Perkuat Toleransi Beragama dalam Kirab Kebangsaan Merah Putih
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Perkuat Toleransi Beragama dalam Kirab Kebangsaan Merah Putih

Jumat, 24 Januari 2020 | 15:02 WIB
Oleh : Stefi Thenu / JEM

Semarang, Beritasatu.com - Toleransi beragama berupa sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan sudah ada sejak dulu bahkan dicontohkan sejak zaman Nabi dan Wali.

"Keberagaman itu sudah menjadi sunnatullah. Kebhinekaan di Tanah Air kita sudah termaktub di lauhul makhfudz. Maka para ulama telah mewanti-wanti, dahulukanlah adabmu sebelum kau junjung ilmumu," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat memimpin Kirab Kebangsaan Merah Putih di Lapangan Pancasila Simpanglima Semarang, Jumat (24/1/2020).

Hadir pula dalam acara itu, ulama kharismatik Habib Luthfi bin Yahya, Wakil Gubernur Jateng, jajaran Forkompimda dan ribuan masyarakat dari berbagai suku, agama, ras dan golongan.

Kirab Kebangsaan Merah Putih diikuti oleh ribuan masyarakat. Mengenakan beragam pakaian adat, mereka berbaur dari berbagai suku, agama, ras dan golongan, peserta kirab longmarch dari Jalan Kagok Semarang menuju Lapangan Pancasila Simpanglima. Peserta kirab juga membawa bendera merah putih sepanjang 500 meter.

Menurut dia, banyak kisah yang bisa kita temukan tentang bagaimana sikap toleransi ini. Bahkan saking luar biasanya sisi kemanusiaan Rasulullah, beliau seminggu tiga kali menyuapi seorang nenek Yahudi, dengan suapan yang sangat lembut.

"Padahal nenek Yahudi tersebut tidak henti-hentinya menjelek-jelekkan Rasulullah," tambahnya.

Contoh lain, juga dikisahkan oleh para wali di Nusantara. Semua tahu, jika membicarakan perpaduan agama dan budaya, Sunan Kalijaga adalah ahlinya. Juga Kanjeng Sunan Kudus yang demi menghormati orang Hindu, ia melarang muridnya untuk menyembelih sapi.

"Jadi dengan kirab ini, kita berharap akulturasi agama dan budaya dijadikan spirit memperkokoh kebangsaan," tambahnya.

Ganjar menerangkan, laku untuk menghargai dan menghormati siapapun termasuk yang berbeda keyakinan telah dicontohkan sejak agama ini dikibarkan di bumi Nusantara. Untuk itu, saat ini tidak ada alasan bagi siapapun untuk tidak menerapkan kemuliaan akhlak tersebut.

"Mudah-mudahan pawai ini mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Kirab dengan peserta yang berbeda-beda suku, agama, ras dan golongan ini semakin menyadarkan bahwa bangsa ini beragam, namun tetap satu," ungkap Ganjar.

Habib Luthfi bin Yahya mengatakan, tujuan Kirab Kebangsaan Merah Putih tiada lain untuk menyatukan masyarakat. Dengan kirab budaya itu, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan rasa memiliki Merah Putih sebagai simbol negara.

"Ada tiga hal yang ditekankan dalam merah putih, tidak hanya simbol tanpa makna. Di dalamnya ada kehormatan bangsa, harga diri bangsa dan jati diri bangsa," kata dia.

Habib Luthfi menerangkan, sudah tidak boleh saat ini masyarakat diributkan dengan isu perbedaan. Sebab lanjut dia, dunia saat ini sudah memikirkan tentang kemajuan, bukan lagi memperdebatkan perbedaan.

"Bangsa Indonesia terdahulu sudah pandai dan berpikiran ke depan. Mereka bisa membuat candi Borobudur, Prambanan, Masjid Agung dan lainnya dengan hebat. Kenapa sekarang kita justru ketinggalan dan masih meributkan perbedaan. Untuk itu, dengan kirab budaya ini, mari kita sadar tentang pentingnya menjaga persatuan bangsa," pungkasnya.

Selain kirab budaya, dalam acara itu juga dibacakan deklarasi bersama. Ada empat poin deklarasi yang dibacakan dalam acara itu, yakni, setia pada Pancasila dan UUD 45, setia pada NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, Setia kepada pemerintahan dan menolak setiap upaya provokasi yang ingin menjatuhkan pemerintahan, dan terakhir menghormati perbedaan dan menolak segala bentuk faham radikalisme, terorisme, anti pancasila, intoleransi serta gerakan apapun yang dapat menimbulkan perpecahan.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemerintah Diminta Segera Sesuaikan Tarif Angkutan Penyeberangan

Tarif angkutan penyeberangan hingga kini tak kunjung ditetapkan meskipun sudah dibahas selama 1,5 tahun lebih.

NASIONAL | 24 Januari 2020

Diperiksa KPK, Komisioner KPU Mengaku Ditanya Penetapan Caleg PDIP

Hasyim Asy'ari juga mengaku diminta keterangannya terkait penetapan Caleg politisi PDIP Harun Masiku dan komunikasi dengan Wahyu Setiawan.

NASIONAL | 24 Januari 2020

KPN Tingkatkan Pemulihan Trauma Korban Bencana

Ketakutan bencana susulan dan trauma kehilangan harta benda serta sanak keluarga.

NASIONAL | 24 Januari 2020

Selain Hasto, KPK Juga Periksa Tiga Staf DPP PDIP

Tiga staf PDIP dipanggil dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait dugaan suap kasus mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

NASIONAL | 24 Januari 2020

Sikap Menkumham untuk KNPI Diapresiasi

"Saat ini SK yang dipegang oleh kami merupakan SK yang berkelanjutan dari KNPI didirikan pada tahun 1973” ujar Ketua Bidang OKK DPP KNPI Zieko CH Odang.

NASIONAL | 24 Januari 2020

KNPI Kubu Haris Beberkan Fakta Kongres ke Menkumham

“Kami memberikan fakta-fakta dan bukti hasil kongres yang diserahkan oleh DPP KNPI periode 2015-2018."

NASIONAL | 24 Januari 2020

KY Apresiasi DPR Setujui 5 Hakim Agung dan 3 Hakim Ad Hoc MA

KY menghormati keputusan Komisi III DPR meski ada calon yang tidak disetujui untuk diangkat menjadi hakim agung dan hakim ad hoc Hubungan Industrial pada MA.

NASIONAL | 24 Januari 2020

Praperadilan Ditolak, Suami dari Polwan yang Diduga Selingkuh Tetap Cari Keadilan

Gugatan diajukan karena diduga ada yang tidak beres dalam penghentian penyidikan.

NASIONAL | 24 Januari 2020

Dua Komisioner KPU Penuhi Panggilan KPK

Dalam kasus itu sendiri, KPK telah menetapkan empat orang tersangka

NASIONAL | 24 Januari 2020

Hasto Kristiyanto Penuhi Panggilan KPK

Hasto menyampaikan kehadirannya di KPK sebagai salah satu bentuk tanggung jawab.

NASIONAL | 24 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS