Indef Peringatkan Belanja Kesehatan Harus Jadi Prioritas Pemerintah
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Penanganan Covid-19 dan PEN

Indef Peringatkan Belanja Kesehatan Harus Jadi Prioritas Pemerintah

Kamis, 30 Juli 2020 | 13:14 WIB
Oleh : Herman / JAI

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Indef, Tauhid Ahmad, memperingatkan pemerintah untuk tetap memprioritaskan belanja kesehatan, jika ingin program penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dapat menghindarkan Indonesia dari resesi.

Pernyataan itu, disampaikan Tauhid Ahmad, menanggapi rencana pemerintah untuk melakukan belanja besar-besaran di Semester II 2020, untuk mendukung dunia usaha dan mendorong daya beli masyarakat, guna memperbaiki pertumbuhan ekonomi agar terhindar dari resesi.

Menurut Tauhid Ahmad, pada triwulan II-2020, ekonomi Indonesia diprediksi akan mengalami kontraksi antara -3,26% hingga -3,88%. Diperkirakan pada triwulan III-2020 Indonesia akan memasuki laju resesi yang cukup dalam dengan pertumbuhan ekonomi -1,30% pada skenario sedang hingga -1,75% pada skenario berat.

Tauhid Ahmad mengungkapkan, rencana pemerintah untuk mempercepat realisasi belanja angaran program PEN sudah tepat untuk mendorong demand atau permintaan masyarakat yang saat ini masih melemah.

Namun upaya penanganan di bidang kesehatan terkait pandemi Covid19 juga harus dioptimalkan, karena tanpa penurunan kasus dan pengendalian penyebaran virus corona, sulit bagi Indonesia untuk memasuki era normal baru yang diyakini akan menggerakan sektor perekonomian.

"Untuk mengurangi dampak resesi, kami tetap konsisten bahwa upaya kesehatan harus menjadi yang paling prioritas dibandingkan ekonomi melalui testing, tracing dan treatment. Bila masalah kesehatan bisa ditangani, ekonomi bisa lebih confidence untuk bangkit. Jadi belanja kesehatan ini harus dioptimalkan," kata Tauhid Ahmad.

Terkait dengan itu, Tauhid Ahmad mengatakan, pemerintah harus meningkatkan belanja untuk dapat melakukan tes Covid-19 yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, dengan biaya murah atau gratis.

Kerja sama dengan sektor korporasi pun dapat dilakukan, mengingat pascapencabutan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), banyak perkantoran yang justru menjadi cluster baru penyebaran Covid-19.

Selain mengefektifkan belanja kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19, pemerintah dapat mendorong sektor riil untuk menggerakan perekonoian. Perlu juga mengalokasikan anggaran untuk UMKM non restrukturisasi dan non KUR. Meskipun sudah ada tambahan-tambahan program baru untuk UMKM, namun sasarannya relatif masih kecil. Dukungan untuk UMKM ini harus terus dioptimalkan agar memicu sektor riil kembali menggeliat.

Tauhid Ahmad menilai, Komite Penanganan Covid-19 dan PEN juga perlu melakukan upaya yang lebih optimal dalam mengatasi hambatan regulasi, skema atau sistem, sasaran serta teknis, agar penyerapan anggaran bisa lebih cepat.

Ekspansi program penanganan Covid-19 dan PEN juga harus dilakukan dengan tidak hanya terfokus pada korporasi dan pelaku usaha, tetapi juga pada persoalan yang dihadapi masyarakat akibat dampak Covid-19. Misalnya, pengeluaran untuk keperluan internet karena siswa belajar dari rumah, juga meningkatnya pengangguran akibat pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Yang juga perlu dilalukan adalah ekspansi program seperti gratis pulsa untuk siswa, hingga bantuan sosial untuk korban PHK. Saya rasa memang masih perlu banyak ekspansi program baru mendanmpingi program PEN yang sudah ada," kata Tauhid Ahmad.

Dia menambahkan bantuan sosial juga perlu diberikan dalam jumlah yang lebih memadai dan berbentuk tunai untuk mendorong konsumasi dan menggerakkan usaha-usaha kecil seperti warung. Dengan bantuan hanya Rp 400.000 sampai Rp 600.000 per bulan, itu baru 23% dari pengeluaran penduduk.

“Kami mendorong agar ada peningkatan jumlah bansos antara Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta per kepala keluarga untuk memenuhi kebutuhan konsumsi mereka. Tentu saja perlu ada mekanisme agar bagaiman tepat sasaran dan terobosan agar mekanisme tunai tersebut bisa cepat sampai ke masyarakat," ujar Tauhid Ahmad.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kemkop dan UKM Dukung Pengembangan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Sumber Daya Alam

Kemkop dan UKM merespons cepat inisatif pemerintah Kabupaten Subang yang ingin membangun ekosistem bisnis kerakyatan.

EKONOMI | 30 Juli 2020

Buntut Kasus PT Jouska, Ini Tiga Regulasi yang Harus Diproses OJK

Otoritas Jasa Keuangan harus memperjelas regulasi untuk batasan kerja perencana keuangan agar tidak menyimpang seperti kasus PT Jouska Financial Indonesia.

EKONOMI | 30 Juli 2020

Semester II 2020, Pemerintah Intensifkan Program PEN untuk Dunia Usaha

Pemerintah akan mengintensifkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk mendukung dunia usaha pada semester II 2020.

EKONOMI | 30 Juli 2020

Kurs Rupiah Melemah ke Rp 14.610

Kurs rupiah berada di level Rp 14.610 per dolar AS atau terdepresiasi 67,5 poin (0,46 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.542,5.

EKONOMI | 30 Juli 2020

Sesi I, IHSG Menguat 0,25%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,25 persen ke kisaran 5.123,81 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Kamis (30/7/2020).

EKONOMI | 30 Juli 2020

Garuda Indonesia Kembali Raih Predikat Maskapai Terbaik di Indonesia

Predikat maskapai terbaik di Indonesia ini merupakan capaian keempat kalinya yang diraih secara berturut-turut sejak tahun 2017.

EKONOMI | 30 Juli 2020

Marketing Sales Lippo Karawaci Naik 26%, Laba Tumbuh 34%

Bisnis properti terus menunjukkan tanda-tanda perbaikan di mana marketing sales pada semester 1, 2020 meningkat 26% YoY menjadi Rp1,05 triliun.

EKONOMI | 30 Juli 2020

Ini Golongan Pelanggan yang Mendapat Stimulus Covid-19 dari PLN

Stimulus Tarif Tenaga Listrik berupa pembebasan rekening mininum bagi pelanggan Sosial, Bisnis, dan Industri dengan daya dimulai dari 1300 VA ke atas.

EKONOMI | 30 Juli 2020

Kurs Rupiah Terdepresiasi ke Rp 14.600-an

Kurs rupiah berada di level Rp 14.613 per dolar AS atau terdepresiasi 70,5 poin (0,48 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.542,5.

EKONOMI | 30 Juli 2020

Ditopang Dana PEN, Kredit Perbankan Diyakini Bisa Tumbuh 4%-5%

Per 22 Juli 2020 sudah tersalurkan kredit Rp 43,5 triliun kepada 518.797 nasabah, atau 145% dari total dana PEN dari pemerintah di Bank BUMN.

EKONOMI | 30 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS