INDEX

BISNIS-27 448.028 (-0.11)   |   COMPOSITE 5099.84 (-3.39)   |   DBX 964.111 (2.27)   |   I-GRADE 139.821 (-0.42)   |   IDX30 426.948 (0.39)   |   IDX80 113.317 (0.11)   |   IDXBUMN20 291.67 (1.28)   |   IDXG30 118.931 (0.18)   |   IDXHIDIV20 379.8 (-0.77)   |   IDXQ30 124.715 (-0.33)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.45)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (2.67)   |   IDXV30 106.644 (1.52)   |   INFOBANK15 836.821 (-6.19)   |   Investor33 373.706 (-0.97)   |   ISSI 150.561 (0.36)   |   JII 547.285 (1.18)   |   JII70 187.054 (0.33)   |   KOMPAS100 1020.57 (-1.1)   |   LQ45 786.439 (0.76)   |   MBX 1410.93 (-1.57)   |   MNC36 280.006 (-0.59)   |   PEFINDO25 280.13 (0.18)   |   SMInfra18 241.99 (-0.13)   |   SRI-KEHATI 316.197 (-0.37)   |  

Perusahaan Korea Relokasi Investasi dari Tiongkok ke Indonesia

Minggu, 27 September 2020 | 15:52 WIB
Oleh : Lona Olavia / JAI

Jakarta, Beritasatu.com - Satu perusahaan Korea Selatan memutuskan untuk relokasi pabrik ke Indonesia. Perusahaan tersebut adalah PT Sejin Fashion Indonesia, anak perusahaan Parkland Co Ltd, yang sudah 15 tahun menjalankan investasinya di Indonesia di bidang industri alas kaki.

Kabar tersebut diinformasikan setelah kunjungan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, ke Korea Selatan pada 23-24 September 2020 lalu. Kunjungan dilakukan dalam rangka menindaklanjuti sejumlah rencana investasi perusahaan asal Negeri Ginseng tersebut di Indonesia.

PT Sejin Fashion Indonesia merelokasikan pabriknya dari Dalian, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) ke Pati, Jawa Tengah. Perusahaan ini bergerak di bidang industri garmen berorientasi ekspor. Nilai total investasi perusahaan diperkirakan sebesar US$ 35 juta.

“Ini kabar gembira. Sesuai arahan Presiden, kami diminta terus aktif mengejar perusahaan yang merelokasi usahanya dari Tiongkok dan beberapa negara lain. Setelah kunjungan ke Korea kemarin, ada satu lagi perusahaan akan relokasi ke Indonesia dari Tiongkok. Ini industri padat karya, bisa menambah lapangan kerja baru sampai 4.000 orang. Kami harap dapat membantu perekonomian di masa pandemi seperti ini,” ujar Bahlil, dalam siaran pers, Sabtu (26/9).

Selain menambah lapangan kerja, investasi PT Sejin Fashion Indonesia juga akan meningkatkan devisa negara karena 100% hasil produksinya akan diekspor. Oleh karena itu, PT Sejin Fashion Indonesia meminta dukungan pemerintah Indonesia dalam rangka mempercepat proses relokasi ke Indonesia agar dapat segera beroperasi.

Beberapa dukungan yang diharapkan, diantaranya terkait dengan percepatan proses pemeriksaan teknis (survei) terhadap mesin Barang Modal Tidak Baru (BMTB) yang akan direlokasi dari pabrik di Tiongkok, pengajuan permohonan penetapan lokasi pabrik sebagai Kawasan Berikat (Pengusaha Dalam Kawasan Berikat/ PDKB), dukungan dalam mendatangkan Tenaga Kerja Asing (TKA) ahli selama masa pandemi COVID-19, serta fasilitasi pengajuan permohonan insentif Tax Allowance.

“Sesuai komitmen BKPM, investor akan terus difasilitasi dan dikawal. Sebagian permohonan perusahaan sudah difasilitasi. Dalam kunjungan ini saya sekaligus menyampaikan persetujuan insentif Tax Allowance yang Sejin minta sudah beres. Terkait perizinan yang masih dalam proses, sudah ada Tim Khusus yang akan mengurus. Perusahaan tinggal tunggu beres saja,” kata Bahlil.

Persetujuan insentif Tax Allowance PT Sejin Fashion Indonesia menjadi Tax Allowance pertama yang BKPM terbitkan, sejak adanya pelimpahan kewenangan dari Kementerian Keuangan. BKPM akan terus mendorong agar Sejin dapat memenuhi target produksi komersial di kuartal IV 2020.

CEO Parkland, Myeong-gyu Park, optimistis bahwa anak perusahaan mereka dapat berkembang baik di Indonesia. Kegiatan usaha Parkland di Indonesia selama ini menunjukkan hasil yang memuaskan. Inilah yang melatarbelakangi perusahaan merelokasi pabrik ke Indonesia.

Parkland Co., Ltd. merupakan perusahaan asal Korea Selatan yang didirikan sejak tahun 1973 di Busan, Korea Selatan. Salah satu investasi Parkland di Indonesia, adalah PT Parkland World Indonesia yang telah memiliki beberapa pabrik di Indonesia sejak tahun 2005, antara lain di Serang-Banten, Jepara, Rembang, dan Pati. Perusahaan memproduksi alas kaki sepatu olahraga untuk merk New Balance, Adidas, Reebok, dan lain-lain.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

M Cash dan Telkomsel Kolaborasi Luncurkan DigiSaham

DigiSaham yang dapat diakses secara luas lewat WhatsApp ini diharapkan menjadi alat edukasi untuk memperkenalkan kelompok milenial dan Gen Z ke pasar modal.

EKONOMI | 27 September 2020

Kemtan Targetkan Ekspor Pertanian Tiga Kali Lipat

Januari sampai Agustus 2020, ekspor sektor pertanian Indonesia meningkat 8,82 persen, yakni mencapai Rp 258 triliun.

EKONOMI | 27 September 2020

Mandiri Syariah Dukung Pembiayaan KPR Dua Proyek Diamondland

Kerja sama dengan Mandiri Syariah merupakan bentuk komitmen layanan Diamondland Development kepada konsumen.

EKONOMI | 27 September 2020

Dorong Ekonomi, Pemerintah Genjot Pengembangan KEK Galang Batang

KEK Galang Batang diproyeksikan menjadi kawasan dengan kegiatan utama industri pengolahan bauksit dan turunannya, dengan investasi Rp 36,25 triliun.

EKONOMI | 27 September 2020

Citi Nine Gandeng BP AKR Bangun SPBU di Kawasan Hunian di Gresik

Kemitraan Citi Nine dengan BP AKR bukan hanya di Gresik, tapi di beberapa lokasi hunian yang dikembangkan di Jatim.

EKONOMI | 27 September 2020

Mendes PDTT Resmikan Desa Wisata di Bojonegoro

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar meresmikan Wisata Edukasi Pejambon yang terletak di Desa Pejambon, Kecamatan Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegor.

EKONOMI | 26 September 2020

Kemperin Wujudkan Subsitusi Impor 35% Tahun 2022

Kemperin fokus mewujudkan program substitusi impor sebesar 35% pada tahun 2022.

EKONOMI | 26 September 2020

Jasa Marga Optimistis Menang Tender Transaksi Tol Non-Tunai Nir-Sentuh

PT Jasa Marga (Persero) Tbk Subakti Syukur optimistis akan memenangi pelelangan (tender) Pengusahaan Sistem Transaksi Tol Non-tunai Nir-sentuh.

EKONOMI | 26 September 2020

Komisaris Baru PLN Dapat Dukungan Penuh

PLN memutuskan untuk mengangkat dan menetapkan Muhammad Yusuf Ateh dan Mohammad Rudy Salahuddin sebagai Komisaris PLN.

EKONOMI | 26 September 2020

Kepala BPKP Jadi Komisaris PLN

Mohammad Rudy Salahuddin yang merupakan deputi IV Kementerian Koordinator Perekonomian juga menjadi komisaris PLN.

EKONOMI | 26 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS