INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

PSI: Belum Waktunya Revisi Larangan Dine In Selama Penerapan PSBB DKI

Minggu, 27 September 2020 | 10:23 WIB
Oleh : Yustinus Paat / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Idris Ahmad mengatakan pihaknya menilai belum waktunya merevisi larangan makan di tempat atau dine in selama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta. Pasalnya, penambahan kasus positif Covid-19 harian DKI Jakarta masih terlalu tinggi, di sekitar 1.000 kasus per hari

"Saat masa pengetatan PSBB ini kami nilai belum bisa (larangan dine in) , walaupun tidak menafikan kemungkinan kebijakan tersebut dapat direvisi di masa lain. Kasus Covid-19 di Jakarta masih tinggi dan Pemprov DKI Jakarta masih berfokus pada mengurangi jumlah kasus ini, termasuk mengurangi potensi terjadinya klaster-klaster baru," ujar Idris saat dihubungi, Sabtu (26/9/2020).

Idris mengatakan, pihaknya mengkhawatirkan penularan Covid-19 terjadi akibat aktivitas dine in yang dilangsungkan secara indoor, di dalam mal. Kegiatan dine in, kata Idris, sudah pasti memaksa pengunjung untuk melepas masker ketika makan, dan aktivitas tersebut terjadi di dalam lingkungan indoor dimana droplet dapat menyebar secara luas.

"Warga juga cenderung berada di tempat tersebut untuk waktu yang cukup lama. Di dalam restoran juga terdapat banyak karyawan, yang berpotensi menyebarkan virus," ungkap Idris.

Idris pun mengutip pendapat epidemiolog dari Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono yang mengatakan, penularan Covid-19 di tempat makan berpotensi terjadi ketika pelanggan atau petugas tidak segera membersihkan meja makan. Saat makan, kata dia, para pengunjung melepas masker atau berbicara dengan temannya yang duduk satu meja, dan saling berbagi makanan.

"Secara teori, penelitian CDC Amerika menyimpulkan bahwa warga yang ikut aktivitas dine-in hampir 2 kali lipat lebih berisiko untuk tertular Covid-19. Sebuah penelitian dari Guangzhou, Tiongkok, juga membuktikan bahwa dalam keadaan indoor, virus masih dapat menular melalui AC sehingga penjagaan jarak antar-meja menjadi percuma," jelas dia.

"Secara praktik, banyak klaster-klaster luar negeri yang berasal dari restoran dalam mall, serta kafe atau kelab dalam mal. Sebut saja klaster di Aberdeen, Skotlandia, atau klaster di Itaewon, Korea Selatan," tutur dia menambahkan.

Karena itu, menurut Idris, dengan protokol kesehatan seketat apapun, restoran/kafe yang mengizinkan dine in masih tergolong tempat yang sangat rawan bagi penularan Covid-19. Pasalnya, kegiatan dine-in mewajibkan pengunjung melepas masker, menyentuh banyak permukaan, dan berinteraksi dengan banyak orang, yakni pengunjung lain serta karyawan restoran/kafe tersebut.

"Karena itu, masalah dine-in tidak dapat diselesaikan dengan hanya sekadar pengetatan protokol kesehatan di restoran atau kafe. Pemprov DKI perlu mengendalikan laju penularan Covid-19 terlebih dahulu," tandas dia.

Dalam rangka perbaikan ke depan, kata Idris, PSI mengusulkan penegakan protokol kesehatan oleh pemilik dan karyawan restoran atau kafe. Hal ini dikarenakan banyak kasus pelanggaran protokol kesehatan dikarenakan pemilik dan karyawan restoran atau kafe tidak tegas untuk menegur apabila ada karyawan lain atau bahkan konsumen yang melanggar protokol kesehatan.

"Kita juga mengusulkan agar dilakukan pengecekan swab atau rapid test secara berkala bagi pemilik dan karyawan restoran atau kafe. Hal ini dikarenakan pengecekan suhu sudah tidak efektif untuk membuktikan seseorang itu OTG atau tidak. Lalu memperkecil potensi penularan melalui penggunaan sekat pembatas, batasan jumlah konsumen dalam satu meja, dan pengecekan sirkulasi udara secara rutin," pungkas Idris.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BMKG Waspadai Hujan di Sebagian Jakarta Sore Hingga Malam

Wilayah DKI Jakarta siang ini mayoritas hujan ringan seperti Jakarta Utara dan Jakarta Pusat.

MEGAPOLITAN | 27 September 2020

Polisi Akan Buka Posko Pengaduan Dugaan Pemerasan Rapid Test di Soetta

Pembukaan posko pengaduan juga untuk mendalami kemungkinan keterlibatan oknum lain melakukan aksi tersebut.

MEGAPOLITAN | 27 September 2020

Ini Motif EFY Lakukan Pelecehan dan Pemerasan Saat Rapid Test di Bandara Soetta

Motif pelaku melakukan pemerasan untuk mendapatkan uang lebih, sementara dugaan pelecehannya hanya karena nafsu sesaat.

MEGAPOLITAN | 27 September 2020

3 Paslon di Pilkada Tangsel Sepakat Tak Akan Kampanye Berbau SARA

Muhammad-Rahayu Saraswati akan memadukan teknologi dan cara konvensional dalam meyakinkan masyarakat untuk memilih mereka.

MEGAPOLITAN | 26 September 2020

Tidak Ada Korban dalam Kebakaran di Gudang Central Park

Kebakaran di gudang loading Transmart, Central Park diduga akibat korsleting listrik.

MEGAPOLITAN | 26 September 2020

Anies Minta Pembangunan Infrastruktur Pengendalian Banjir Dipercepat

Anies Baswedan meminta dinas terkait khusus Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pengendalian banjir.

MEGAPOLITAN | 26 September 2020

Hasil Laboratorium Anggota DPRD DKI Wa Ode Herlina Negatif Covid 19

Sebelumnya Wa Ode Herlina dinyatakan positif Covid-19 dalam tes yang dilakukan di laboratorium Kesda.

MEGAPOLITAN | 26 September 2020

Pasien Isolasi Tower 4 dan 5 Wisma Atlet Kemayoran Bertambah 206 Orang

Jumlah pasien Covid-19 di Tower 4 dan 5 Wisma Atlet Kemayoran saat ini sebanyak 2.359 orang.

MEGAPOLITAN | 26 September 2020

Razia Kendaraan di Tikungan dan Jembatan Layang Dinilai Tidak Aman

Razia atau pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan baik secara berkala maupun insidental adalah amanah undang-undang.

MEGAPOLITAN | 26 September 2020

Melonjak, Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah melaporkan, dalam sehari kasus Covid-19 bertambah 56 orang

MEGAPOLITAN | 26 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS