Baru Sehari UU Keamanan Nasional Disahkan, Polisi Hong Kong Tangkap Ratusan Demonstran
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Baru Sehari UU Keamanan Nasional Disahkan, Polisi Hong Kong Tangkap Ratusan Demonstran

Kamis, 2 Juli 2020 | 18:58 WIB
Oleh : Jeany Aipassa / JAI

Hong Kong, Beritasatu.com - Sehari setelah pengesahan Undang-Undang (UU) Keamanan Nasional, Polisi menangkap ratusan orang di Hong Kong, saat menggelar aksi unjuk rasa, pada Rabu (1/7/2020).

Pengesahan UU Keamanan Nasional Hong Kong dilakukan dalam sesi ke-20 Komite Tetap Kongres Nasional Rakyat (NPC), yaitu legislatif tertinggi Tiongkok, di beijing, pada Selasa (30/6/2020). Adopsi UU ditandatangani oleh Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, dan dipublikasikan di lembaran negara.

Pada Rabu (1/7/2020), aktivis dan warga Hong Kong mengadakan demonstrasi menentang pengesahan UU Keamanan Nasional, dan polisi Hong Kong langsung melakukan penangkapan pertama di bawah UU tersebut.

Dilaporkan, polisi Hong Kong menangkap tujuh orang karena melanggar UU Keamanan Nasional, termasuk seorang pria yang memegang bendera pro-kemerdekaan. Hampir 200 orang lainnya juga ikut ditahan.

UU Keamanan Nasional menargetkan tindakan pemisahan diri, subversi, dan terorisme dengan hukuman maksimal penjara seumur hidup. Para aktivis menyatakan UU itu mengikis kebebasan Hong Kong, tapi Tiongkok membantah kritik tersebut.

UU Keamanan Nasional Hong Kong terdiri dari 66 pasal dalam enam bab yang mendefinisikan tugas dan badan-badan pemerintah dari HKSAR untuk menjaga keamanan nasional.

Ratusan warga Hong Kong menggelar demonstrasi pro-demokrasi, mengabaikan larangan otoritas yang membatasi perkumpulan lebih dari 50 orang karena Covid-19.

Polisi memakai meriam air dan tembakan merica ke arah demonstran, serta menangkap lebih dari 180 orang termasuk tujuh orang yang melanggar UU Keamanan Nasional yang baru disahkan.

Obyektif

UU Keamanan Nasional Hong Kong telah secara luas dikecam oleh negara-negara Barat termasuk Amerika Serikat (AS) dan Inggris, serta para aktivis HAM.

“(Tiongkok) menjanjikan 50 tahun kebebasan untuk rakyat Hong Kong, tapi hanya memberikan 23 tahun,” kata Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo.

Namun Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian, mendesak negara-negara untuk melihat situasi di Hong Kong secara objektif. Dia mengatakan Tiongkok tidak akan mengizinkan intervensi asing dalam masalah domestiknya.

Sebelumnya, Zhang Xiaming dari kantor Dewan Negara Urusan Hong Kong dan Macau, mengecam kritik asing dengan menyatakan, “Apa urusannya dengan Anda?” ujarnya.

Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, mengatakan UU Keamanan Nasional akan memulihkan stabilitas setelah protes meluas pada 2019. Menurutnya, UU baru itu adalah pengembangan paling penting dalam hubungan antara pemerintah pusat dan Hong Kong sejak penyerahan kekuasaan dari Inggris.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

106 Miliarder Dukung Kampanye Biden

Sekitar 106 miliarder menjadi penyandang dana yang mendukung kampanye Joe Biden untuk pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) 2020.

DUNIA | 2 Juli 2020

Tertinggi Sejak 2 Mei, Kasus Baru Covid-19 di Tokyo Sentuh Angka 107

Penambahan 107 kasus positif Covid-19 merupakan angka tertinggi dalam dua bulan terakhir, di Ibu Kota Tokyo.

DUNIA | 2 Juli 2020

52 Negara Dukung Pengesahan Undang-Undang Keamanan Hong Kong

Sebanyak 52 negara mendukung pengesahan Undang-Undang Keamaan Nasional di wilayah administrasi khusus Hong Kong.

DUNIA | 2 Juli 2020

Pandemi Covid-19, 121.638 WNI Kembali dari Luar Negeri

Sebagian besar yang kembali adalah WNI dari Malaysia yang berjumlah 87.777 orang.

DUNIA | 2 Juli 2020

Surat Jokowi Agar Mempercepat Penyelesaian Pencemaran Laut Timor

Menjaga hubungan baik bukan berarti mendiamkan persoalan yang ada.

NASIONAL | 2 Juli 2020

Pemilih "Kerah Putih" Alihkan Dukungan dari Trump

Pemilih dari kelompok berpendidikan tinggi dan bergelar sarjana atau dikenal dengan istilah “kerah putih” mulai mengalihkan dukungan mereka dari Donald Trump.

DUNIA | 1 Juli 2020

Indonesia Tampung 99 Pengungsi Rohingya

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi, menyatakan pemerintah Indonesia memutuskan untuk menampung 99 pengungsi asal Rohingya yang masuk ke Aceh, pada 24

DUNIA | 1 Juli 2020

Iran Minta Interpol Tangkap Trump

Pemerintah Iran meminta bantuan Interpol ungtuk menangkap Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, karena terlibat dalam pembunuhan Qasem Soleimani.

DUNIA | 1 Juli 2020

Bulan Ini, India Gelar Uji Coba Vaksin pada Manusia

India siap melakukan uji coba vaksin kepada manusia pada bulan Juli ini.

DUNIA | 1 Juli 2020

Investigasi Gedung Putih, Trump Dinilai Alami Delusi

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dinilai mengalami delusi dan tidak menguasai isu-isu luar negeri saat melakukan pembicaraan telepon dengan pemimpin

DUNIA | 1 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS