Tim Kampaye Trump Sebut Polling Pilpres AS tak Mencerminkan Pilihan Rakyat AS
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Tim Kampaye Trump Sebut Polling Pilpres AS tak Mencerminkan Pilihan Rakyat AS

Jumat, 26 Juni 2020 | 15:10 WIB
Oleh : Jeany Aipassa / JAI

New York, Beritasatu.com - Tim kampanye petahana Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyebut jajak pendapat (polling) yang mengunggulkan calon presiden (capres) Partai Demokrat, Joe Biden, tidak mencerminkan pilihan sesungguhnya dari rakyat AS.

Poling yang dilakukan sejumlah lembaga survei bekerja sama dengan media massa dalam sebulan terakhir menunjukkan elektabilitas Joe Biden lebih tinggi antara 10% sampai 14% daripada Donald Trump.

Bahkan polling terbaru dari New York Times/Siena College, menunjukkan Biden unggul 14% dibadningkan Trump, dan didukung pemilih lintas gender bahkan nonpartisan.

Tim kampanye Donald Trump memperingatkan bahwa New York Times dan beberapa lembaga survei sebelumnya pernah memprediksi Donald Trump kalah dari Hillary Clinton di pemilihan presiden (Pilpres) 2016, namun kemudian gigit jari karena pemilih sesungguhnya mendukung Donald Trump saat hari pemilihan.

“Pilpres 2016 membuktikan bahwa kemampuan Trump untuk terhubung dengan rakyat AS secara riil tak tertandingi oleh hasil survei apapun,” bunyi pernyataan tim kampanye Trump.

Mereka mengungkapkan, polling nasional tidak selalu sesuai dengan hasil. Pada 2016, Trump mampu memenangkan Pilpres AS, termasuk di negara-negara bagian yang menjadi medan pertempuran Demokrat dan Republik, meski hanya selisih tipis dari Hillary Clinton.

Hasil survei New York Times/Siena College dengan keunggulan 14% untuk Biden, memperkuat hasil survei yang dilakukan CNN, pada awal Juni 2020. Survei CNN tersebut membuat Presiden Trump marah besar dan menuntut CNN mencabut pemberitaan tentang hasil survei Pilpres AS 2020.

Survei New York Times/Siena College dilakukan melalui pembicaraaan telepon terhadap 1.337 pemilih terdaftar dari 17 Juni 2020 hingga 22 Juni 2020, dengan margin kesalahan plus-atau-minus 3%.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

WHO: Amerika Belum Capai Puncak Covid-19

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyatakan pandemi Covid-19 belum mencapai puncaknya di kawasan Amerika.

DUNIA | 26 Juni 2020

Militer Tiongkok Gelar Uji Coba Kedua Vaksin Corona

Institut penelitian militer Tiongkok telah mendapatkan persetujuan untuk menggelar uji coba kedua vaksin virus corona kepada manusia.

DUNIA | 26 Juni 2020

Polling Pilpres AS 2020, Biden Unggul 14% dari Trump

Jajak pendapat Pilpres Amerika Serikat (AS) Tahun 2020 terbaru menunjukkan Joe Biden unggul 14% dibandingkan kandidat petahana Presiden Donald Trump.

DUNIA | 26 Juni 2020

70 Tahun Perang Korea, Puluhan Ribu Keluarga Tinggal Terpisah

Pemerintah Korsel mencatat, sekitar 133.386 warga Korsel terdaftar sebagai anggota keluarga yang terpisah akibat Perang Korea,

DUNIA | 26 Juni 2020

Mayoritas Warga AS Menolak Uang Ganti Rugi Penindasan Kulit Hitam

Mayoritas warga AS menolak reparations atau uang ganti rugi untuk warga kulit hitam atas sejarah penindasan dan perbudakan menggunakan uang negara.

DUNIA | 26 Juni 2020

29 Juta Warga New Delhi Disurvei Covid-19

Kasus Covid-19 yang terus meningkat membuat Pemerintah India memutuskan untuk melakukan survei besar-besaran terhadap 29 juta warga Kota New Delhi.

DUNIA | 25 Juni 2020

Lusinan Agen Dinas Rahasia AS Isolasi Diri karena Terinveksi Covid-19

Lusinan agen Dinas Rahasia Amerika Serikat yang bertugas mengawal Presiden Donald Trump, dilaporkan mengisolasi diri karena diduga terinfeksi Covid-19.

DUNIA | 25 Juni 2020

PM Inggris Dikabarkan Jual Rumahnya di London Seharga US$ 4,8 juta

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, dikabarkan telah menjual rumahnya di Islington, bagian utara London. Harga pasaran rumah tersebut sekitar US$ 4,8 juta.

DUNIA | 25 Juni 2020

Obama Dukung Biden untuk Menyembuhkan Pemerintahan AS

Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, mengatakan mendukung Joe Biden sebagai calon presiden karena ingin menyembuhkan pemerintahan negara adikuasa itu.

DUNIA | 25 Juni 2020

Korsel Kirim 500.000 Masker untuk Veteran Perang Korea di AS

Pemerintah Korea Selatan (Korsel) mengirimkan 500.000 masker penutup wajah kepada veteran Perang Korea di Amerika Serikat (AS).

DUNIA | 25 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS