225 Kebun Bibit Desa Disiapkan, KLHK Segera Hijaukan Bogor dan Lebak Cegah Banjir
INDEX

BISNIS-27 441.115 (-6.71)   |   COMPOSITE 4999.36 (-65.27)   |   DBX 926.724 (-1.92)   |   I-GRADE 133.264 (-2.43)   |   IDX30 420.076 (-6.65)   |   IDX80 109.661 (-1.57)   |   IDXBUMN20 278.261 (-5.6)   |   IDXG30 116.81 (-1.43)   |   IDXHIDIV20 376.476 (-5.76)   |   IDXQ30 123.185 (-2.27)   |   IDXSMC-COM 212.981 (-1.87)   |   IDXSMC-LIQ 238.919 (-2.11)   |   IDXV30 103.357 (-0.89)   |   INFOBANK15 795.289 (-18.41)   |   Investor33 366.258 (-6.17)   |   ISSI 146.103 (-1.34)   |   JII 529.041 (-5.13)   |   JII70 179.515 (-1.95)   |   KOMPAS100 981.638 (-15.57)   |   LQ45 767.973 (-11.6)   |   MBX 1387.12 (-20.31)   |   MNC36 275.074 (-4.8)   |   PEFINDO25 260.463 (-1.57)   |   SMInfra18 237.109 (-3.79)   |   SRI-KEHATI 309.505 (-5.9)   |  

225 Kebun Bibit Desa Disiapkan, KLHK Segera Hijaukan Bogor dan Lebak Cegah Banjir

Minggu, 12 Januari 2020 | 16:45 WIB
Oleh : Jeis Montesori / JEM

Lebak, Beritasatu.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo untuk menghijaukan kembali lahan atau area yang rusak terdampak bencana banjir di wilayah Bogor dan Lebak, Banten. Sebanyak 225 Kebun Bibit Desa (KBD) disiapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk penghijauan tersebut.

Sebanyak 100 KBD dibentuk di Bogor dan 125 di Lebak, Banten. Bibit dari 225 KBD akan dibagikan gratis ke masyarakat, sehingga terjadi pemulihan alam dan bentang alam hijau kembali.

"Terjadinya bencana banjir dan longsor menegaskan bahwa telah terjadi kerusakan lingkungan terutama bentang alam yang cukup serius, khususnya di Pulau Jawa. Oleh karena itu menjadi tekad pemerintah untuk melakukan pemulihan lingkungan," kata Menteri LHK Siti Nurbaya, usai meninjau kebun bibit di Desa Gunung Kencana, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (11/1/2020) petang.

Kebun Bibit Desa Gunung Kencana saat ini memiliki 60 ribu batang bibit, terdiri dari sengon dan jengkol, serta menyusul jenis durian dan akar wangi atau vetiver.

"Tanaman tebing akar wangi diuji cobakan pada tebing-tebing setinggi 2-4 meter yang ada di sekeliling kebun bibit pada bentang alam perbukitan Desa Gunung Kencana tersebut," kata Menteri Siti Nurbaya.

Secara keseluruhan diperkirakan yang menyebabkan lahan kritis, menurut data Dinas Kehutanan Provinsi Banten sekitar 4.000 ha. Kementerian LHK (KLHK) ditargetkan menghijaukan seluas 2.500 ha di TNGHS Lebak dan Bogor dengan dana APBN yang dilaksanakan secepatnya dalam 2-3 bulan.

"Dimulai Januari ini segera setelah akses mobilisasi pulih pascabencana," kata Siti Nurbaya.

Kebutuhan penghijauan juga dapat didukung dari dana korporat yang bekerja dalam upaya reklamasi dan rehabilitasi eks tambang sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2010. Juga bisa diupayakan dari dana CSR korporat. Skema-skema tersebut sedang dianalisis KLHK saat ini.

"Tapi yang jelas dari dana APBN sudah bisa mencakup 225 kebun bibit desa di Lebak dan Bogor (kawasan TNGHS) dengan sedikitnya masing-masing 60.000 bibit atau semuanya menjadi 13,5 juta bibit yang dapat menanami sedikitnya 19.300 hektare," terang Siti Nurbaya.

Dalam pengurusan ini sekaligus melalui Dirjen Konservasi ditata zonasi peruntukan kawasan sehingga menjadi jelas peruntukan dan pembatasan-pembatasannya.

Selain upaya penghijauan dan zonasi wilayah konservasi, Kementerian LHK juga melakukan investigasi terkait kerusakan alam di Taman Nasional Gunung Halimun–Salak (TNGHS). Terutama terkait aktivitas perambahan hutan dan penambangan tanpa izin baik korporat maupun masyarakat, serta praktek penambangan korporat yang buruk.

"Kami sudah pelajari dokumennya, dan para Dirjen terkait sudah ditugaskan turun langsung ke lapangan yaitu Dirjen Konservasi, Dirjen DAS dan Dirjen Gakkum," ujar Siti Nurbaya.

Ditambahkan, tidaklah sederhana dalam hal urusan dengan penegakkan hukum (gakkum) atau law enforcement, karena ketika harus menata penambangan tanpa ijin atau peti secara hukum di tengah masyarakat, juga harus mencarikan alternatif bagi mata pencaharian masyarakat.

"Harus ada transformasi kegiatan masyarakat. Saya melihat bahwa hutan sosial menjadi alternatif. Semua itu kita pikirkan dan segera dibahas rencana operasionalnya. Kompleksitas persoalan di lapangan, terus kita uraikan satu persatu dan diselesaikan secara terukur," tutup Menteri Siti.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kabut Asap Ganggu Investasi di Pekanbaru

Dampak kabut asap terparah terjadi pada 2015.

NASIONAL | 10 Januari 2020

Warga Gunungkidul Diduga Terpapar Antraks

Belum ada kasus penyebaran antraks dari manusia ke manusia, sehingga masyarakat yang tidak terpapar langsung dengan hewan ternak, tidak perlu cemas berlebihan.

NASIONAL | 12 Januari 2020

Ketua MPR Minta BPK Segera Audit Semua Yayasan Dana Pensiun dan Asuransi Milik Pemerintah

"Negara harus hadir melindungi rakyatnya," papar Bamsoet.

NASIONAL | 12 Januari 2020

Banjir Rob Landa Empat Desa di Donggala, Warga Diimbau Waspada

Sebelumnya hanya dua desa yang terkena rob, sekarang empat desa.

NASIONAL | 12 Januari 2020

Petugas Lapas Mojokerto Gagalkan Penyelundupan 400 Pil Koplo dalam Tahu

Barang haram tersebut dibawa oleh seorang pengujung berinisial N, pada pukul 9.30 WIB pagi.

NASIONAL | 12 Januari 2020

KPK Pastikan Tindaklanjuti Dugaan Korupsi di PT Asabri

KPK akan menindaklanjuti dugaan tersebut dengan mengumpulkan berbagai data dan informasi.

NASIONAL | 12 Januari 2020

Kembali Berulah, Egianus Kogoya Dikejar Hidup atau Mati

Paulus telah menjenguk korban dan mengatakan kondisi korban berangsur membaik.

NASIONAL | 12 Januari 2020

Nunung dan Suami Dipanggil Sebagai Saksi Kasus Narkoba

Komedian Srimulat, Nunung dan suaminya July Jan Sambiran sebagai saksi kasus penyalahgunaan narkoba dengan terdakwa Hadi Moheriyanto.

NASIONAL | 12 Januari 2020

Nelayan Natuna Tolak Kedatangan Nelayan Pantura

Nelayan Kabupaten Natuna, Kepri, kompak menolak rencana kedatangan ratusan nelayan pantai utara (pantura) Jawa melaut di wilayah mereka.

NASIONAL | 12 Januari 2020

Polri Siap Bantu KPK Tangkap Tersangka Suap PAW DPR

Mabes Polri menyatakan siap membantu KPK menangkap kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Harun Masiku yang saat ini menjadi buronan.

NASIONAL | 12 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS