KTT ASEAN Sahkan Dua Dokumen Hadapi Perubahan Akibat Covid-19
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

KTT ASEAN Sahkan Dua Dokumen Hadapi Perubahan Akibat Covid-19

Sabtu, 27 Juni 2020 | 08:22 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / JAI

Hanoi, Beritasatu.com - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-36 Perhimpunan Negara-Negara di Asia Tenggara (ASEAN), pada Jumat (26/6/2020), mengesahkan dua dokumen untuk membangun kekuatan regional dalam menghadapi perubahan akibat pandemi virus corona (Covid-19).

KTT ke-36 ASEAN yang berpusat di Hanoi, Vietnam, dipimpin oleh Perdana Menteri (PM) Vietnam Nguyen Xuan Phuc selaku ketua ASEAN tahun 2020 dan dihadiri sembilan kepala negara ASEAN lainnya secara virtual, termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam pertemuan selama dua jam, para pemimpin membahas berbagai tantangan yang dihaadapi di masa pandemi Covid-19, baik di bidang kesehatan, ekonomi, perdagangan, dan kelanjutan pembangunan di negara-negara ASEAN yang masih berkembang.

KTT ini mengesahkan dua dokumen. Dokumen pertama adalah Leaders' Vision Statement on a Cohesive and Responsive ASEAN: Rising above Challenges and Sustaining Growth (Pernyataan Visi Pemimpin tentang ASEAN yang Kohesif dan Responsif: Bangkit di atas Tantangan dan Mempertahankan Pertumbuhan). Dokumen kedua yang disahkan adalah ASEAN Declaration on Human Resources Development for Changing World of Work (Deklarasi ASEAN tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia untuk Mengubah Dunia Kerja).

Dalam acara pembukaan, Sekretaris Jenderal ASEAN, Lim Jock Hoi, menyatakan situasi ekonomi ASEAN dalam keadaan tidak baik, namun ASEAN telah mengambil langkah cepat dan menentukan dalam memitigasi persoalan bersama dengan mitranya, salah satunya lewat KTT ASEAN Plus Three (ASEAN bersama Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan) pertengahan April lalu.

“Sekjen ASEAN Dato Lim Jock Hoi mencatat beberapa hal, untuk pertama kalinya dalam 23 tahun terakhir, ASEAN mengalami kontraksi ekonomi,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi, mengutip pernyataan Sekjen ASEAN, dalam konferensi pers virtual usai pelaksanaan KTT ASEAN, Jumat.

Menurut Retno Marsudi, di tengah tantangan pandemi, Sekjen ASEAN melihat komitmen kerja sama antar negara ASEAN masih sangat kuat, terlepas situasi sulit masing-masing negara. Misalnya, pada bidang kesehatan, ASEAN sepakat untuk membentuk Regional Pandemic Response Fund (Dana Respons Pandemi Kawasan) yang pembahasannya diharapkan bisa segera selesai.

Sekjen ASEAN juga mendorong fasilitasi perdagangan salah satunya lewat ASEAN Single Window (ASW) untuk mengembalikan konektivitas rantai pasokan yang sempat terganggu selama pandemi.

“Di dalam konteks pilar ekonomi, rencana penandatanganan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) adalah indikasi sangat kuat akan upaya keras ASEAN untuk terus mendukung sistem perdagangan multilateral,” kata Retno Marsudi mengutip Lim Jock Hoi.

Retno Marsudi mengatakan, Presiden Joko Widodo, yang mengikuti KTT ASEAN dari Istana Bogor, meyakini ASEAN mampu melewati masa sulit saat ini karena adanya pondasi kuat yang sudah dibangun selama lima dekade terakhir. Jokowi, ujar Retno, mendorong ASEAN agar memperkuat kerja sama untuk percepatan pemulihan ekonomi.

[JAKARTA] Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-36 ASEAN yang digelar secara virtual sekitar dua jam, Jumat (26/6). Dalam acara pembukaan, Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock Hoi menyatakan situasi ekonomi ASEAN dalam keadaan tidak baik, namun ASEAN telah mengambil langkah cepat dan menentukan dalam memitigasi persoalan bersama dengan mitranya, salah satunya lewat KTT ASEAN Plus Three (ASEAN bersama Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan) pertengahan April lalu.

“Sekjen ASEAN Dato Lim Jock Hoi mencatat beberapa hal, untuk pertama kalinya dalam 23 tahun terakhir, ASEAN mengalami kontraksi ekonomi,” kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, mengutip pernyataan Sekjen ASEAN, dalam konferensi pers virtual usai pelaksanaan KTT ASEAN, Jumat.

Ekonomi Minus

Menurut Retno, Jokowi juga mengingatkan laporan terbaru Dana Moneter Internasional (IMF) yang merevisi pertumbuhan ekonomi dunia dari minus 3 persen menjadi minus 4,9 persen. Di sisi lain, tantangan pandemi semakin berat karena situasi global yang ditandai persaingan atau rivalitas dari kekuatan besar, ditambah pesimisme terhadap multilateralisme.

“Presiden mengatakan, rules based order semakin banyak dilanggar. Dengan kondisi perubahan geopolitik seperti saat ini, presiden menekankan pentingnya peran ASEAN dalam menavigasi perubahan,” kata Retno, merujuk istilah yang bisa diartikan sebagai komitmen bersama sesuai aturan yang disepakati bersama di tatanan internasional.

Retno menjelaskan Presiden Jokowi juga mendorong pertumbuhan ekonomi ASEAN lewat konektivitas barang, jasa, dan para pelaku ekonomi. Jokowi juga mendorong adanya ASEAN travel corridor (koridor perjalanan ASEAN) secara bertahap dimulai dari bisnis esensial berdasarkan protokol kesehatan yang ketat.

“ASEAN travel corridor selain penting untuk percepatan ekonomi ASEAN, juga menunjukkan arti strategis komunitas ASEAN baik di kawasan maupun dunia internasional,” kata Retno.

Presiden Jokowi, tambah Retno, juga mendorong penguatan kerja sama kawasan. Di tengah pesimisme terhadap multilateralisme, kerja sama kawasan menjadi lebih penting untuk mengembalikan harapan atas multilateralisme yang efektif, efisien, dan berkeadilan.

“Bapak presiden menekankan kerja sama ASEAN dan ASEAN led mechanism (mekanisme dipimpin ASEAN) dapat menjadi mesin penggerak bagi stabilitas dan perdamaian kawasan di era new normal ini,” kata Retno. [C-5]



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Bill Gates Sebut Penyebaran Covid-19 karena Rakyat AS Susah Diatur

"Kesenjangan perilaku di AS sangat besar. Ada yang patuh dengan protokol dan banyak juga yang mengabaikan epidemi," kata Bill Gates.

DUNIA | 27 Juni 2020

Facebook Diboikot Perusahaan-perusahaan Besar

Beberapa perusahaan yang menghentikan iklan di Facebook antara lain Unilever, Verizon, Patagonia, REI, Lending Club, The North Face.

DUNIA | 27 Juni 2020

Ini Dampak Bagi Indonesia jika Terjadi Perang di Laut China Selatan

Indonesia bepotensi mengalami dampak langsung yaitu terjadinya kerusakan dan kehancuran di Natuna akibat salah sasaran.

DUNIA | 26 Juni 2020

Ini Tiga Faktor Mengapa Laut China Selatan Jadi Rebutan

Terdapat tiga faktor yang membuat Laut China Selatan menjadi rebutan.

DUNIA | 26 Juni 2020

1.100 WNI Terinfeksi Covid-19 di Luar Negeri, Kematian Tertinggi di Arab Saudi

Hingga Jumat (26/6/2020) sebanyak 1.100 orang WNI terinfeksi Covid-19 di luar negeri.

DUNIA | 26 Juni 2020

Pemimpin KTT ASEAN Sepakat Kembangkan SDM Hadapi Perubahan Dunia

Beberapa hal yang digarisbawahi dalam dokumen tersebut antara lain komitmen mengurangi dampak Covid-19.

DUNIA | 26 Juni 2020

Jokowi Ajak Negara ASEAN Perkuat Kerja Sama

Penguatan kerja sama antara beberapa negara, utamanya dalam satu kawasan, merupakan satu hal krusial yang harus dilakukan di masa pandemi.

DUNIA | 26 Juni 2020

Afrika Selatan Mulai Uji Coba Vaksin Covid-19

Afrika Selatan mulai melakukan uji coba vaksin virus corona (Covid-19) yang dikembangkan Jenner Institute dan Universitas Oxford, Inggris.

DUNIA | 26 Juni 2020

Sikap Agresif Korut ke Korsel mulai Mereda

Sikap agresif Korea Utara (Korut) untuk melakukan aksi militer ke Korea Selatan (Korsel) mulai mereda.

DUNIA | 26 Juni 2020

Tim Kampaye Trump Sebut Polling Pilpres AS tak Mencerminkan Pilihan Rakyat AS

Tim kampanye Donald Trump menyebut jajak pendapat yang mengunggulkan Joe Biden tidak menccerminkan pilihan sesungguhnya rakyat Amerika Serikat.

DUNIA | 26 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS