Penanganan Covid-19 Tidak Optimal, Indonesia Resesi Triwulan III 2020
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Penanganan Covid-19 Tidak Optimal, Indonesia Resesi Triwulan III 2020

Kamis, 6 Agustus 2020 | 15:17 WIB
Oleh : Lona Olavia / JAI

Jakarta, Beritasatu.com - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara, pesimistis ekonomi RI bisa keluar dari jurang resesi dengan cara penanganan pandemi Covid-19 saat ini.

Menurut dia, Indonesia kurang memenuhi syarat untuk dapat dinyatakan memiliki penanganan wabah pandemi Covid-19 yang baik, karena minimnya tes Covid-19 dibandingkan jumlah penduduk, pertambahan kasus baru yang meningkat seiring dilonggarkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dan ketidaktegasan aturan untuk pencegahan penyebaran pandemi Covid-19 sehingga masyarakat cenderung menyepelekan protokol kesehatan.

Hal itu, berbeda dengan negara-negara lain seperti Tiongkok, Korea Selatan, dan Uni Eropa yang memberlakukan lockdown (penguncian) kota atau wilayah yang menjadi cluster Covid-19, tes Covid-19 massal, dan memberlakukan aturan ketat disertai denda atau hukuman bagi pelanggar protokol kesehatan.

“Melihat penanganan Covid-19 saat ini, kita akan resesi di triwulan ke III 2020. Impossible tidak akan resesi. Tiongkok, paling bisa dicontoh jika nanti kita masuk resesi. Stimulus tepat sasaran sekaligus penanganan Covid-19-nya cepat. Langsung lockdown ketika ada kasus positif. Kalaupun kita tidak lockdown, tapi PSBB perlu terus diperketat tak hanya di DKI Jakarta, tapi juga provinsi lainnya. Kalau dilonggarkan sebelum waktunya justru blunder,” kata Bhima Yudhistira Adhinegara, di Jakarta, Rabu (5/8/2020).

Bhima Yudhistira Adhinegara menambahkan, faktor lainnya yang juga mengarahkan Indonesia menuju resesi adalah lambatnya penyerapan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang hingga Juli 2020 baru terserap 20%. Padahal penyerapan anggaran PEN diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi karena stimulasi diberikan untuk masyarakat terdampak dan dunia usaha, baik UMKM maupun korporasi.

Pernyataan serupa disampaikan ekonom Unika Atma Jaya Jakarta Rosdiana Sijabat. Menurutnya, resesi ekonomi di negara lain akan berpengaruh ke Indonesia, terutama jika negara-negara itu adalah negara adalah mitra ekonomi utama Indonesia.

Korea Selatan misalnya, akan secara langsung berdampak ke perekonomian Indonesia melalui aliran modal maupun aliran barang.
Dilihat dari aliran modal, Korea Selatan termasuk 10 besar penyumbang investasi asing yang ada di Indonesia selama beberapa tahun terakhir. Jika dilihat dari trade flows, Korea Selatan juga merupakan pangsa pasar ekspor utama Indonesia.

“Resesi di Korea Selatan akan memukul perekonomian kita dari sisi ekspor. Korea Selatan adalah salah pasar ekspor produk berbasis komoditas dari Indonesia. Resesi di negara ini akan diikuti penurunan permintaan komoditas dari Indonesia. Ini tercermin dari rilis BPS, yang melaporkan ekspor terkontraksi sebesar 12,81%, tentu didalam kontraksi ini, ada sumbangan kontraksi permintaan komoditas dari negara mitra dagang utama Indonesia diantaranya Korea Selatan dan Singapura, serta kawasan Eropa,” kata Rosdiana Sijabat.

Namun bukan serta merta, menurutnya resesi di Korea Selatan akan diikuti resesi di Indonesia, karena perbedaan karakteristik ekonomi sektoral. Misalnya, perekonomian Indonesia yang sangat bergantung pada konsumsi rumah tangga, bukan pada ekspor maupun impor.

“Jadi pemerintah perlu memulihkan daya beli rumah tangga, agar kita tidak masuk ke jurang resesi yang parah," ujar Rosdiana Sijabat.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Triwulan II 2020, Ekonomi 213 Negara Runtuh

Dampak pandemi Covid-19 membuat ekonomi di 213 negara runtuh di triwulan II 2020.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Inovasi Brand Jadi Referensi Konsumen

Tidak semua brand mampu menciptakan inovasi dan menjadi yang pertama di kategori produk atau jasa.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Semester I Tahun 2020, Kinerja Keuangan PPI Positif

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI) menorehkan kinerja keuangan positif untuk periode semester 1 tahun 2020.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Apresiasi Pengguna, SiCepat Bagi Hadiah Total Rp 7,7 M Lewat Youtube

SiCepat mengadakan Program Hujan Hadiah Youtube SiCepat dengan total hadiah Rp 7,5 miliar.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Pandemi, Latinusa Targetkan Marketshare Tinplate Nasional 60%

Latinusa terus meningkatkan peran strategis dalam mendorong perkembangan serta pertumbuhan industri tinplate nasional.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Mayoritas Bursa Asia Siang Ini di Teritori Negatif

Shanghai SE composite di Tiongkok melemah 12,02 poin (0,38 persen) mencapai 3.364.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Jeda Siang, IHSG Naik 43 Poin ke 5.170

IHSG sempat mencapai level tertinggi 5.179 dan level terendah 5.127.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Platform Pasar Digital UMKM Pacu Produktivitas Pengusaha Kecil

Program Pasar Digital (PaDi) UMKM diharapkan mampu memacu produktivitas dan penguatan di tengah pandemi Covid-19.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Semen Baturaja Alokasikan 20,48% Laba 2019 untuk Dividen

Pemegang saham menyetujui perubahan susunan dewan direksi dan komisaris perseroan.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Pemerintah Tinjau Ulang Status 30 Bandara Internasional

Indonesia hanya memerlukan sekitar empat bandara internasional yang dapat berperan sebagai pusat lalu lintas udara.

EKONOMI | 6 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS