52 Negara Dukung Pengesahan Undang-Undang Keamanan Hong Kong
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

52 Negara Dukung Pengesahan Undang-Undang Keamanan Hong Kong

Kamis, 2 Juli 2020 | 18:38 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / JAI

Jenewa, Beritasatu.com - Sebanyak 52 negara mendukung pengesahan Undang-Undang Keamaan Nasional di wilayah administrasi khusus Hong Kong.

Dukungan tersebut, disampaikan diplomat Kuba, dalam sesi ke-44 Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), di Jenewa, Swiss, Selasa (30/6/2020).

“Tidak campur tangan dalam urusan internal dari negara berdaulat adalah prinsip penting yang diabadikan dalam Piagam PBB dan norma dasar dari hubungan internasional. Di negara mana pun, kekuatan legislatif atas isu keamanan nasional diserahkan kepada negara, yang pada dasarnya bukan isu HAM dan karena itu tidak perlu dibahas dalam Dewan HAM,” bunyi pernyataan bersama 52 negara yang dibacakan diplomat Kuba.

Kuba bersama 51 negara lainnya menyatakan keyakinan bahwa setiap negara mempunyai hak untuk menjaga keamanan nasionalnya lewat Undang-Undang, dan memuji langkah-langkah relevan yang diambil untuk tujuan tersebut, termasuk oleh pemerintah Tiongkok terhadap negara otonomi khusus Hong Kong.

“Dalam konteks ini, kami menyambut pengesahan keputusan oleh badan legislatif Tiongkok untuk menetapkan dan meningkatkan kerangka hukum dan mekanisme penegakan bagi Kawasan Administrasi Khusus Hong Kong," demikian pernyataan bersama yang disampaikan diplomat Kuba.

Ditambahkan, ke-52 negara setuju karena Undag-Undang tersebut bertujuan menjaga keamanan nasional, serta penegasan kembali kepatuhan Hong Kong atas pedoman ‘satu negara, dua sistem’.

UU Keamanan Nasional Hong Kong terdiri dari 66 pasal dalam enam bab yang mendefinisikan tugas dan badan-badan pemerintah dari HKSAR untuk menjaga keamanan nasional.

Pengesahan UU Keamanan Nasional Hong Kong dilakukan dalam sesi ke-20 Komite Tetap Kongres Nasional Rakyat (NPC), yaitu legislatif tertinggi Tiongkok, di Beijing, pada Selasa (30/6/2020), yang kemudian menuai aksi protes warga Hog Kong. Adopsi UU ditandatangani oleh Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, dan dipublikasikan di lembaran negara.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pandemi Covid-19, 121.638 WNI Kembali dari Luar Negeri

Sebagian besar yang kembali adalah WNI dari Malaysia yang berjumlah 87.777 orang.

DUNIA | 2 Juli 2020

Surat Jokowi Agar Mempercepat Penyelesaian Pencemaran Laut Timor

Menjaga hubungan baik bukan berarti mendiamkan persoalan yang ada.

NASIONAL | 2 Juli 2020

Pemilih "Kerah Putih" Alihkan Dukungan dari Trump

Pemilih dari kelompok berpendidikan tinggi dan bergelar sarjana atau dikenal dengan istilah “kerah putih” mulai mengalihkan dukungan mereka dari Donald Trump.

DUNIA | 1 Juli 2020

Indonesia Tampung 99 Pengungsi Rohingya

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi, menyatakan pemerintah Indonesia memutuskan untuk menampung 99 pengungsi asal Rohingya yang masuk ke Aceh, pada 24

DUNIA | 1 Juli 2020

Iran Minta Interpol Tangkap Trump

Pemerintah Iran meminta bantuan Interpol ungtuk menangkap Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, karena terlibat dalam pembunuhan Qasem Soleimani.

DUNIA | 1 Juli 2020

Bulan Ini, India Gelar Uji Coba Vaksin pada Manusia

India siap melakukan uji coba vaksin kepada manusia pada bulan Juli ini.

DUNIA | 1 Juli 2020

Investigasi Gedung Putih, Trump Dinilai Alami Delusi

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dinilai mengalami delusi dan tidak menguasai isu-isu luar negeri saat melakukan pembicaraan telepon dengan pemimpin

DUNIA | 1 Juli 2020

Jika Positif Covid-19 Terus Naik, Jepang Mungkin Kembali Terapkan Status Darurat

Tokyo selama lima hari berturut-turut telah memiliki lebih dari 50 kasus baru Covid-19 pada Selasa, di mana 54 kasus baru Covid-19 dilaporkan.

DUNIA | 1 Juli 2020

Pakar Penyakit Menular Sebut Covid-19 di AS Bisa 100.000 Per Hari

New York, New Jersey dan Connecticut akan mengkarantina 14 hari bagi setiap wisatawan yang datang dari negara bagian dengan angka Covid-19.

DUNIA | 1 Juli 2020

Zuckerberg Tergeser dari Posisi Ketiga Orang Terkaya Dunia

CEO Facebook, Mark Zuckerberg, tergeser dari posisi ketiga orang terkaya di dunia berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, akibat aksi boikot terhadap Facebook

DUNIA | 30 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS