juga mengaku diminta keterangannya terkait penetapan Caleg politisi PDIP Harun Masiku dan komunikasi dengan Wahyu Setiawan.

NASIONAL | 24 Januari 2020

KPN Tingkatkan Pemulihan Trauma Korban Bencana

Ketakutan bencana susulan dan trauma kehilangan harta benda serta sanak keluarga.

NASIONAL | 24 Januari 2020

Selain Hasto, KPK Juga Periksa Tiga Staf DPP PDIP

Tiga staf PDIP dipanggil dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait dugaan suap kasus mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

NASIONAL | 24 Januari 2020

Sikap Menkumham untuk KNPI Diapresiasi

"Saat ini SK yang dipegang oleh kami merupakan SK yang berkelanjutan dari KNPI didirikan pada tahun 1973” ujar Ketua Bidang OKK DPP KNPI Zieko CH Odang.

NASIONAL | 24 Januari 2020

KNPI Kubu Haris Beberkan Fakta Kongres ke Menkumham

“Kami memberikan fakta-fakta dan bukti hasil kongres yang diserahkan oleh DPP KNPI periode 2015-2018."

NASIONAL | 24 Januari 2020

KY Apresiasi DPR Setujui 5 Hakim Agung dan 3 Hakim Ad Hoc MA

KY menghormati keputusan Komisi III DPR meski ada calon yang tidak disetujui untuk diangkat menjadi hakim agung dan hakim ad hoc Hubungan Industrial pada MA.

NASIONAL | 24 Januari 2020

Praperadilan Ditolak, Suami dari Polwan yang Diduga Selingkuh Tetap Cari Keadilan

Gugatan diajukan karena diduga ada yang tidak beres dalam penghentian penyidikan.

NASIONAL | 24 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS