Ekonom: Resesi Jadi Kenormalan Baru
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Ekonom: Resesi Jadi Kenormalan Baru

Kamis, 6 Agustus 2020 | 15:31 WIB
Oleh : Herman / JAI

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini, semua negara berpotensi mengalami resesi, termasuk Indonesia. Namun, masyarakat tidak perlu panik, sebab resesi sudah menjadi sebuah kenormalan baru, di mana hampir semua negara mengalaminya.

Direktur Riset CORE (Center of Reform on Economics) Indonesia, Piter Abdullah, mengatakan dengan kondisi resesi menjadi kenormalan baru, maka perbedaannya terletak pada kedalaman dan kecepatan recovery.

Negara-negara yang bergantung kepada ekspor (kontribusi ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi sangat tinggi) menurutnya akan mengalami double hit, sehingga kontraksi ekonomi akan jauh lebih dalam, misalnya Singapura. Di sisi lain, negara-negara yang tidak secara cepat merespon dampak wabah Covid-19 berpotensi jatuh ke jurang krisis, yang artinya proses recovery akan berjalan lambat.

“Meskipun Indonesia nanti dinyatakan resesi, masyarakat tidak perlu panik. Yang lebih penting adalah bagaimana dunia usaha bisa bertahan di tengah resesi. Apabila dunia usaha bisa bertahan, tidak mengalami kebangkrutan, maka kita akan bisa bangkit kembali dengan cepat ketika wabah sudah berlalu,” kata Piter Abdullah, di Jakarta, Rabu (5/8/2020).

Piter Abdullah mengaku optimistis dengan berbagai kebijakan yang sudah diambil pemerintah melalui program penanganan pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Jika anggaran penanganan Covid-19 dan PEN bisa ditingkatkan realisasinya, Piter yakin ekonomi Indonesia akan recovery pada 2021.

Di tengah pandemi ini, lanjutnya, kondisi perbankan nasional menurutnya juga masih stabil dan sehat. Indikator-indikator perbankan menunjukkan bahwa memang terjadi penurunan di beberapa bank, tetapi secara keseluruhan masih baik.

“Beberapa bank bahkan masih mencatatkan kenaikan keuntungan selama semester I tahun 2020. Likuiditas bank terjaga. Kualitas aset masih baik, sehingga memungkinkan bank untuk tetap mendapatkan keuntungan. Memang rasio Non Performing Loans mengalami kenaikan, tetapi kenaikannya masih dalam batas aman. NPL perbankan masih di bawah batas psikologi 5%,” ujar Piter Abdullah.

Terkait isu beberapa bank mengalami permasalahan likuiditas, Piter mengatakan isu tersebut tidak sepenuhnya benar. Permasalahan likuiditas yang dihadapi beberapa bank tertentu masih dalam batas-batas yang bisa dikelola oleh otoritas.
Dengan masih terjaganya kondisi perbankan di tengah wabah, Piter menegaskan adanya pesan berantai yang mengajak masyarakat untuk menarik dana di perbankan merupakan hoax yang harus dilawan.

“Pesan hoax ini berpotensi mengganggu kestabilan sistem keuangan dan juga perekonomian nasional yang sesungguhnya saat ini masih stabil dan sehat. Karena itu penegak hukum perlu mengambil langkah-langkah untuk menghentikan peredaran pesan yang menyesatkan ini,” kata Piter Abdullah.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Penanganan Covid-19 Tidak Optimal, Indonesia Resesi Triwulan III 2020

Ekonom Indef, Bhima Yudhistira Adhinegara, pesimistis ekonomi RI bisa keluar dari jurang resesi dengan cara penanganan pandemi Covid-19 seperti saat ini.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Triwulan II 2020, Ekonomi 213 Negara Runtuh

Dampak pandemi Covid-19 membuat ekonomi di 213 negara runtuh di triwulan II 2020.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Inovasi Brand Jadi Referensi Konsumen

Tidak semua brand mampu menciptakan inovasi dan menjadi yang pertama di kategori produk atau jasa.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Semester I Tahun 2020, Kinerja Keuangan PPI Positif

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI) menorehkan kinerja keuangan positif untuk periode semester 1 tahun 2020.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Apresiasi Pengguna, SiCepat Bagi Hadiah Total Rp 7,7 M Lewat Youtube

SiCepat mengadakan Program Hujan Hadiah Youtube SiCepat dengan total hadiah Rp 7,5 miliar.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Pandemi, Latinusa Targetkan Marketshare Tinplate Nasional 60%

Latinusa terus meningkatkan peran strategis dalam mendorong perkembangan serta pertumbuhan industri tinplate nasional.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Mayoritas Bursa Asia Siang Ini di Teritori Negatif

Shanghai SE composite di Tiongkok melemah 12,02 poin (0,38 persen) mencapai 3.364.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Jeda Siang, IHSG Naik 43 Poin ke 5.170

IHSG sempat mencapai level tertinggi 5.179 dan level terendah 5.127.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Platform Pasar Digital UMKM Pacu Produktivitas Pengusaha Kecil

Program Pasar Digital (PaDi) UMKM diharapkan mampu memacu produktivitas dan penguatan di tengah pandemi Covid-19.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Semen Baturaja Alokasikan 20,48% Laba 2019 untuk Dividen

Pemegang saham menyetujui perubahan susunan dewan direksi dan komisaris perseroan.

EKONOMI | 6 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS